Home » » May Day : Semoga Kaum Buruh di Penuhi Haknya

May Day : Semoga Kaum Buruh di Penuhi Haknya

May day adalah hari buruh yang dirayakan tiap tanggal 1 mei. Dibeberapa negara Eropa, Amerika dan Asia may day adalah hari libur. Inti dari gerakan besar-besaran buruh khususnya seluruh Indonesia adalah perjuangan menuntut hak mereka.

May day atau hari buruh ini muncul karena kaum kapitalis pemilik modal menjalankan prinsip ekonomi yang se ideal mungkin. Dengan modal dan pengorbanan yang sedikit bisa mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya. Kebalikan dari kaum kapitalis adalah kaum sosialis yang meniadakan kelas borjuis dan proletar. Sosialis ini saya rasa hanya utopis belaka karena tidak pernah terjadi atau bisa dikatakan kapitalis menang telak.

Pada jaman orde lama kata buruh memang familiar sekali karena rejim saat itu masih sedikit berhaluan kiri. Ketika rejim beralih ke orde baru kata buruh dihilangkan diganti menjadi karyawan, karena kekhawatiran penguasa saat itu akan terjadi pergerakan masa buruh besar-besaran yang bisa mempengaruhi kekuasaan.

Saya sendiri juga sebagai buruh yang bekerja sesuai SOP dan target dari perusahaan. Saya belum pernah turun ke jalan untuk berorasi atau ikut unjuk rasa sekedar memperingati hari buruh. Menurut saya tuntutan kenaikan upah buruh di jawa timur tidak realistis. Para buruh menuntut upah minimum di gerbang kertasusila sebesar 2,2 juta oleh pemprov di setujui 1,75 juta. Dengan menggelar demo besar-besaran yang malah merugikan pengendara lain yang sama-sama mengais rejeki. Berarti para buruh telah menghalangi datangnya rejeki supir angkot, surveyor, kolektor dan pak pos. Jika perusahaan keberatan pasti akan mem phk sebagian buruh untuk menutupi biaya produksi, sedangkan harga jual atau output tetap. Tidak mungkin menaikkan harga hasil produksi karena persaingan pasar. Ini hanya gambaran sederhana saja, bukan membela perusahaan, seandainya saya punya perusahaan saya juga akan mengambil tindakan yang logis. Kalau buruh sudah di phk akan menggelar demo lagi di depan pabrik dengan menggelar tenda karena tidak punya pekerjaan.

Semua kembali pada pribadi masing-masing masih bisa bersyukur atau tidak atas nikmat kerja dan gaji bulanan yang didapat. Mungkin saya tidak merasakan menjadi buruh di pabrik tapi saya juga seorang buruh yang mencintai pekerjaan saya tanpa tuntutan. Saya cuma bisa mendoakan agar hak-hak teman-teman buruh dipenuhi seutuhnya. Kalau turun ke jalan untuk unjuk rasa agar tuntutan didengar lebih elegan jangan mengganggu hak pengguna jalan lain. Karena mereka juga punya tanggung jawab sendiri mencari nafkah keluarga, jangan ganggu sumber nafkah mereka seperti para buruh menuntut haknya. Tertiblah jangan berbuat onar jangan meninggalkana sampah sehelaipun. Selamat berdemonstrasi selamat hari buruh.

126 komentar:

  1. Met Pagi sobat&saudara ku!selamat beraktivitas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat pagi sobatku saudaraku, semoga aktivitas lancar bebas macet karena demo

      Delete
    2. Mari...saya tinggal dulu mas,mau jualan nh.mudahan g macet

      Delete
    3. silakan mas agus kompac, mas agus bg biar yang mengamini
      mbak uswah ketinggalan sama trio agus hehe

      Delete
    4. Mbak Uswah di tengah para Mas Agus

      Delete
    5. Mas Agus Kompac.... ganti donk PPnya... biar ngalahin AB three ^^ .,

      Tapi lama-lama dilihat mata saya jadi muter-muter lihat yang merah-merah itu banyakan (@,@)/

      Delete
    6. bagasi deket sama introgasi ya?

