Home » » Pemilu dan Realitas Lagu Power Metal (Sang Pendusta)

Pemilu dan Realitas Lagu Power Metal (Sang Pendusta)

Pemilu dan Realitas lagu power metal - Mendekati masa-masa pemilu baik pemilu legislatif, Pemilihan presiden atau pemilihan kepala daerah sering saya jumpai baliho dan spanduk dengan foto/gambar calon. Fotonya dibuat sebagus mungkin dengan teknik editing yang sempurna agar hasilnya indah dilihat. Berbagai slogan, paparan visi misi dan janji-janji manis di tawarkan. Entah dijalankan atau tidak visi dan misi serta janji-janji manis yang penting gambaran tentang dirinya baik di mata calon pemilih sehingga mendongkrak elektabilitas.

Setelah terpilih dan menjadi raja (berkuasa) maka lupa akan janji-janjinya saat sebelum pemilu, lupa visi misinya karena sudah merasa nyaman dengan posisinya. Mengembalikan modal menuju singgasana lebih penting dari pada menepati janjinya, karena itulah mereka lupa. Perlu diperhatikan bahwa calon kontestan yang akan dipilih membutuhkan wadah parpol yang besar begitu juga sebaliknya parpol membutuhkan figur calon. Calon yang tidak populis akan menawarkan dana segar untuk bisa menjadi calon dari parpol. Sehingga dana tersebut digunakan untuk menarik calon pemilih untuk memilih calon tersebut. Setelah terpilih entah itu menjadi raja di daerah atau menjadi wakil rakyat akan menggarong uang sebanyak mungkin, lupa akan pemilihnya dalam pemilu.

Untuk pilih memilih ini, sudah 3 periode pemilu legislatif dan pemilihan presiden saya lewatkan begitu saja. Saya tidak ingin memberikan dukungan suara kepada para kontestan pemilu. Sebentar lagi pemilihan umum akan digelar di tahun 2014, siapa yang bertarung dan akan terjun dalam pertarungan sudah saling unjuk gigi. Akankah terulang lagi lagu-lagu lama tentang janji dan visi misi seperti tahun lalu. Menjadi Golongan Hitam lagi aja ah sambil dengerin lagu nya power metal (sang pendusta).Pemilu memang jadi ajang untuk mencari uang bukan lagi sebagai pentas demokrasi.

Sang Pendusta

Sang durjana pesta pora
Melampiaskan kemenanganmu
Menjanjikan sejuta nikmat
Andai dirimu singgah di tahta
Kau berikan seribu harapan
Jika saja kau yang menjadi raja
Satukan semua kekuatan
Bertarung dengan lawanmu

Hantam sana hantam sini
Tak peduli lawan harus mati
Sikat sana dan sikut sini
Asal benar yang harus dicari
Berikan harta dan obral janji
Kau laksana dewa penolong kami
Namun bila dirimu berkuasa 
Lihatlah apa jadinya

Hai sang durjana
Ternyata kau memang pendusta
Hai sang durjana
Dirimu jadi penguasa
Hai sang durjana
Kini kami tambah sengsara
Hai sang durjana
Dirimu omong belaka

Hantam sana hantam sini
Tak peduli lawan harus mati
Sikat sana dan sikut sini
Asal benar yang harus dicari
Berikan harta dan obral janji
Kau laksana dewa penolong kami
Namun bila dirimu berkuasa
Lihatlah apa jadinya

Hai sang durjana
Tenyata kau memang pendusta
Hai sang durjana
Dirimu jadi penguasa
Hai sang durjana
Kini kami tambah sengsara
Hai sang durjana
Dirimu omong belaka



95 komentar:

  1. Replies
    1. bener buanget mas.... politik itu tempatnya hura-huranya para binatang....

      Delete
    2. silakan diminum solarnya,
      huss jangan banter-banter nanti kedengeran orang bisa berbahaya, hehe

