Home » » Fungsi Gerbong Aling-Aling

Fungsi Gerbong Aling-Aling

Sebelum bercerita tentang fungsi gerbong aling-aling, saya ingin mengucapkan turut berduka atas meninggalnya crew dan penumpang commuter line dalam kecelakaan. Semoga amal dan ibadah mereka di terima sebagai catatan amal baik dan mendapatkan surga yang layak bagi korban yang meninggal dunia. Perlu di ketahui bahwasanya kecelakaan merupakan kecerobohan dan kelalaian manusia itu sendiri, semoga kita semua terhindar dari marabahaya yang mengintai dari sisi manapaun serta selalu diberi kesehatan.

fungsi gerbong aling-aling
gerbong aling-aling ka pentaran
Masih ingat dengan gerbong setan ? kalau sudah lupa atau masih ingin membaca lagi, silakan baca : gerbong setan.
Gerbong setan atau gerbong aling-aling merupakan gerbong khusus yang dipersiapkan dan di gunakan oleh PT KAI sebagai pengaman dari bahaya kecelakaan kereta api. Dikatakan pengaman karena gerbong aling-aling terletak di belakang lokomotif dan gerbong terakhir dalam rangkaian kereta api. Aling-aling ini bukan untuk penumpang, sehingga gerbongnya di las dengan plat setebal 5 mm, baik jendela maupun pintu gerbong, semua di las. Kami, para penumpang KA KRD dan Rapih Dhoho menyebutnya gerbong setan, karena gerbong ini sangat gelap dan kotor penuh dengan debu serta sampah.

Maksud PT KAI menjadikan gerbong pertama dan terakhir sebagai fungsi gerbong aling-aling agar jika lokomotif menabrak kendaraan, tabrakan dengan kereta api lainnya dan missing track, penumpang yang ada di gerbong 1 sampai gerbong 7 aman. Kemungkinan yang anjlok duluan adalah gerbong nomor satu dibelakang lokomotif. Untuk gerbong terakhir, maksudnya mengamankan penumpang dari bahaya tabrakan dari belakang. Sungguh perhitungan yang bagus dan sangat menghargai keamanan dan kenyamanan penumpang. Khusus untuk KA Sritanjung, KA Bisnis dan KA Eksekutif, gerbong pertama adalah gerbong bagasi atau kereta barang yang juga berfungsi sebagai aling-aling sedangkan gerbong terakhir biasanya kereta pembangkit listrik.

Masalah penggunaan gerbong aling-aling ini pernah di permasalahkan oleh pemerintah. Persoalan subsidi PSO (public servis obligator) dimana versi pemerintah terjadi pemotongan subsidi gerbong yang seharusnya 7 gerbong, tetapi oleh pt kai dua gerbong digunakan aling-aling.

Melihat berita kecelakaan commuter line, yang jatuh pertama kali adalah gerbong pertama sedangkan gerbong kedua cenderung tidak apa-apa. Akibat dari kecelakaan tersebut kereta api gaya baru malam selatan mengalami keterlambatan begitu juga KA Malam Bima mengalami keterlambatan 1 jam.

Demikian sedikit pengetahuan tentang fungsi gerbong aling-aling yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat.


93 komentar:

  1. Innalillahi wainnallilahi rojiun Yah Mas Agus semoga yang Menninggal
    Arwah nya di terima Allah swt amien selamat beraktivitas Mas Agus

    ReplyDelete
  2. istilah gerbong aling-aling koq bagus ya? coba kalo istilah ini bisa masuk Undang-Undang Perkeretaapian, pasti keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bingung bahasanya mas, hehe.
      kalau di seputaran railfans , menyebutknya gerbong aling-aling, kalau orang KRD dan Dhoho menyebutnya gerbong setan.
      lebih keren mana gerbong aling-aling apa gerbong setan ?hehehe

      Delete
    2. Aling-aling dong
      kesannya mirip kolang-kaling gitu di lidah.

      Delete
    3. pasti bisa menyelamatkan Aling dharma sakti mandraguna kan...

      Delete
    4. gerbong aling-aling.. kurang huruf "M"

      Delete
    5. aling-aling itu kan buat makanan sapi ya

      Delete
  3. tak menyangka juga sampai terjadi masalah seperti ini, semoga keselamatan kereta dan pengendara mobil didisiplinkan lagi .

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau menurut saya, kendaraannya yang perlu didisiplinkan mas, lha wong kereta tidak bernagkat tiap detik dan menit kok, lagian sudah ada jalurnya sendiri.
      yang nabrak krl kemarin itu ya truk tangkinya

      Delete
    2. iya ya mas. kereta kan jalannya menurut jadwal dan juga sudah punya jalur sendiri

      Delete
    3. hehehe..jadi truck tangkinya nabrak kereta ya mas

      Delete
  4. Sebaiknya pemggunaan dan pemanfaatan gerbong aling-aling pada gerbong pertama dan terakhir pada rangkaian kereta harus tetap di pergunakan untuk pencegahan dan penyelamatan penumpang bila terjadi kecelakaan, karena hal ini bila diukur dengan besaran biaya yang harus dikeluarkan tidak akan pernah sebanding dengan sebenar nilai biaya apapun dibandingkan keselamatan penumpang. Semoga hal ini dapat terus diterpakan dan menjadi pedoman dasar pengamanan keselamatan penumpang kereta api..

    Salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali pak indra, tapi untuk krl atau komuter akan berkurang gerbong regulernya, jadi daya tampung penumpang semakin sedikit

      Delete
  5. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi ... saya yakin ini human error... Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga tetap tabah dan tawakal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin...
      yang jelas salah tetap truk tangkinya mas..

      Delete
  6. Gerbong Aling Aling sudah direncanakan sebagai gerbong bumper demi safetynya para penumpang bila terjadi kecelakaan, tapi kalau anggaran perkeretaapian di potong terus, bisa2 gerbong aling-aling ini bakalan dihilangkan total dech :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu ada satu visi antara pemerintah dan PT. KAI sendiri.

      Delete
    2. jangankan aling-aling kang, gerbongnya aja bisa di kurangi kok...gerbong reguler 3 gerbong aling-aling dua..bikin pusing penumpang. hehehe

      Delete
  7. semoga penumpang paham tentang fungsi gerbong aling-aling ini, tidak memanfaatkannya (iyalah wong udah dilas) apalagi naik di atasnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti saya tidak paham ya mbak...saya sering lho naik gerbong aling-aling..
      habisnya bisa duduk sih, tapi kotor.
      hehehe

      Delete
    2. mas agus termasuk orang yang pemberani karena mas agus sudah tahu fungsi dari gerbong aling-aling itu :)

      Delete
    3. sudah tau fungsinya tapi masih aja naik gerbong aling-aling

      Delete
  8. wew, gerbong setan, jadi serem nih pak, hehe

    ReplyDelete
  9. Saya belum baca beritanya, mas. Cuma dikasih tahu istri aja kemarin. Teman2 di kantor juga membicarakannya. Ikut berbelasungkawa, mas. Seharusnya in imenjadi catatan kita semua. KA itu punya eksekutif, punya jalur sendiri. Kita harusnya mengalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. truk tangki tuh yang nabrak sepurnya, bukan sepur nabrak tengki.
      lha wong sepur punya jalur sendiri kok.

      Delete
  10. kunjungan perdana pak, nyimak dulu

    untuk mempererat silaturahmi saya ijin follow
    kalau berkenan ditunggu follbacknya pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan antri minyak dulu pak ngampus...
      silakan di lihat lihat dulu

      Delete
  11. di kota saya mana ada gerbong begituan, hardcore banget sih kesannya, hehe..
    tapi saya yakin walaupun itu bukan untuk penumpang, kalo lebaran atau hari besar pasti penuh juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak lebaran aja pasti penuh mas...biasa digunakan untuk penumpang yang tidak kebagian tempat duduk

      Delete
    2. iya, salah satu itu yang membuat saya bangga jadi rakyat Indonesia,
      kami rela mati hanya untuk satu tujuan:
      sampai di lokasi,
      haha..

      Delete
    3. dan dengan biaya semurah mungkin tentunya.
      itulah saya.
      hehehehe

      Delete
  12. Berarti jika saat ini gerbong ini ditiadakan, bisa difungsikan lagi ya mas, untuk mengurangi resiko kecelakaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saat ini masih ada mas...untuk yang kereta api lokal, memang di masuki penumpang dengan cara merusak las-lasannya.
      untuk komuter tidak ada aling-alingnya mas

      Delete
    2. Owh pantesan kejadian di Bintaro menelan korban ya mas, la wong ga ada tamengnya..

      Delete
    3. mungkin bs seperti itu mas, sebenarnya kecepatan komuter itu tdak banter kok mas, paling mentok 50 kpj.
      karena beban remnya yang besar, maka trucknya keseret dan terjadi ledakan

      Delete
  13. gerbong terakhir biasanya kereta pembangkit listrik....
    apa tidak berbahaya mas?
    misalnya terjadi tabrakan dari belakang,kan bisa meletup gerbong listriknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahaya tidaknya saya rasa pt kai sudah memperhitungkan kok mas.

