Home » » Ikatlah Ilmu mu

Ikatlah Ilmu mu

Assalaamu'alaikum warohmatullah. Sahabat Ali Bin Abi Tholib berkata : " ikatlah ilmu dengan menuliskannya". Ilmu bisa kita dapatkan melalui belajar langsung pada sumber ilmunya seperti belajar pada kyai di pesantren, belajar di sekolah, yang penting bejalar melalui gurunya langsung. Yang kedua dengan cara otodidak bisa dengan praktik langsung trial and eror atau membaca buku. Membaca buku dangat dianjurkan untuk membuka tabir ilmu pengetahuan karena buku sendiri hasil dari pemikiran sang maha guru. Membaca buku tidak perlu membelinya, cukup datang ke perpustakaan atau pinjam di persewaan buku kecuali jika mampu untuk membeli buku. Ada sebagian kolektor buku yang enggan meminjamkan buku nya dengan alasan nanti rusak atau hilaang di pinjamkan ke orang lain tanpa seijinnya. Sebenarnya dengan meminjamkan buku berarti ikut berbagi ilmu pengetahuan dengan mentransfer ilmu itu sendiri.

Setelah membaca buku dan melahap informasi didalamnya sebagai kumpulan dari ilmu pengetahuan kemudian ilmu itu mengendap dalam otak kita. Sebaiknya kita salurkan dan kita turunkan kepada orang lain. Memberi manfaat dengan menyalurkan ilmu kita merupakan perbuatan kebajikan. Ketika kita ingin menurunkan ilmu kita agar jariyah, salah satunya dengan menyalurkan, mengajarkan ilmu (kebaikan) kita kepada orang lain sehingga menimbulkan manfaat. Ilmu yang kita tularkan tersebut akan menjaga kita. Ilmu yang kita tularkan akan menjaga ilmu itu sendiri agar tidak musnah tidak membekas bukan malah menyaingi sumber pemberi ilmu.

Cara lain nya adalah dengan menuliskan ilmu yang kita punyai ke dalam buku ataupun bentuk coretan lain. Konon katanya ada orang yang tersesat didalam jurang yang dalam dan dianggap sudah meninggal oleh orang kampung. Orang yang tersesat ini bersandar di dinding jurang sambil melihat bekal yang menipis. Kemudian dia melihat dinding tembok ada sebuah tulisan panjang membentuk suatu makna kemudian di bacanya. Ketika sampai pada beberapa bait ia menjelma menjadi orang sakti karena bacaan tadi merupakan ilmu turunan yang telah lama punah tanpa pewaris. Akirnya dia menguasai ilmu yang punah tersebut secara tidak sengaja. Dia bisa kembali ke kampung asalnya setelah 40 hari dianggap hilang kesasar di jurang.

Sekarang kita bisa menuliskan ilmu yang kita punya melalui kertas berupa buku atau di dunia maya sekalipun.  Buku juga bisa digandakan berapa pun banyaknya. Setelah revolusi guttenberg semua tentang percetakan menjadi lebih mudah, penggandaan buku menjadi lebih mudah, kalau dulu sebelum revolusi guttenberg kalau ingin membuat buku 5 kopi ya harus menulis dari awal sebanyak 5 buku. Semoga bermanfaat.

43 komentar:

  1. yang tentang orang yang jatuh ke jurang itu, boleh juga tuh ya Mas. keren banget. layak difilm-kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kasihan ya mas orang jatuh kejurang tapi malah sakti,
      cerita tentang kera sakti yang pergi kebarat hanya untuk mencari ilmu yang dituliskan :)

      Delete
    2. ternyata kera sakti ya?? wkwkw

      Delete
  2. Setuju sekali saya dengan artikelnya... belajar itu bisa diperoleh dengan berbagai cara, ya datang langsung ke majelis dimana sang guru berada, membaca buku, bahkan sekarang kita sudah dimudahkan untuk dapat mendengarkan ilmu2 yang bermanfaat lewat audio maupun audio visual seperti radio, teve dan juga via internet. Dengan mudahnya generasi sekarang ini untuk memperoleh ilmu sehingga tiba2 orang awam dapat saja berceloteh bak guru besar di dunia maya padahal ia baru memperoleh ilmu yang tidak seberapa via internet dalam waktu singkat (cermin pribadi). Dan itu juga menjadi suatu perhatian buat kita karena tidak semua ilmu yang dilimpahkan pada kita sekarang ini benar, harus extra check and recheck. Dan seperti yang sobat katakan, ketika ilmu sudah sampai kepada kita hendaklah juga disebarkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah ditambahkan , iya melalui audio , video juga bisa belajar. dan betul juga kalau ilmu yang kita baca dari buku perlu disaring. Jangan2 ini malah menyesatkan atau bahasa ilmiahnya counter knowledge.
      terima kasih atas atensinya sobatku gen q

      Delete
  3. walaikum salam sobat. wah bagus,ni mas sangat bagus postingannya mas trmksih dah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sobatku semoga bermanfaat

      Delete
  4. Replies
    1. kalau yang jatuh di jurang itu konon katanya lho...
      kalau yang legenda kera sakti coba di telisik di tivi, fakta atau dongeng, kalau untuk ikatlah ilmu mu dengan menuliskan itu jelas fakta.
      Al Qur'an sebagai Firman Allah awalnya ditulis di lontar dan tulang, bagaimana jika tidak ditulis ?

