Home » » Perdebatan Penentuan Awal Ramadhan di dalam Kereta

Perdebatan Penentuan Awal Ramadhan di dalam Kereta

Penentuan awal ramadhan di Indonesia antara organinasi keagamaan satu dengan lainnya kebanyakan berbeda. Implikasinya umat juga menjadi berbeda pandangan walaupun tetangga kadang juga di rewangi tidak saling sapa. Aneh dan unik mengapa perbedaan yang selalu di agung-agungkan bukan nilai kesamaan yang di jadikan panutan. Padahal nilai kesamaan lebih banyak dan mendasar, yaitu sama-sama islam dan sama-sama sholat maupun puasa. Kalau memang ada yang di perdebatkan mungkin saja ada yang beranggapan duluan mana masuk surganya.

Berbicara masalah perbedaan penentuan awal ramadhan kali ini saya yang acuh dengan perbedabatan ini malah dapat sajian yang cukup enak untuk di simak. Tanggal 09 Juli 2013 di dalam kereta api Rapih Dhoho dari surabaya menuju Mojokerto, kertosono , tulungagung saya dan dua orang teman duduk dengan formasi saling berhadapan. Karena memang kereta api ekonomi tempat duduknya saling berhadapan bukan saling membelakangi. Yang satu seorang PNS Provinsi Jatim umurnya sudah setengah baya, satunya lagi masih muda seperti saya bekerja sebagai sales spare part sepeda motor. Pertama duduk dan saling mengobrol tentang keterlambatan kereta api rapih dhoho yang memang sering telat dari pada tepatnya. Kemudian entah dari mana asalnya mereka ini memperdebatkan penentuan awal ramadhan. Seorang bapak PNS ini sudah puasa dengan mengikuti saudara kita dari Muhammadiyah sedangkan istri dan anaknya di rumah mengikuti pemerintah atau katakan saja ikut saudara NU. Bapak ini mengunggulkan dalil dan logika yang beliau ketahui tentang ilmu hisab, bukan ahli hisab (merokok) bahwa penanggalan itu runtut tidak mungkin meleset. Sedangkan mas yang masih muda tadi menanggapi, karena telah membaca di harian online bahwa rukyatul hilal itu kurang sekian derajat dan belum dikatakan masuk satu ramadhan. Bapak tadi menimpali coba besok malam di lihat bulannya sudah tinggi dan terjadilah perdebatan seru yang tidak ada moderator dan satu pengen diakui kebenarannya begitu pula satunya. Pokoknya seru banget, saya hanya sebagai pendengar setia karena saya tidak tahu apa-apa tentang ilmu hisab dan ilmu rukyatul hilal.

Tiba-tiba kaca jendela bagian atas kereta api lepas dan bunyinya keras sekali, duaar. Memang sejak kereta dirancang ber AC kaca jendela bagian atas dirancang tidak bisa di buka. Berhubung AC tidak menyala terpaksa jendela atas di buka dengan mencongkel dan berhasil. Tapi ya itu tadi gampang lepas dan bunyinya keras, kalau tidak menyadari kalau jendela gampang lepas pasti akan terkejut. Dan bunyi keras tadi membuyarkan perdebatan penentuan awal ramadhan tadi kemudian berganti topik yang lain yang tidak sensitif. Kalau tidak ada kagetan bunyi jendela tadi pasti sampai mojokerto perdebatan sengit masih saja berlanjut. Berdebat dan berbeda pendapat boleh saja asal tidak terbawa emosi dan mencari siapa yang paling benar serta paling unggul. Siapa tahu bapaknya tadi yang benar dan masuk surga duluan, kalau mas tadi yang benar dan masuk surga duluan juga tidak ada yang tahu.


116 komentar:

  1. ahli hisap kalo lama nggak merokok, bahasa arabnya: "lammaa ta' nguduuud" (pake qalqalah kubra ya!)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pake qalqalah sugra, jadi "lammaa ta' nguduuude"

      Delete
    2. cocod nya jadi kecuuuud....
      itu juga qalqalah kan

      Delete
    3. "lumayan"
      nah itu diakhir ada nun sukun

      Delete
    4. ternyata majelis suro ngumpul dimari ya..?
      *majelis suka rokok...

      atau dirokok..?

      Delete
    5. saya tidak suka merokok kok mas, tapi kalau yang dibalik itu suka.
      lumanyun juga ada nun sukunnya
      mang yono jangan ngakak dulu mang

      Delete
    6. merokok dibalik..?
      kokorem dong..?
      apaan tuh..?

      Delete
  2. Replies
    1. Ya mas, kalo ga ada kaca jatuh mungkin terus berdebat sampai ngegulingin kereta segala kali yah hihi..

      Delete
    2. mungkin juga masinis nya akan berhenti mutung

      Delete
    3. dan keretanya parkir sebentar

      Delete
    4. Masinisnya pasti trus ikut debat .. he he

      Delete
    5. saya....saya akan terus ngasong ubi cilembu sampe mojokerto.


      betewe...betewe banget buat kang zach...tak do'ain kotak komentar blognya digondol kalongwewe beneran....;o)

      Delete
    6. parkir kena tarif mahal mang, makan tempat soalnya
      masinisnya gemes terus klaksone panjang
      yang ubi yang ubi, manis asli dari cilembu, ubi bakar ubi bakar

      Delete
  3. Metode dan dalil yang digunakan tidak sama. Menurut perhitungan (hisab) sudah masuk tanggal satu, tetapi ketika dilihat bulannya (rukyatul hilal) belum kelihatan berarti belum masuk tanggal satu. Terserah umat mana yang dipilih mengikuti 'Organisasi Muhammadiyyah' atau 'Pemerintah' ? Perbedaan adalah hal yang wajar. Saling menghormati dengan tetap menjaga persatuan. Salam cemerlang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu yang saya pengen mas, cocok sekali pendapatnya mas

      Delete
    2. Sejuk ya mas Agus pendapatnya mas Herdoni Wahyono

      Delete
    3. nah...kalau kacamata yang dipake kang HW..ini kacamata pinter, beda dengan kacamata yang dipake saya..ini kacamata tuwa...hehehe

      Delete
    4. sejuk nya pagi ini ya mas is.
      itulah bedanya orang pinter dengan orang tua

      Delete
  4. Semoga bisa saling menghormati mas :)
    capek kalau debat terus :)
    kalau saya pribadi sih lebih percaya ilmu hisab, cz ada itung-itungannya,,
    tapi saya juga menghargai ilmu ruhyat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bagus itu mas..lebih manteb

      Delete
    2. kalau saya lebih percaya kalau ALLAH itu maha baik

      Delete
  5. saya ngikut2 aja si gan puasa itu kapan :D yang penting waktunya sudah pas dengan ada nya/ munculnya hilal :)

    ReplyDelete
  6. wah saya nggak ngerti apa2 mas tentang ilmu hisab & ruhyat :) perbedaan memang ada tapi sikap saling menghargai :)

    CMIIW :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. sipp sekali mas, tidak usah pake emosi

      Delete
    2. nyebut2 golok...nyindir saya ya...wkwkwk

      Delete
    3. Komene lucu-lucu kie pada sikilah

      Delete
    4. dari pada teganng ya kang mending kita mbanyol

      Delete
  7. Wah kalo diliput tipi kayanya seru ya mas, yang jadi korban ya rakyat yang dibawah juga, pada bingung

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, apalagi pemerintahnya lama mengumumkannya malah repot

      Delete
    2. kan ini juga di liput sama Blog AS ... keren kan

      Delete
    3. kang EL: saya malah suka dibawah

      Delete
    4. Saya di bawah tapi gak terlalu bingung, cuman dikit ling campur lung

      Delete
    5. saya juga suka di bawah, isis banget kalau di bawah pohon mangga sambil gelar kardus

      Delete
  8. Rupanya yang jadi momodnya kaca jendela yang lepas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe....betul sekali mas aulia, kalau gak gitu geger terus

      Delete
    2. kaca jendela pembawa berkah hehe

      Delete
    3. seberkah bulan ramadhan ya mang

      Delete
  9. semogaaja besok tahun depan bisa serentak mulainya

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin, semoga saja indah ya mas

      Delete
    2. tapi berbeda juga indah mas... ya mending serentak deh hehe

      Delete
    3. semua akan indah pada waktunya ...