      Delete
    7. setelah diinterogasi masukan bagasi, gitu kira2 mas

      Delete
  2. kalau meu demo,,,dengan damai aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali dan jangan mengganggu hak orang lain

      Delete
    2. biasanya demo nggak ada korban nggak diperhatikan pemerintah hemm...

      Delete
    3. katanya kalau tidak anarkhis tidak seru mas

      Delete
    4. semoga damai dan tenteram ya,
      seperti hati saya

      Delete
  3. Demo berlebihan hanya akan melukai kedua belah pihak.Mari demo dengan cara2 yang bijak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas agus memang pintar mengajak damai, top

      Delete
    2. damainya hati ku bila melihat dua saudara kembar ku

      Delete
    3. paman itu pak lek atau pak dhe coba ?

      Delete
    4. Saya jadi keponakannya boleh gaak (^_^)/

      Delete
    5. boleh dong, berarti masih dibawah usia kita kita dong

      Delete
    6. saya jadi paman donal aja deh kalo gitu

      Delete
    7. donal apa nih, bisa donal ayam, bebek....

      Delete
  4. saya kok kurang setuju dengan penggunaan istilah buruh karena terkesan yang direndah-rendahkan, yang tepat adalah pekerja (apapun mereka posisinya yang dibawa bos), andai semua pekerja seperti mas agus yang sadar dengan kewajibannya sebagai seorang pekerja dan pemilik perusahaan juga sadar dengan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak pekerjanya dengan layak, tentu tidak akan ada gesekan-gesekan yang akan mengganggu pruduktifitas yang bisa merugikan kedua belah pihak jika terjadi

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga agak risih mengungkapkan kata buruh, karena buruh di tempatku itu buruh rumah tangga atau tukang cuci pakaian, sebenarnya lebih layak ke pekerja, karena kata buruh sudah di politisasi oleh lsm dan parpol tertentu mas karena memliki nilai jual.
      kalau untuk win-win boleh ya mas :)

      Delete
    2. iya, istilah yang mengalami peyoratif di masa sekarang

      Delete
    3. apalagi ada bumbunya tinggal goreng dikit jadi dah sajiannya

      Delete
  5. menuntut itu manusiawi ya mas, tapi sebaiknya yang rasional dan dengan cara yang santun, semoga pemerintah juga lebih memperhatikan kaum pekerja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin...namanya juga manusia mas banyak tuntuan. hehe

      Delete
    2. apalagi jaksa tuh, kerjanya nuntuut melulu

      Delete
    3. betul juga ya, kenapa gak kepikiran kalau jaksa itu selalu nuntut

      Delete
    4. bener atau salah bisa di sel

      Delete
  6. sebentar bikin kopi dulu, baru komen

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah selesai kopinya dibikin?

      Delete
    2. bentar lagi mas, baru ndeplok kopinya

      Delete
    3. tunggu ya mas arif saya ndeplok kopi dulu

      Delete
    4. iya dong kopi hitam yang pekat dan pahit.. kalo kopi instan atau kopi susu itu kopi bidngah.. haghaghag..

      Delete
    5. sumbang tahu gejrotnya mang..

      Delete
  7. Daripada demo,Mending ciptakan suasana damai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju sama mas bagus, mending demo memasak biar saya yang makan hasilnya

      Delete
    2. kuliner mulu nih.. jd pengen wisata kuliner.. :~

      Delete
    3. enak nya yang wisata kuliner

      Delete
  8. sama ajah tuh, kalo umr dinaikin tapi berbandinh lurus dengan kenaikan kebutuhan hidup.. *sruput kopi sambi nyanyi buruh tani mahasiswa kaum miskin kota*

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia mbak uswah, mulek ae..hehe
      saya juga tak nyanyi "mereka dilanggar haknya terbusung dan lapar, bunda relakan darah juang kami untuk kembalikan haknya"
      * darah juang
      mbak uswah sering advokasi serikat rakyat miskin kota ya

      Delete
    2. saya nyruput air putih di sini.