      Delete
    2. kalau di tabrak dari belakang sangat kecil kemungkinanya Yah Mas,,,kecuali Mas Reo sering nabrak dari belakang tuh hahaha,,,,

      Delete
    3. mas reo memang senang main belakang kok kang

      Delete
    4. jiahhhh....
      mesti pengalaman semua maen belakang nih...:D

      Delete
    5. tukang ngumpetin lejingnya tetangga

      Delete
  14. Untuk gerbong setan/aling-aling ini kosong atau ada penumpangnya????karena memang harus mewaspadai bahaya kecelakaan karena pasti menyangkut nyawa orang
    kalau cuma nyawa ayam sih nggak apa ya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. jelas kosong mbak, tapi ada aja yang naik gerbong setan. kalau nyawa ayam juga perlu dipertimbangkan, eman kan kalau ayam mati sebelum di sembelih

      Delete
    2. kalau urusan ayam serahkan kepada saya saja mbak jenx,,,,,,,hihi

      Delete
    3. nanti di masak sama kang dede, mau di jadikan ayam abon atau ayam panggang

      Delete
  15. Ngeri juga ya gan, Jadi gerbong setan tuh fungsinya itu toh, thanks mas,,, tambah ilmu nih

    ReplyDelete
  16. Wah dikembangkan yang namanya gerbong aling-aling,untuk meminimalisir kecelakaan yang biasa merenggut banyak korban,,,,Lanjutkan Cak Agus,,,,,

    ReplyDelete
  17. bagaimana kalau gerbong aling aling diganti dengan semacam sokbeker :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. berrarti bisa mantul ya? cuman teknisnya yang agak sulit . baaimana jika gaya pegasnya mantul kebelakang juga, kan malah repot

      Delete
  18. makasih kang infonya ;) kunjungan pertama nih

    ReplyDelete
  19. Turut Berduka cita atas musibah cmuterline yang banyak memakan korban harta benda bahkan jiwa. Semoga korban mendapat tempat disana selayaknya dan yang di tinggalkan diberi keiklasan dan ketabahan.

    Konsep gerbong aling aling memberi rasa aman bagi penguna kereta gitu ya sehingga merasa terlindungi dengan gerbong kosong sebagai perisai yang melindungi dari muka dan belakang gitu. Bagus banget juga konsepnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus sekali ya kang mus, apalagi kalau itu masalaha keamanan untuk penumpang.
      mungkin saat ini belum ada manfaatnya, saat terjadi kecelakaan kelak, pasti ketahuan manfaatnya

      Delete
  20. innalillahi ,,,,
    lom bca beritanya mas
    turut berduka cita

    ReplyDelete
  21. ternyata ada fungsinya sebagai pengaman, itu yang dibintaro tidak ada ya, makanya sampe banyak korban..
    pantesan kalo naik penataran atau dhoho gerbong itu gak di isi

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah gambar itu gerbong aling-alingnya penataran no KA 371

      Delete
  22. oh jadi jika terjadi tabrakan gerbong aling-aling ini yang akan terkena ya mas.. dan bisa sedikit menahan agar kecelakaan tidak sampai ke gerbong penumpang,..

    oya saya juga turut berduka cita untuk para korban kerat yang menabrak mobil tangki yang terbakar kemarin.. semoga para korban di beri kesehatan.. amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mas nady, hanya pengetahuan saja, boleh kan?
      lho kereta nya tidak menabrak tangki mas, tangkinya yang menabrak kereta

      Delete
  23. saya cuman baca judulnya doang....langsung menyimpulkan, gerbong aling-aling, sama dengan partisi ya kang....kebetulan saya sedang merancang model dan bentuk partisi yang unik untuk menyekat ruangan tamu dengan ruang keluarga....masa seh aling-alingnya pake gerbong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kang lembu..semoga cepat kelar deh, sehingga bisa menyamankan keluarga dirumah.

      Delete
  24. hehehe, gerbong aling-aling yah.... tapi jujur tranportasi yang belum pernah ku naiki cuma kereta api loh mas .....hahahahahaha jadi sy belum tw dalm gerbong tuh gmn, gerbong aling-aling seperti apa ......hhohoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu gambarnya kan gerbong aling-aling

      Delete
    2. ntr ws kapn sy coba naek kereta api .... hehehe

      Delete
    3. ya silakan mas, nikmati sensasinya

      Delete
  25. Ternyata itu toh fungsinya gerbong aling-aling yaitu sebagai pengaman akan bahaya kecelakaan, wah bisa dibayangkan kalo gak ada gerbong aling-aling tentunya resikonya akan lebih tinggi lagi ya mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tentunya seperti itu mas marnes...
      diluar gerbong aling-aling, pt kai sudah menerapkan keamanan yang bagus sehingga terhindar dari tabrakan kereta

      Delete
  26. baru tahu nih,,
    nice info mas agus

    ReplyDelete
  27. Bintaro. yang ane tau lagunya iwan fals gan -_-

    turut berduka, semoga korban bisa tabah, yang sabarr, dan pelayanan di negri ini bisa lebih baik lagi kedepannya. amiin :)

    ReplyDelete
  28. kecelakaan ini gara-gara kertas biru itu ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. gara=gara mengejar kertas biru mas...
      jadinya lupa daratan

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh