Latihan Sabar

3 Comments
Puasa itu melatih kesabaran. Memang betul adanya, apapun keadaan dan kondisi kita tetap sabar tak peduli siang hari saat puasa, tak peduli malam hari saat sudah buka puasa. Namanya juga masih dalam bulan Romadhon, siang malam tetap sabar.

Lagi seneng-senengnya menerima gaji (alhamdulillah) karena gajiannya tanggal 1. Pas pulangnya (tetep naik sepor) malah di ajak latihan sabar. Sepor yang saya gunakan sebagai sarana transportasi utama, mengalami trobel gensetnya di stasiun yang jauh dari jangkauan jalan raya, jauh dari tukang ojek, jauh dari rute angkot. Tau tidak itu lho stasiun Kedinding, stasiun yang kiri kanannya itu berupa sawah. Top sekali kan...

KMP3 Mogok

Sepor Mogok

Sehabis melaksanakan hajat buka puasa dengan segelas minum air standart (bukan air racing ) ya betul hanya segelas, suwer segelass ditemani satu ekor jajan pasar. Cukuplah pikir saya untuk mengganjal perut sampai rumah.

Skenario berjalan lain, sepor nya trobel joooon......Ya itu tadi di stsaiun kedinding tadi. Jauh sana-sini, klenga-klengo.

Latihan sabarnya tetap berjalan mulus walaupun menahan haus dan lapar mulai dari jam 18.25 WIB sampai dengan 20.00 WIB.
Sing sabar yo joooon........


Sudah Tiga Tahun

20 Comments
Hari ini, Rabu Tanggal 1 Juli 2015 tepat tiga tahun usia anakku "Fakhnia Hayyu Salsabila". Menurut hemat saya, usia tiga tahun ini anak saya sudah mulai menyerap informasi sekitar, mulai dari percakapan, perbuatan, cara berkomunikasi, logat bicara dan lain-lain. Proses penyerapan ini yang akan diingat-ingat dan dijadikan acuan untuk bertutur kata, bertindak sesuai dengan apa yang dilihat dan di dengar. Masalahnya, jika yang dilihat dan di dengar itu yang tidak pantas untuk dilakukan atau diucapkan dan ditirukan oleh anak saya. Semoga saja saya dan ibu nya (orang tua) bisa mendampingi dan memberikan penjelasan yang rasional terkait dengan apa yang dilihat dan didengarnya. Semoga.

Waktu serasa berjalan sangat cepat, rasanya baru saja kemarin saya mengantar Ibu mu ke klinik bidan di desa sebelah yang jaraknya 7 km dari rumah. Dengan Gl Pro butut itu Bapak mengantar ibu mu dengan perjuangan yang indah. Berhenti di jalan kurang lebih 15 kali karena ibu mu merasa kesakitan, tandanya engaku sudah tidak sabar ingin lahir ke dunia. Dan ketika terdengar suara tangis bayi, senyum kembang dari kami menyambutmu kedunia.

Doa Kami  (Bapak dan Ibu ) selalu kami panjatkan untuk mu anakku, semoga engkau kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, sehat secara akal dan fisik. Tumbuh menjadi anak yang sholihah, berilmu, manut wong tuwo, manut maring agama, manut maring negara.

Itu saja Doa dari Kami (Bapak dan Ibu ). Selamat Ulang Tahun anakku.

Sudah Tiga Tahun

Membangun Pondasi Rumah

16 Comments
Membangun Pondasi Rumah

Membangun rumah harus membangun pondasi terlebih dahulu agar rumahnya kuat tidak mudah ambruk. Pondasi yang saya tahu bisa berbentuk cor-coran/ceker ayam dengan ketinggian 50 cm sampai 1 (satu) meter. Di daerah Tuban sana, tanahnya yang termasuk tanah gerak (sering retak) sehingga untuk membuat pondasi rumah harus di gali yang dalam. Berbeda dengan pondasi rumah yang ada di Mojokerto, karena tidak termasuk tanah gerak maka pondasi rumah cukup 30 centimeter saja tanpa di cor. Cara membuat pondasi di mojokerto juga cukup mudah dan unik. Dengan batu sungai yang dimasukkan kedalam galian, kemudian di urug dengan luluh (adonan semen dan pasir) kemudian disiram air. Praktis sangat cepat dan tidak memerlukan material pasir dan semen yang banyak.