      Delete
    3. saya jg air setengah putih karena airnya keruh

      Delete
    4. saya ga minum makan coklat aja...

      Delete
    5. boleh mbak ummu ruqayah, kalau keselek baru minum

      Delete
    6. dulu ngikut2 demo nyanyi gituan, alasan demo karna males kuliah aja.. mending jalan2 ke polsek :p

      Delete
  9. kadang saya menyesalkan moving yang dilakukan para karyawan. katakanlah demo nih di jakarta. tuntutannya efektif, dipenuhi. UMR naik drastis. bahagia dong. tapi apa yang terjadi kemudian. para investor menarik diri dari jakarta. jadilah para karyawan yang sempat mendapat UMR bagus tadi pun PHK tanpa pesangon. siapa rugi coba?

    intinya, main cantiklah dalam menetapkan langkah2, jangan asal nuntut, keadaan nggak cateris paribus dimana2 kan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mulek mas jadinya, minta naik gaji perusahaan kuatnya segitu , kalaupun dikabulkan pasti kena rasionalisasi perusahaan dan phk , demo lagi menuntut dipekerjakan. mulek terus permasalahannya.

      Delete
    2. mulek memang. muatan lokal kan?

      Delete
    3. Kata bos "umr di naikkan asalakan yang demo di rumahkan..."

      *gigit lidah tuh...

      Delete
    4. ini solusi apa cari masalah ya mas ?

      Delete
    5. mas zach : muatan lokal berarti kualitas lokal juga

      Delete
  10. Yang pasti masalah fasilitas, pajak, dll harus dituntaskan oleh pemerintah agar iklim usaha di Indonesia lebih kondusif sehingga perusahaan tidak terlalu terbebani gaji buruh dan masih ada space untuk menaikkan gaji buruh. Kalau iklim usaha saja sudah ruwet apalagi nasib buruh pasti lebih ruwet lagi... Root Causes dari terjadinya ini semua harus ditarik benang merahnya agar iklim usaha bisa kembali bergairah.... dan peran pemerintah sangat dibutuhkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. komentarnya asik nih mas bikin clear otak, apalagi kalau ada yang namanya pemalakan oleh pemda tertentu ya mas, perusahaan belum pulih oknum dari pemerintah sudah minta jatah, malah bikin puyeng pengusaha

      Delete
  11. Tadi dikantor udah was wes wos karena sedianya mau ngadain rapat kohat hari ini terus dikasih tau kalau jam 10 pas saat rapat mau pada demo depan pemkot depok,, jadi pada kalang kabut ni rapat gimana jadinya cuz bakalan gak bisa masuk secara demo bakalan nutupin pintu masuk.. Eh, Alhamdulillah ternyata semua demo dialihkan ke HI katanya, tumplek blek deh disana!

    Lagi kalau saya lihat-lihat nih, yang demo itu rata-rata buruh yang upahnya minimum banget, terus kalau udah dikabul permintaannya taunya yang kena kenaikan itu malah pekerja (gak bisa dibilang buruh cuz kerjaan mereka nyantai dibalik meja). Yang buruh dulu itu demo mah segitu aja... miris

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa ini termasuk saya juga ya, kalau termasuk saya yang diperjuangkan buruh tadi saya berterima kasih kepada para pendemo, tapi tetep kasihan pengguna jalan lain yang mencari rizki, seperti pada teman saya tadi berangkat kerja tidak bisa lewat karena jalan buntu

      Delete
  12. mudah2an tuntutan para buruh dipenuhi oleh pemerintah. masalahnya pemerintahnya kurang peduli juga sih...ndak ngurus rakyat kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. ssst...pemerintah nya lagi persiapan untuk 2014, kejar tayang dan kejar setoran nih mbak

      Delete
    2. pemerintahnya pada tidur nyenyak tuh mbak...

      Delete
    3. ya kita do'akan saja kebaikan untuk pemerintah smoga para pemimpin diberi hidayah dan kesadaran akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin sehingga rakyat kecil dipenuhi hak2nya, kalau kita mendo'akan keburukan kepada pemimpin nanti pemimpinnya tambah buruk alhasil rakyat juga yang kena batunya...