      Delete
  10. jempol dah buat kaca jendela kereta apinya... coba kalau ndak ada kaca... ckckckc

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu sudah masuk angin semua penumpang keretanya

      Delete
    2. dan juga kemasukan batu dilempar anak anak lagi ngabuburit

      Delete
  11. Berkunjung sore sobat

    selamat menantikan buka puasa

    ReplyDelete
  12. beginilah indonesia ....suka makan kulit dan membuang isinya.
    Kerennnn........ indonesia rame banget, mulai suap daging sapi sampai jadwal puasa.

    Ah...mending tidur saja, cari pahala.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangun mbak udah buka puasa

      Delete
    2. lho mbak indah telat sahur ya ,emane mbak

      Delete
  13. yang penting puasa, capek berdebat, hehehe... Mohon Maaf lahir batin, mas Agung Setya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama mas, saya juga mohon maaf

      Delete
  14. Replies
    1. pasti lagi nunggu buka puasa. Itu ayam gorengnya jangan dilihat terus, gak bakalan lari kok ... he he

      Delete
    2. apapun buka puasanya yang penting minum, nanti sereden

      Delete
  15. semoga puasa aku lancar sampai magrib nanti setelah baca ini hehe

    ReplyDelete
  16. Untung ada kaca jatuh, sehingga perdebatan berganti topik. Ini mungkin semacam peringatan, demikian juga postingan ini, agar kita saling bisa menghargai adanya perbedaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mas isnaeni yang ngomong , saya langsung setuju gak pake nawar

      Delete
  17. selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan,
    bila ada salah kata, salah baca, salah tulis dan salah komentar..mohon dimaafkan lahir batin...salam :-)

    ReplyDelete
  18. lantas gimana mas kelanjutannya? apakah pak sopir langsung marah kacanya pecah :) hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tunggu episode selanjutnya ...

      Delete
    2. Supirnya bawa bus mas, keretanya dibawa sama mas yang suka sinis-sinis itu

      Delete
    3. jangan suka sinis nanti tidak kebagian yang manis manis.
      kelanjutannya kereta tetep jalan dan perdebatan selesai

      Delete
  19. mas agus kayaknya udah tau seluk beluknya kereta api ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. looh...beliaukan emang dagang kereta api

      Delete
    2. kereta api seken gitu?emang saya makelar

      Delete
    3. beliau pensiunan kepala kereta api kok

      Delete
  20. Hwehehehe... pusing deh mikirin satu ni. Yang penting nurut keyakinan masing-masing deh

    ReplyDelete
  21. perdebatan yang tetap ada sampai akhir zaman. Semua benar menurut kenyakinannya. yang salah adalah yang tidak puasa. Kalau saya sebagai makmum ngukutin imam saja, kalau perlu kamis awal puasanya. tapi lebaran ikut duluan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas raja, lha dalilnya sama sama kuat jee
      kalau puasa keri bodo duluan itu yang enak, tapi mana ada

      Delete
    2. mungkin bisa mas, itu pun kalo pas awal puasanya ikut rukyatul hilal di meksiko trus bodonya ikut hisab di saudi

      Delete
  22. Yang pasti-pasti za, sekarang udah dilalui, tanggal 10 Juli ialah 1 Ramadhan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali, itu sudah pasti dan masih dip erdebatkan

      Delete
  23. kalau bapak itu yang benar lalu masuk surga, saya mau titip klepon sekilo ah...kalau anak muda itu yang masuk biarin deh saya yang nganternya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. basi ah...
      pada ribut pengen masuk surga
      tapi ditawarin berangkat sekarang juga pada gak mau...

      Delete
  24. sampeyan salah besar, om...



    kalo ac tidak menyala itu jangan nyongkel jendela
    cari korek trus nyalain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. anggitnku tak stater disek lik, lha akine entek je

      Delete
    2. kan ono aki aki nganggur
      tuh si mang lembu lagi ngejomblo

      Delete
  25. Perdebatan koment di blognya agus setya lumayan rame...

    ReplyDelete
    Replies
    1. rame kang sambil nunggu buka dan menghabiskan waktu sahur, hehehehe

      Delete
  26. saya ikutin amir saja mas, dalam hal ini amir saya pemerintah... :_

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mas, tapi amirnya juga bilang gini lho:

      "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu"

      (Pasal 29 ayat 2 UUD '45)

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh

Blog Archive