Membangun Pondasi Rumah

Tetangga dekat rumah (mojokerto) yang merupakan pasangan muda, sama seperti saya berniat membangun pondasi rumah. Letaknya di halaman belakang rumah orang tua mereka. Material bangunan yang diperlukan berupa batu sungai, batu bata, semen, pasir dan sedikit kapur untuk campuran luluh. Semua material sudah terpenuhi tinggal membangunnya saja, kebetulan tukang yang diapakai adalah tetangga juga.

Saat mengawali membangun pondasi rumah, diadakan selamatan terlebih dahulu. Selamatan dalam konteks berdoa bersama dengan di sediakan ambeng/tumpeng untuk disantap bersama. Saat itu hari minggu, kebetulan saya ikut mengerubungi tumpeng dan siap untuk kerja bhakti membantu menjadi tenaga angkat-angkat. Doa bersama di hadiri 21 orang baik tua maupun muda, minimal membantu doa tidak masalah, walaupun konsekuensinya setelah ikut berdoa tinggal bilang amin..amin dapat bungkusan nasi dari tumpeng tersebut.

Adat-istiadat yang bagus dari nenek moyang kita masih dilakukan sampai sekarang ini, gotong royong membantu tuan rumah membangun pondasi tetap dilakukan tanpa biaya. Biasanya para tetangga dekat radius 100 meter dari rumah si empunya hajat ikut memberikan bantuan tenaga angkat-angkat material untuk membangun pondasi rumah. Dan adatnya cuma setengah hari kerja, jadi selepas adzan dhuhur mereka sudah laut atau berhenti dalam memberikan bantuan tadi.

Tabiat orang itu berbeda, ada yang baik dengan tetangga ada yang kurang baik dengan tetangga. Artinya kurang baik itu tidak pernah srawung/ bersosial dengan tetangga. Begitu tumpeng sudah di bagikan peserta doa bersama ada yang balik lagi untuk memberikan bantuan tenaga angkat-angkat ada yang tidak balik lagi seperti saya.

Pengerjaan membangun pondasi rumah yang normalnya satu hari selesai, malah terselesaikan dalam waktu 3-4 hari. Karena warga sekitar juga malas untuk memberikan bantuan tenaga, walaupun membantu paling cuma 1 jam langsung kabur. Yang penting memperlihatkan batang hidungnya, katanya.

Saya sendiri juga jarang srawung / bersosial dengan penduduk sekitar karena keadaan. Berangkat pagi pulang malam menjadi anggota tetap gerombolan kereta api. Yang menjadi pelajaran bagi saya, gotong royong masih dilestarikan di Dlanggu, Mojokerto, sementara di Rengel - Tuban tempat saya lahir, gotong royong sudah mulai punah bahkan nyaris tidak ada. Begitulah.

Mudik Gratis Kereta Api Pemprov Jatim 2015

6 Comments
Ada info Mudik Gratis Kereta Api dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur 2015 khusus untuk warga Jawa Timur yang ingin mudik ke kampung halaman. Keberangkatan awal mudik gratis kereta api di mulai dari Surabaya (Surabaya Gubeng, Pasar Turi dan Sidoarjo). Rencananya ada sekitar 89.000 penumpang yang dapat diangkut dengan kereta api. Program ini hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan PT KAI sebagai operator kereta api di Indonesia.

Kemana saja tujuan mudik gratis kereta api di Jawa Timur? Dari Surabaya ke Blitar lewat Mojokerto, Jombang, Kertosono Kediri Tulungagung Blitar. Surabaya Bangil Malang Kepanjen Blitar. Sidoarjo Surabaya Lamongan Babat Kapas Bojonegoro. Surabaya Mojokerto Jombang Sembung Kertosono. Surabaya Mojokerto Jombang Kertosono Nganjuk Madiun. Surabaya Bangil Pasuruan Probolinggo Jatiroto Jember Kalisat Kalibaru Banyuwangi.

