Home » » Ikhlas Karena Allah

Ikhlas Karena Allah

Ikhlas karena Allah yaitu berharap ridho Allah. Hanya kepada Allah lah kita berharap atas apa yang kita lakukan di dunia ini. Ikhlas sendiri dapat berarti tanpa pamrih atau tidak mengharapkan imbalan. Ketika kita memberikan sesuatu kepada seseorang maka kita ikhlas tidak meminta pamrih orang yang kita bantu, tetapi pamrih kepada Allah yaitu mengharap ridhoNya. Apakah ini bisa disebut ikhlas karena masih mengharap ridho dari Allah Swt. Menurut subyektivitas saya pribadi yang pasti banyak salahnya, ikhlas itu tidak mengharapkan pamrih kepada makhluk ciptaan Allah, kepada Allah lah kita bergantung dan memohon segalanya. Jadi mengharap ridho Allah itu sudah termasuk dalam ilkhlas. Karena ilmu saya hanya nakiroh saja belum pada tataran makrifat.

Ketika ada seorang atau kelompok orang memberikan bantuan kepada korban banjir dengan adanya embel-embel cap atau tanda pengenal kelompok tersebut, dengan niat agar korban banjir dapat berafiliasi dengan kelompok tersebut atau untuk mengenalkan kelompok tersebut kepada korban banjir. Sesungguhnya kelompok ini telah menodai nilai ikhlas itu sendiri. Niat adalah pijakan utama apakah ikhlas atau tidak.  Atau ada calon gubernur yang membagikan uang agar memilih dirinya saat pemilihan. Adakah niat ikhlas karena Allah.

Ikhlas itu sendiri akan menimbulkan rasa plong atas perbuatan kita, rasa tanpa beban itulah yang menjadi kenikmatan dalam hidup. Seperti cuplikan lagunya Genk Kobra " Sleman Sembodo, eman-eman marai gelo". Apa yang kita miliki jika dieman-eman atau merasa memiliki suatu saat kehilangan maka akan sakit hati. Sakit hati sesakit-sakitnya karena ada rasa memiliki tadi. Coba kalau diikhlaskan pasti tidak ada beban sama sekali. Contoh, ketika bapak, saya memanggilnya " pak'e " meninggal dunia tahun 2008 silam, ketika itu posisi saya di kota Jember. Waktu tempuh jember tuban 7-8 jam perjalanan, dan ketika saya sampai pasuruan atas saran dari pak lek saya, jenazah harus segera dimakamkan agar para pelayat tidak kelamaan menunggu. Ya, menunggu seorang saja harus mengorbankan banyak orang.  Maka saya langsung berseru dalam telepon berangkatkan saja denga konsekuensi saya tidak bisa melihat wajah bapak saya terakhir kalinya. Terakhir saya melihat bapak 2 bulan kebelakang. Apakah ini termasuk ikhlas atau tindakan tidak rasional, entahlah. Prinsip saya sleman sembodo, eman-eman marai gelo , itu saja.

Ikhlas memang berhubungan dengan niat dan niat ada di hati. Siapapun tidak bisa menebak hati seseorang kecuali ya lathif, Allah Swt. Kita tinggal memantapkan hati dan niat yang suci untuk mengharap ridho Allah dalam segala hal, ikhlas karena Allah. Semoga bermanfaat.


Eman-eman marai gelo




134 komentar:

  1. Absen dulu...ndak sempat baca. nanti siang...mau berangkat nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah dipertemukan kembali di senin yang segar ini, selamat mengajar ibu guru, semoga ilmu yang di transfer barokah dan bisa berguna bagi peserta didik.

      Delete
    2. Wuih Mbak Indah, jam segini udah Blogwalking ya..
      Selamat pagi semua..

      Delete
    3. selamat pagi mas boku..semoga aktivitas lancar

      Delete
    4. wahh, pagi2 udah ngumpul nih.
      silaturahim yang indah

      Delete
    5. menyapa di senin pagi yang segar ini.
      siap berangkat kerja mas zach ?

      Delete
    6. ngobrol terus, kapan ngopinya atuh?!
      #nyeruput kopi yang tinggal ampasnya

      Delete
    7. nimbrung ngopi bareng disini ah... mana kopinya mana....

      Delete
    8. saya datang membawa kopi dan sukun goreng, ayo nimbrung yok,
      kang cilembu : ini ada kopi lagi kang
      mang yono : ini mang kopinya masih panas

      Delete
    9. maaf datang dengan terlambat, bagian saya mana...?