      Delete
    3. bisa diciduk nanti mas pay ya mas agus

      Delete
    4. mas pay yang mana nih hehehe

      Delete
    5. mas agus : nanti mendekam semalam di polsek
      mas budi : nah kan ada lagi mas pay nya, kw lagi deh..hehehe

      Delete
  2. setuju mas, pemilu bukan lagi dengan pentas Demokrasi. semua demi uang...uang...lagi-lagi uang...owuoh...(nicky astria), wkk..
    oh iy ya, saya kira judulnya sang durjana, ternyata judulnya sang pendusta...lagu yang keren banget mas, langsung ke yutup kangen dengan lagu ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah mas buret keren nih rock dan metal, hehehe
      judulnya sang pendusta mas, hehe
      pergeseran nilai bernegara mas

      Delete
    2. judulnya Pemilu ato duit nih...

      Delete
    3. duit yang dianggap segalanya, hehhe

      Delete
    4. duit lagi, duit lagi,, emang nya mau di bawah ke akhirat gitu

      Delete
  3. wah kayanya mas Agus ini sudah apatis banget sama hingar bingar pemilu ya mas hehe....
    yah diakui demokrasi itu memang bukan pilihan tepat, banyak sisi negatifnya. tapi mau-tidak mau sebagai warga negara ya kita mengikuti apa yang ada dulu. Kita tidak mungkin meribah negara ini ke arah yang lebih baik dari luar pagar kan mas, sebagai contoh berapa ratus ribu para pendemo di luar pagar gedung senayan tapi kalah suaranya dengan orang yang dalam gedung dalam memutuskan kebijakan. Ini artinya mau tidak mau kita harus punya wakil rakyat yang benar-benar bersih dan peduli terhadap nasib rakyatnya. Caranya saat ini tidak ada jalan lain kecuali lewat pemilu walau sedikit apatis

    ada sedikti ilustrasi, ketika Nabi Ibarhim menghancurkan berhala2, ia masuk kedalam tempat berhala dan menghancurkan satu-demi satu, lain ceritanya ia hanya teriak-teriak diluar pagar tanpa bisa berbuat banyak. Ini artinya harus ada sebgian wakil kita yang duduk di parlemen untuk menghancurkan berhala tirani dan pejabat korupsi. Saat ini memang masih jauh dari harapan, karena wakil2 rakyat yang bersih masih sedikit jumlahnya, jadi tugas kita mengusung mereka yang ikhlas untuk duduk mewakili kita di parlemen lewat pemilu..

    maaf ya mas kepanjangan, cuma sedikit sharing saja....happy blogging

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas angus kan ketua KPPS

      Delete
    2. saya berterima kasih kepada mas muro'i yang telah memberikan pencerahan yang bagus ini, betul sekali mas, setelah saya pikir ulang ternyata teriak diluar pagar memang tidak berguna, kecuali kita punya wakil yang tepat untuk menyuarakan aspirasi kita. top banget mas. salut buat pemikiran cerah dari mas muro'i. saya sadar karena ulah sebagian besar politisi membuar saya apatis. agama islam hancur bukan serangan dari luar tapi di serang dari dalam kan mas?
      saya hanya mengerahui sedikit tentang politik dan ilmu politik makanya saya apatis mas, waktu 4 tahun belajar ilmu politik sekaligus praktik politik memang kurang untuk memahami dinamika manusia.
      salam super buat mas muro'i

      Delete
    3. Wah . . Mas muroi bicara dari hati nih sampe panjang bgni .
      Hoho . .

      Delete
    4. akhirnya luluh juga kan dari hati ke hati, hehe

      Delete
    5. setuju dengan kang El, masalahnya pada siapa kami titipkan suara sy, partai yang diharapkan islami, yang pada awalnya kami percayaipun(dan hampir jadi kadernya...baru hampir sih)malah banyak oknumnya yg ngaco juga, dimata dan hatiku udah ngga ada lagi figur orang2 yang dapat dipercaya yg dapat sy titipi suara u/mewakili sy disana.
      tolak ukur sy pribadi mah, Al qurqn saja berani digoyang itikkan agar dpt untung, apalagi soal lain...jadi maaf sodara2ku saya dengan tegas pada pendirian, 2014 tetap jadi GOLPUT...sy tidak mengajak, tapi mari kita ngobrol dgn nurani kita masing2 dikamar gelap dipojok rumahnya.
      saya akan menunggu strio pinngit saja kang...