      Delete
  5. berbagi ilmu sangatlah penting untuk masa depan generasi selanjutnya, cerita terakhir menarik mas, menjadi orang sakti setelah membaca tulisan di dinding, hebat.
    ada pepatah bijak, "tulis apa yang kita lihat, lihat apa yang kita tulis"
    oh iy, ada sebuah award buat mas Agus, di bungkus ya mas, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mas, atas kunjungannya.
      saya bungkus ya belum bisa menuliskannya tapi e.
      tapi pasti saya tulis.
      terima kasih kembali mas

      Delete
  6. bagus ni mas postingannya.... terus orang yang jadtuh ke jurang tersebut sekarang dimana ehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang jatuh sudah menghilang kembali mang, orang sakti tidak boleh lama2 berkeliaran di bumi.
      hehe

      Delete
    2. wah kok cepet sih tadinya mamang mau minta TANDA TANGAN heheheh

      Delete
    3. tanda tangannya aja mahal mang nanti malah di suruh bayar pake hasil panen mang yono

      Delete
  7. Saya tambah lagi yah? selain ilmu dicatat.....tapi juga dibagikan selala ilmu itu membawa kebaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas tambahannya mbak indah.
      itu juga boleh bisa jadi amal jariyah seperti doa anak kepada orang tua yang menemani kita di alam barzakh

      Delete
    2. iya, saat ilmu diamalkan, maka indahnya ilmu itu. menjadi lahan ganjaran yang tiada pernah berhenti mengalir.

      Delete
  8. setuju sekali sob, berbagi ilmu yg kita miliki itu gak akan bikin ilmu kita menjadi berkurang, justru ilmu kita akan semakin bertambah...dan supaya ilmu itu tdk hilang begitu saja, alangkah baiknya ilmu itu perlu dicatat. bentuknya ya bs bermcm2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sipp mas penghuni 60 biar lebih komplit dibagikan aja ilmunya

      Delete
  9. benularkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain mank diwajibkan oleh agama ya bang, selain bisa menolong kelak di akhirat, juga menjaga ilmu tersebut :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. menjadi amal jariyah mas goyang patah patah
      terima kasih atas atensinya

      Delete
  10. yah, sangat menyukai postingan ini..

    Ilmu haruslah di tuliskan untuk di abadikan, agar bisa di pelajari kembali atau di wariskan :)

    #bukan ototidak mas, tapi otodidak, hehehe :) MAAF

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas pembetulannya mbak etika :) keburu nulisnya. hehe
      selain menjadi amal jariyah yang tak pernah putus2nya juga bisa menjadi khasanah ilmu itu sendiri mbak
      sekali lagi terima kasih

      Delete
    2. ote ote juga boleh pake lombok ijo

      Delete
  11. saya datang,,, follow donk ke blogku.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sambut dengan suka cita

      Delete
    2. saya sudah follow lama mas di blog mas 18 maret 2013

      Delete
  12. maaf baru bisa dateng,maklum modemnya lagi lemot musim hujan,oh ya artikel nya betul sekali kang ilmu untuk diamalkan bukan untuk didiamkan ya kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak apa mas zigzoor, sama ini juga lagi lambat modemnya, terima kasih atas kunjungannya mas

      Delete
    2. modemnya perlu dirawat di tempat Kang Asep tuh Kang, hehe

      Delete
    3. hehe dirawat apa ganti pemilk

      Delete
  13. kunjungan pagi mas, sambil cari - orang yang sakti jatuh ke jurang.... sambil tes ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan masuk mang, ini ubinya di makan sekalian sama tehnya.
      orangnya mana ya kang kok dari tadi yang dicari belum muncul

      Delete
  14. dengan blogging kita juga bisa berbagi ilmu ya mas, menuliskan it bisa dimana saja. yang penting niat kita ikhlas untuk berbagi. InsyaAllah jadi amal jariyah yang tiada putus2nya...
    dan orang yang berilmu kan derajatnya ditinggikan oleh Allah :)

    saya follow blognya y mas,

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah terima kasih mas, silakan di follow dan saya mereasa bersalah jika tidak follow blognya mas fian

      Delete
  15. Rajin Ngeblog....juga bisa dapet ilmu ya mas :)

    ReplyDelete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh

Blog Archive