      Delete
    10. khusus mas agus bg masih ada pisang goreng sama es cendol

      Delete
    11. saya dateng kemalaman...di suguhin apa dong mas :)

      Delete
    12. saya dateng kemalaman...di suguhin apa dong mas :)

      Delete
    13. mas budi masih ada kopi , saya belikan singkong goreng

      Delete
    14. pas banget nih mas.....ujan2 ngopi nyambi ngemil gorengan roti sumbu...hehe

      Delete
    15. mas budi : alhamdulillah pas dengan suasananya
      mas agus bg : cendol dawet ayu yang jual abegeh

      Delete
  2. ikhlas itu memang usursan hati dengan Allah ya mas..
    semoga kita dijadikan orang-orang yang ikhlas..amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. sejuk sekali pagi ini.
      aamiin, semoga doanya menjadi fadhillah buat kita semua

      Delete
    2. amin.. malam begini semakin hangat baca disini...

      Delete
  3. jika kita melakukan sesuatu ikhlas karena Allah, InsyaAllah pahala mengalir deras, hati menjadi tentram.
    dari kisah Alm. Bapak mas agus, mungkin Allah menilai niat baik mas Agus agar orang tidak lama menunggu sebagai pahala. jadi itu sepertinya tindakan yg benar, asalkan benar2 ikhlas..hhe

    btw sleman sembodo, eman-eman marai gelo artinya apa mas??

    eh iya diparagraf 1 ada yg salah ketik tuh, ayoo coba cariii :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget Mas Gilbert.
      bener banget.

      Sleman adanya di Yogyakarta Mas, kalo Pekanbaru di Riau.

      Delete
    2. bener bagnet mas fian, salahnya yang fatal sudah saya betulkan, terima kasih koreksinya.
      sleman sembodo, eman-eman marai gelo, terjemahan bebas dalam bahasa indonesianya :
      semakin kita jatuh cinta semakin sakit hati saat kita kehilangannya.
      betul gak sih ?

      Delete
    3. maksud saya tulisan rodho mas, hehee..saya malah ga tau yg mana yg dibetulkan..:D

      ooh gitu toh, jadi bertambah nih perbendaharaan bahasa saya. di google translete ga ada.

      @masedievanhelen, kalau klepon dimana mas?

      Delete
    4. heheh, kalah mata mas sudah agak lelah..terima kasih kembali koreksinya, kayak dosen pembimbing ya mas..
      iya mas artinya seperti itu, itu cuplikan lagunya genk kobra dengan judul ngayogyakarta

      Delete
  4. pengalaman Mas Agus hampir sama dengan saya. saya ada di Semarang yang 6-7 jam dari Cilacap. Bapak meninggal dan saya harus ikhlas untuk tidak menyaksikan wajah bapak untuk terakhir kalinya. harus ikhlas, meski pasti kecewa. saya bisa memahami sekali dari konteks ini Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ternyata kita sama-sama merasakan keadaan cemas dan kangen bingung, saya juga merasakan seperti itu mas zach, tapi tetep harus legowo.
      terima kasih atas empatinya mas zach :)

      Delete
    2. mencoba menyelami perasaan bapak bapak sohib baikku nan ngga ganteng ini.

      #kasih senyuman yang paling manis ah...;O)

      Delete
    3. terima kasih kang cilembu, masih gantengan mas zach karena sudah punya dua anak, hehe

      Delete
    4. Ternyata kedua sahabat ini mempunyai kisah yg sama. saya juga coba menyelami perasaan brader2 yg tampan ini..

      pasti manis sekali senyuman mang cilembu. jadi penasaran

      Delete
    5. tambah lagi sobatku yang ganteng, ah jadi gemes

      Delete
    6. kita semua ganteng, kecuali Akang Hadi.

      Delete
    7. ganteng karena bisa komen di blogger

      Delete
    8. persahabatan keduanya kisahnya sama, mana2 yang ganteng...

      Delete
    9. yang paling ganteng tanya ibu masing2, hihi

      Delete
    10. ibuku bilang akulah anak yang paling ganteng sedunia, yang yang tidaK

      Delete
    11. ibu ku bilang aku anak sholeh dan tentunya ngganteng

      Delete
    12. ibuku bilang aku anak singkong, walaahh...

      Delete
    13. suka nyuri singkong tetangga ya

      Delete
  5. met pgi sob wah postingan yng sngat bgus skali sobat. Perlu d ikuti,ni hehehe.

    ReplyDelete
  6. Huehehehe. saya komen disini juga iklas kok mas. hehe

    Blogwalking sobat....Happy Blogging....

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh mas saya juga ikhlas menerima nya

      Delete
  7. wah kalau posisinya seperti kejadian tahun 2008 yang dialami, ke'nya berat untuk saya bisa seikhlas kang agus...
    Alhamdulillah bapaku diusia 70 tahunnya masih sehat dan masih ngoboy euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dikuat-kuatkan aja kang cilembu,
      alhamdulillah semoga sehat salau ya kang, masih gaul sepertinya ya

      Delete
    2. tapi bapaknya Kang Cilembu pasti nggak sekoboy anaknya deh

      Delete
    3. aaaamiiiin...makasih do'anya

      bapakku malah bertopi koboi, saya tidak?!
      besok beliau muncul diblog, sstt..cewenya masih cantik loh...hehehe

      Delete
    4. oo, saya tahu, ini anaknya kang ubi yang komen. hayo ngaku

      Delete
    5. anak dari ibu yang mana hayoo...

      Delete
    6. lho banyak ibu nya tho, saya baru tahu

      Delete
  8. yapp bner mas,,
    ikhlas itu sesuatu yang sangat penting .
    sebenarnya sederhana . tapi untuk dilakukannya agak susah .
    hehe semoga qt bisa terus menjadi orang yang ikhas ya mas .
    intinya lakukan yang terbaik, mengenai ikhlas atau tidaknya biar Allah yang menilai :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini saya setuju mbak iin, yang penting kita niat untuk lillahi ta'ala aja... :)

      Delete
    2. Iin Indriani udah cantik, bijaksana pula...#tuiiing gubrag..plek

      Delete
    3. secantik bidadari sebijaksana bapak hakim

      Delete
    4. pujangga yang tak punya kata kata

      Delete
  9. tetep memfollow meskipun tidak difolbek
    tetep komentar meskipun tidak dikomen balik
    itulah yang namanya:

    IKHLAS DALAM NGEBLOG ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini tipe orang yang ikhlas sekali, dan saya setuju sama mbak uswah..
      memang ikhlas mudah diucap tapi agak sulit diperbuat

      Delete
    2. saya setuju Mbak Uswah.
      bener2 seorang uswah (teladan)!!

      Delete
    3. saya baru tahu kalau uswah itu telada, makasih mas zach sudah mencerahkan

      Delete
    4. ya betul saya salah lagi dan lagi-lagi typo

      Delete
  10. bener mas ikhlas adalah ukuran diterima atau ditolaknya suatu amal, semoga almarhum diterima disisiNya, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allahumma Amiin..
      terima kasih doanya mas

      Delete
  11. pengalaman mas agus mengingatkan pengalaman mamang juga, kalau mamang dulu ditinggal meninggal Bapak pada umur 2 tahun, dan ditinggal Ibu meninggal umur 5 tahun jadi belum mengenal wajah kedua orang tua .... tapi Ikhlaskan saja ah, meskipun suka kanen kalau pas hari lebaran orang lain pada ngumpul bersama keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengalaman mang yono malah lebih dahsyat mang lebih menyentuh hati karena sudah yatim piatu dan harus survive mengarungi kehidupan.

      Delete
    2. ya mas, tapi alhamdulillah mamang bisa sekolah meskipun tidak berkuliah.. tapi mamang berterimakasih banget kepada nenek plus kakek yang sudah menyekolahkan mamang, serta di bantu guru2 mamang yang memberikan lapangan pekerjaan di bengkel sekolahan sampai mamang lulus STM ... ups malah curhat ya mas heheheh

      Delete
    3. ndak papa mang, biar ada yang meniru cara survive mang yono sekarang keliling indonesiah dengan ditemani abegeh di sepawat terbang..
      kalau saya cukup naik becak aja mang. hehehe

      Delete
  12. Saya jg pernah (lama) di jember mas. Mas Agus jember mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya di sumbersari mbak, kalau mbak dimana ?

      Delete
    2. Sumbersari RRI apa satlantas? saya paham banget klw kota itu.
      **Cling ...menghilang

      Delete
    3. kejauhan mbak, jalan karimata tembus jalan halmahera, wah habis jadi penyiar RRI ya, aku ada temen penyiar pro 2.

      Delete
    4. cieh cieh cieh...
      asiek mojok sendiri nih yeeee

      Delete
    5. he eh mbak, jadi anak kos di situ

      Delete
    6. kalau mamang ndak ngerti daerah jember... ada yang nanya ndak ya... heheheh

      Delete
    7. jangan2 masih saudara, ahihihi
      mang yono : jember itu daerah timur selatan pulau jawa sebelum banyuwangi, jarak tempuhnya terlalu lama karena tidak ada sepawat. dulu ada rencana pengoperasian bandara notohadinegoro tapi sampai sekarang lapternya jadi tempat balapan merpati

      Delete
    8. ciiehh cieehh... saudara lain bapak lain ibu ahi..ahi...