      Delete
    6. hari ini oknum kader partai yang dianggap ngaco sama kang Cilembu sedang dalam persidangan kang, sudah ada titik terang siapa yang salah dan siapa yang benar. alangkah baiknya jika kita bisa mengikuti beritanya..tapi ya itu tadi media sekaliber TV one dan metro TV sering menutupi kebenaran....

      Allah akan menunjukkan yang hak itu hak dan yang bathil itu bhatil...

      Delete
    7. semoga kang, itu yang saya harapkan, syukur kalau sebelum 2014 selesai, jadi lah saya dicalegkan oleh ini, paling ngga tahun nanti lah gituh...rasanya cukuplah usia saya kala ituh...mohon pendapatnya, kira2 pantes ngga sih kalau saya pake jas dan pin didada seperti mereka2 itu y?...hehehe

      Delete
    8. kelas berat semua nih yang diatas, jadi penonton aja saya...

      Delete
    9. diskusi yang sangat hangat,,nyimak aje gan :D

      Delete
    10. ngopi aja deh ane...klo dah kelar bilang ya.. hehehe

      Delete
    11. mas muro'i : saya tidak pernah menjustifikasi mereka kok mas, cuma ini uneg2 saya, hehehe..kalau media tv on dan metro itu sudah tidak netral lagi, banyak media cetak dan online pesanan mas, tv on sudah tidak saya tonton acaranya setahun yang lalu begitu pula metro . saya tidak pengen ada polusi berita di pikiran saya, hehehe.
      mas agus : saya sering manggul beras masuk kelas berat gak?
      mas fian : hangat kayak tela rebus nih.
      mas budi : ngopi ditemani jagung rebus mas, enak kan

      Delete
  4. semua karena uang... uang ... dan uang... tapi ada bagusnya tuh mas bagi tukang percetakan dan poster.. tapi itu bagus menurut tukang poster yang kebagian job eheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itulah efek domino dari pemilu mang , hehe

      Delete
    2. itu berkah pemilu mang hehe...

      Delete
    3. yah ambil kesempatan dalam kesempitan nih critanya hehehe

      Delete
    4. heheheh yang sempit yang dicari * biar ndak ketara* hehehehe * clink ngilang*

      Delete
    5. betul semua mas muro'i, mas bud, mang yono , enak nya cari yang sempit2 biar tidak kelihatan

      Delete
  5. saya sih udah ndak mikirin pemilu, mending ngeblog ajah lebih asik. percuma milih wakil rakyat jk sudah duduk di kursi dewan ujung2nya korupsi .....

    Ngomong2 masalah korupsi...saya kok ada inspirasi yah. bikin postingan ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah enak blogging kan mbak, menyuarakan isi hati dari pada teriak2 hehehe
      silakan alhamdulillah kalau dapet inspirasi di dalam wese ini, hehe

      Delete
    2. pemberdayaan sanitasi dong kalau gituh...?!

      Delete
    3. dah bikinnya disini aja mbak.. biar klop ma kang agus...

      Delete
    4. saya jadi teringat artikel kang cilembu tentang sanitasi lingkungan.
      mas budi nanti malah saya yang ketiban berkahnya mas bud

      Delete
  6. Betul bang, mendingan GOLPUT daripada memilih orang yang hanya mementingkan jabatan dan harta duniawi tidak pernah memikirkan betapa kasiahannya rakyat diluar sana yg kelaparan. Waktu pemilu banyak janji2 yang dilontarkan setelah terpilih lupa akan janji2nya. Kalau melihat uang ingat segalah-galahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi saya tidak punya solusi yang tepat mas fian, hehehe
      enaknya golput atau goltam ya ?