Armada Kereta yang digunakan adalah KA Rapih Dhoho rute Surabaya Blitar lewat Kediri, KA Penataran Surabaya Blitar lewat Malang, KA KRD Kertosono Surabaya Kertosono, KRD Bojonegoro Sidoarjo Surabaya Bojonegoro, KA Arjuno rute Surabaya Madiun, KA Probowangi rute Surabaya Banyuwangi.

Waktu pelaksanaan mudik gratis pemprov jatim ini dimulai dari arus mudik pada tanggal 13-16 Juli 2015, arus balik pada 19-22 Juli 2015. Pemesanan tiket mudik gratis lebaran ini dapat dipesan pada tanggal 13 Juni 2015 atau satu bulan sebelum keberangkatan kereta.

Mudik Gratis Kereta Api Pemprov Jatim 2015

Sayarat mengikuti mudik gratis ini cukup dengan memesan tiket di loket stasiun dengan melampirkan fotokopi KTP atau kartu keluarga jika yang diajak mudik adalah anggota keluarga terutama yang belum punya KTP. Silakan isi formulir pemesanan warna biru dan tentukan tujuan dan waktu mudik anda bersama kereta api. Jangan lupa arus baliknya dipesan sekalian biar tenang saat ber-hari raya di kampung halaman.

Cukup sekian informasi dari saya tentang Mudik Gratis kereta api Pemprov Jatim tahun 2015 ini semoga bermanfaat bagi anda semua. Bocah Penjaja Payung

Bocah Penjaja Payung

46 Comments
Istilah penjaja payung memang agak asing, yang familiar sebenarnya ojek payung, namun ojek terasa agak asing juga karena ojek identik dengan motor. Baiklah, saya pakai istilah penjaja payung saja, kemarin (29 Januari 2015) setelah pulang kerja pukul 16.00 hujan turun dengan deras di langit jalan Sulawesi Surabaya. Saking derasnya sampai "embonge banjir", embong adalah penyebutan jalan bagi warga surabaya. Jalan banyak tergenang air bahkan membentuk sungai dadakan.

Saya berpikir jika saya jalan kaki dari tempat kerja sampai dengan Stasiun Gubeng, akan memakan waktu 30-40 menit karena medan banjir, namun jika keadaan normal saya tempuh 15-20 menit saja. Dan jika saya jalan kaki di medan hujan yang lebat kemungkinan saya ditinggal kereta. (gimana kalau saya yang ninggal kereta, gantian, hehe). Dalam keadaan terpaksa, saya nunut (nebeng) teman sekantor yang rute nya melewati Stasiun Gubeng dan alhamdulillah ada. Sebagian besar jalan yang kami lewati tergenang air setinggi 30-40 cm, banyak motor mogok alias yang disebabkan oleh busi terendam air atau karbu kemasukan air. Alhamdulilah kami lancar sampai stasiun gubeng.

bocah penjaja payung

ojek payung

Diarea parkir Stasiun Gubeng sudah banyak bocah-bocah penjaja payung, ojek payung. Rata-rata usia mereka 8-10 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Saya langsung di sambut mereka "payung mas", saya jawab tidak mas. Yang membuat saya tertarik adalah tingkah mereka lucu-lucu dan diraut wajah mereka hanya senang dan senang dengan ditunjukan tawa yang lepas di dinginnya hujan yang lebat. Kalau saya hujan-hujan sudah masuk angin kali ya?. Jika ada mobil masuk area Stasiun Gubeng baru mereka berlari menyambut penumpang mobil tersebut berharap ada yang memakai jasa bocah tadi. Menajakan payung/ojek payung memanfaatkan hujan dan payung untuk mendapatkan uang jajan. Sepertinya mereka tidak mengejar untuk mendapatkan uang, disatu sisi mereka hujan-hujan karena senang, di lain sisi memanfaatkan payung untuk membantu orang agar tidak kehujanan tentunya untuk dapat uang jajan juga.

Perilaku mereka juga masih tergolong sopan, artinya tidak memaksa orang untuk menggunakan jasanya. Mereka menawarkan dengan santai, ada yang pakai jasanya ya diantar tidak ada yang mereka hujan-hujan, simple saja. Saya cukup lama mengamati tingkah polah mereka sebelum KA Dhoho tujuan Mojokerto datang di Jalur 1. Semoga, mereka tidak terserang demam, dan sehat selalu.