      Delete
    9. ahi hi hi hi...kalau itu saudara dari mbah nabi adam

      Delete
  13. Ini kucing q kok d uplod...yg puny kucing gk ikhlas

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada kucing diatas magikom kok unik ya difoto aja, itu nyo e mbak nyunyu

      Delete
  14. nangissss tersedu membaca ini. Gustiii Engkau lebih tau kapasitas hambaMu...betapa besar jiwa anak manusia ini..terimakasih atas ribuan kekuatan untuknya..Tuhan.
    *komentar habis ngusap air mata: ngucingnya ngapain disitu mas Agus..mesakke men kwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas komen yang dahsyat ini, ada energi kuat penyemangat hidup, yang lalu biarlah berlalu. :)
      itu kucing lagi seneng sama magikom hehehehe

      Delete
    2. komennya sedahsyat apa nih Mas

      Delete
    3. mas zach ikut2 aja deh kwkwkkw
      mas Agus...sepakat dehhh...semangka ya??? taukan semangka?? semangat kaka hehhee
      ih mang yono kok cuma nyimak komentarku hehhehe

      Delete
    4. dahsyat motivasinya mas zach
      mang yono boleh kok nyimak asal ada tempe gorengnya.
      mbak amri semangaka itu yang bisa ngglundung ya

      Delete
    5. terpesona melihat yang koment heheheheh

      Delete
    6. jangan terpesona dengan saya lho mang, hihihii

      Delete
  15. beramal atau sedekah secara ihklas memang sulit sobat. apalagi nilainya cukup besar..

    memang begitulah sifat manusia, pengen di pandang oleh orang lain..

    semoga kita semua di beri kekuatan untuk meluruskan niat sedekah kita.. amin

    ReplyDelete
  16. beramal atau sedekah secara ihklas memang sulit sobat. apalagi nilainya cukup besar..

    memang begitulah sifat manusia, pengen di pandang oleh orang lain..

    semoga kita semua di beri kekuatan untuk meluruskan niat sedekah kita.. amin

    ReplyDelete
  17. ikhlas itu berat, tp klo dibiasakan akhirnya bs juga.... *smile

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, semua karena laatihan sehingga jadi terbiasa ya mas

      Delete
    2. awas ada lalat. ntar jadi tai lalat loh

      Delete
    3. andeng-andeng nok nduwur lambe, ojo dipandeng wes ono sing nduwe

      Delete
  18. ngomong2 soal ikhlas,saya kurang happy dengan pekerjaan yang terlalu memakan banyak waktu(ikhlas nya 50%)tapi jika hal ini tidak di lakukan krisis ekonomi di keluarga bakalan terjadi hehe...sampai2 jarang blogwalking ,mohon sobat bisa memaklumi nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. doaku selalu menyertaimu sobatku, semoga lancar jaya rejeki mengalir banyak

      Delete
  19. susah ngomongin ikhlas itu....
    ane cuam bisa ngasih... ilustrasi..
    ikhlas itu kaya Orang buang hajat (buang air besar), untuk penafsiran... di serahkan.. ke masing2 dari kita...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, ikhlas memang susah tapi ada juga yang plang plong tanpa ada rasa pertimbangan apapun saat berbuat sesuatu

      Delete
  20. kalau menurut ane yang namanya itu paling susaaaah banget mas , walaupun di bibir blang iya tapi di hati blum tentu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini yang paling susah ya mas..saya juga belum bisa full ikhlas

      Delete
  21. yang paling banyak itu kalo pas ada musibah, pasti bendera parpol banyak berkibar. ironi!!1

    ReplyDelete
  22. ikhlas adalah perlu kebiasaan dan proses. Jika ngomongin partai semua pasti ada embel embelnya. Jangan lupa coblos partaiku !

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas djangkaru kebiasaan dan olah batin yang terus menerus.
      karena partai yang dikejar adalah suara maka tariklah simpati calon pemilih

      Delete
  23. perlu bersyukurlah saya karena keduanya masih ada...

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah mas, rawat dan patuhilah insya Allah urusan mas agus bg lancar

      Delete
    2. amin, iya mas berbakti jadi anak yang baik, mas agus s juga begitu sama sang ibu ya...

      Delete
    3. siap mas agus bg sudah mengingatkan

      Delete
  24. wkwkwk,,,itu kucing pelit amat..sampe2 gk boleh di ambil nasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena kucingnya lagi eman sama nasinya dan tidak rela nasinya diambil orang,hihihi

      Delete
    2. kucing ihh, pasti kucing garong ya

      Delete
  25. tujuannya udah bagus....tapi embel embelnya sangat di sayangkan ya mas...
    bila satu organisasi / individu niat beramal .....ada unsur kepentingan ...yg saat ini sering kita liat di tv :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau partai kejar simpatisan kalau tivi kejar rating,

      Delete
    2. Klo saya kejar setoran hhe...

      Delete
    3. Klo saya kejar setoran hhe...

      Delete
    4. kalau saya kejar tayang aja deh

      Delete
  26. Replies
    1. kucingya ibu mas, hehe
      ini kucing manja banget, ibu kemana aja diikuti belanja juga ikut tidur ikut, haalah

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh

Blog Archive