      Delete
    2. aspirasi harus disalurkan...jangan golput.. klo bisa disalurkan ke istrinya masing2 wkwkwkw

      Delete
    3. itu wajib mas budi, hehehe
      itu kan juga termasuk dalam golongan putih kan, hayoo

      Delete
  7. Nyoblos kagak??? Kalo dah kepilih dan gak becus, jangan salahkan dunia politik. Yang memili itu rakyat, kalo pempin kita EROR lalu nasib kita kemana... Lebih baik tetep baca blog Kang Agus sajoooooooo

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih baik kita makan sukun rebus aja yook

      Delete
  8. ajang pemilu bagaimanapun tak bisa dihindari demi kesinambungan pemerintahan dan kenyataannya persis seperti yang diungkap di atas sebuah kegelisahan betapa sulitnya mencari pemimpin dan wakil yang benar-benar amanah ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena kepercayaan saya terhadap para wakil yang nantinya duduk di dewan sudah pada titik nol derajat mas, terima kasih sudah mau menampung huneg huneg dari saya.. hehe

      Delete
  9. Tetap Mas, suka nggak suka kalau saya tetep nyoblos !!
    dari pada nanti dicobos, jadi gembos, hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau nyoblos malah jadi gemuk 9 bulan mas, hehe
      betul mas boku mendng nyoblos biar surat suaranya tidak disalah gunakan

      Delete
    2. gemuk 9 bulan ? saya tau maksdnya ini , hahah :D

      Delete
    3. hehehe, saya malah tidak tau mas, :)

      Delete
    4. bismillahirohmanirohiim, allahumma janiibnasyaitona wajannibassyaitona ma rozaktanan , blusss..gitu ya mas

      Delete
  10. Satu kata aja aku mah mas .
    IDEM .

    Wkwk . .
    Abisnya kalo mikirin soal ini yang ada malah naek darah.
    Cape . . Abis nuruninnya lagi susah sih .
    Bikin gondok sendiri .
    Mending happy aja deh . Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih baik makan sukun rebus, enak kan gak gondok lagi

      Delete
    2. minumnya es degan, wuiihhh...

      Delete
    3. mojokerto mendung enaknya jagung rebus aja deh

      Delete
  11. Kalau bicara power metal saya jadi ingat kalau dulu saya suka bawain lagu band ini sewaktu ikut festival band tingkat pelajar. Pas waktu itu saya baru-baru pertama ikut pemilu, masa masa terakhir mendiang presiden Soeharto. Waktu itu partai masih 3, sekarang banyak ga kehitung dan ga saya hapalin. Partai-partai tersebut sekarang masih sama konsepnya dengan dengan lagu power metal diatas.

    Salam kenal mas Agus, saya follower ke 100. Thx mas Agus mau follow balik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas bandaro metal juga ya, dapat temen lagi nih, salam kenal mas.
      keren juga jaman soeharto dulu sudah Pmfc, top tenan

      Delete
  12. pemilu pemilu , tiap tahun pasti ada maslah baru tapi yg jdi maslah lama , janji setelah pemilu dan sesudah pemilu (kalau kepilih) nyatanya toh bedaa :S

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, itulah politik di indonesia ya mas, tetep enak makan sukun rebus kan mas,

      Delete
  13. Tapi tetap usahakan memilih yang terbaik menurut pendapat kita. Jika tidak memilih justru semakin banyak itu pendusta-pendusta elit politik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mas djangkaru, seperti yang dikatakan oleh mas muro'i kalau mau memperbaiki jangan teriak di luar pagar, tapi masuk lah dan ikut berproses, artinya harus punya wakil yang amanah untuk merubah moral para politisi. super sekali

      Delete
  14. waduh jadi pada ngeributin pemilu nih hehehe gara² mas aguns nih mending nyanyi power metal aja deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, ayo kita makan sukun rebus aja dari pada ribut

      Delete
  15. sepertinya rakyat makin bingung untuk memilih pemimpin lantaran banyaknya kasus korupsi, mending ngerock saja sama power metal