      Delete
    4. pemerintah itu orang yang tukang main perintah ya

      Delete
    5. sambil mengkerik gitu?
      mbak ummu doanya bikin hati tentrem nih

      Delete
  13. kaum buruh juga merupakan bagian dari warga negara Indonesia juga.
    Pemerintah harus lebih bijaksana lagi dalam memenuhi keinginan para buruh juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini komen yang moderate, betul mas..buruh juga manusia yang pengen gajinya seperti pejabat :)

      Delete
  14. mau ikut demo, tapi Upah mamang udah dinaikin bulan ini... pengen sih ikut demo , biar dapet nasi bungkus hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mayan mang buat jatah makan siang nanti dobel jatah dari kerjaan juga ada

      Delete
  15. bagi saya, sebelum berdemo, cobalah bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah meberikan dan melaksanakan kewajiban kita sebagai karyawan atau buruh secara sempurna...bila belum, jangnlah menuntut hak yang berlebihan.
    Kemudian, apakah kita masih ingat saat melamar pekerjaan, menunduk-nunduk agar diterima sebagai buruh atau karyawan, coba ingat apa perjanjian yang telah kita buat dengan perusahaan, jangan setelah jadi karyawan malah menanduk...., kalo tak puas dengan gaji dan ksejahteraan yang diterima selama ini, lalu kenapa kita tidak angkat kaki saja dan mencari pekerjaan ditempat lain , daripada melakukan aksi demo menutup jalan, membakar ban yang hanya membuat susah masyarakat ....salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. kang hari memang pandai bersykur, seharusnya berkaca pada diri sendiri dulu atau tau diri istilahnya ya kang.
      terima kasih komentarnya hangat banget

      Delete
  16. Mendukung penuh pemenuhan hak para buruh...

    #ikutan demo

    ReplyDelete
    Replies
    1. dukung..dukung...satu tekad satu tujuan maju selangkah..

      Delete
  17. selamat hari buruh,,
    semoga semua pihak mendapatkan kesejahteraan .
    amin ..

    ReplyDelete
  18. ya semoga saja sob, biar buruh di indonesia lebih mapan.. hehehehe

    ReplyDelete
  19. Setiap warga berhak menyampaikan aspirasinya..ehh tentunya sepakat dengan Mas Agus..jangan anarkis..tujuan baik jika menggunakan cara yang tidak baik..maka hasilnya juga tidak akan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini contoh yang baik , niat nya baik hasilnya juga baik gitu ya mbak,
      sejuk , amiiin

      Delete
  20. mending demo masak aja biar bisa makan rame-rame...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini kesukaan saya, yang demo biarlah demo saya tinggal nunggu masakan matangnya aja

      Delete
  21. Kunjungan malam Mas Agus, nih barusan gabung ma teman2 buruh demo pekerjaan. Ya semoga tuntutan dan hak teman2 kita bisa terpenuhi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin mas, lancar kan mas?di surabaya ada presiden indonesia katanya
      jadi terpusat di sini mas untuk gerbang kertasusila

      Delete
  22. hadir mas agus, saya numpang lewat aja lah. hehehhehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan mas , awas kepleset kulit pisang

      Delete
  23. ayo kita adakan "hari bujang"...
    tuntutannya "jodohkan kami.." *bagi yang bujang lo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jomblo itu pedih jendral, pedih sekali
      kasian ya

      Delete
  24. Aminn semoga saja.Tapu hari buruh kamarin kayaknya ada yg pake anarkis segala deh.di turki itu.hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau diindonesia mentok bakar ban ya mas, belum berani seanarkis di luar negeri

      Delete
  25. semoga demonya didengar... salam kenal om.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemarin di surabaya didengar langsung oleh presiden, tapi tindak lanjutnya belum tahu.
      salam kenal kembali mbak nawang wulan

      Delete
  26. Kapan ada kebersamaan antara buruh dan majikan ya.. kok rame terus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. buruh dan majikan memang ditakdirkan tidak bersatu

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh

Blog Archive