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngerock sama makan sukun rebus plus klepon enak kan

      Delete
  16. kalau saya pribadi mah sekarang ini sudah semakin apatis rasanya mas...
    sudah malas rasanya, melihat yang mengumbar janji2 jadi tak ubahnya seperti melihat badut, jadi pengen ketawa, mendengar janjinya yang seperti puisi anak sekolah dasar...grrrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, mas WS ini bisa aja..enak kayak mas zach bikin sirkus aja nanti saya yang jadi penggembira

      Delete
  17. Lagu power metal, kayak nyindir ya, semoga 2014, sang pendusta makin berkurang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yakin nggak deh..tapi semoga aja berkurang ya mas

      Delete
  18. waduh... kalau sekarang ini pemilih sudah tidak lagi memandang sang calon sob.. alasan mereka, sekarang ini semua calon sama saja, sama sama pengumbar janji palsu semata.

    jadi para pemilih sekarang juga asal asalan saja. asal ada duwitnya.. ya itu yang di pilih.. wkwkwkwkwkwkwkwkw

    ReplyDelete
  19. Politik sebenarbya diciptakan untuk tujuan yang baik, tapi manusia dan kebanyakan oknumnya yang salah menggunakannya dari tujuan politik yg sebenarnya,

    postingan yg penuh manfaat dan berguna sobat
    terima kasih banyak sudah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. pak penyuluh : terima kasih atas advisnya pak, hehehe
      mas zach : saya juga terima kasih telah diwakili, hehehe

      Delete
  20. saya hitung dari pengomentar diatas saya, hanya 0,2% saja yang tetap akan jadi pemilih, itupun tidak dgn keyakinan,ada yang dari pada nganggur, ada yang penting dapet duitnya, ada yang dari pada dicoblos takut gembos...hehe

    kita tunggu apa tanggapan blogger yang kebetulan dicaleg kan oleh partainya...apakah masuk akal dan dapat dipercaya KAH?!...mari kita simak bersama

    kepada admin, boleh kan sambil kampanye terselubung disini?hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. 0,2 persen ya Kang? saya tadinya berpikir 0,21 persen deh

      Delete
    2. bolehlah kang cilembu, kalau kang cilembu maju, boleh lah saya coblos gambarnya walaupun cuma berkomunikasi lewat blog, gaya tulisannya sudah bs ditebak, oke banget kang.
      mas zach : 0.21 itu apanya mas, takaran obatnya kan ? atau kewarasannya? hehehe

      Delete
  21. Betul,susah juga untuk mengambil keputusan ya kang,padahal kalau menurut negara,sebagai warga negara indonesia yang baik harus memilih pemimpin.namun menurut agama pilihlah pemimpin yang amanah,patonnah dan lain sebagainya.nah yang menjadi kendala kalau kita memilih salah,bagaimana ya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi fathonah yang salah jalan itu sekarang jadi buah bibir mas, hehehe

      Delete
  22. dari lokomotif... lalu ke otomotif.... sampai ke lagu legislatif... ckckck..

    ReplyDelete
  23. pas tuh liriknya Mas. Power Metal harusnya konser di gedung DPR koq, hehe...
    saya juga nggak sabar pengin menjadikan beberapa di antara mereka buat obyek melempar jumrah, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan lah mas kasian, mereka juga manusia yang cari uang, biarlah pertanggungjawaban mereka dialam barzakh saja. iti sudah cukup

      Delete
  24. saya juga kayaknya milih golput aja..
    mending boker aja mas dirumah..wkwkw

    power metal ini band indie ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. power metal itu band tahun 1980an mas, dulu besarnya di festival rock, bendera rekamannya dulu logiss record milik pak log zelebour, jaya2nya musik rock tahun 1990 an power metal berkibar, sampai sekarang masih tetep ngerock walaupun musik rock tidak laku

      Delete
  25. Wah top banget nih lagunya... metal gitu lho... lha kok adminnya nggak metal yaa... malah golput hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. adminnya pake sarung aja, siap2 buat nyoblos

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh

Blog Archive