Home » » Tidak Setia Kawan

Tidak Setia Kawan

tidak setia kawanAssalaamu'alaikum Warohmatullah - Setiap orang pasti pernah berinteraksi dengan orang lain baik itu secara biasa saja sampai pada cara yang paling personal. Bahasa kerennya adalah partner, partner kerja atau partner bermain. Dan didalam hubungan paling personal tersebut ada kalanya orang tidak setia kawan begitu sebaliknya ada yang setia kawan. Manusia itu sendiri bisa menjadi serigala bagi manusia lainnya, artinya manusia bisa menggarong manusia lainnya asal kepentingannya terakomodasi. Itu naluri alamiah manusia, akan tetapi, ada yang bisa mengendalikan insting alamiahnya tersebut dengan hati nurani, akhlak dan menggunakan otaknya untuk berpikir.

Masalah tidak setia kawan itu sendiri, saya pernah mengalaminya saat jaman kecil dahulu. Dimana saat itu listrik masih menjadi barang mewah. Saat itu saya dan segerombolan teman bermain merencanakan untuk jalan-jalan di persawahan yang gelap gulita. Ada seorang teman kami yang kebelet ingin buang air besar dan sudah tidak bisa ditahan lagi. Begitu teman tersebut melaksanakan hajatnya di kalen sawah (sungai kecil). Ada yang mengkomando untuk meninggal pergi teman yang sedang melaksanakan hajat tadi. Dengan maksud untuk guyonan saja, tidak ada maksud lain. Tujuannya agar sang pelaksana hajat tadi ketakutan dan kami pasti akan tertawa puas. Itu bentuk tidak setia kawan terhadap teman walaupun maksudnya adalah guyonan.

Lain halnya dengan praktik tidak setia kawan yang saya lihat sendiri saat saya ikut nimbrung di perlintasan jalan kereta api tanpa palang pintu. Setiap shift ada dua orang yang bertugas mengatur lalu lintas terlebih jika ada kereta api lewat. Ada di sisi utara dan sisi selatan rel kereta api, jaraknya 2 meter dari rel kereta api. Jika mau menyembunyikan uang didalam saku pun tidak ada yang tahu satu sama lainnya, pikir saya waktu itu. Memang para penjaga perlintasan kereta api ini mengandalkan pemberian sukarela dari para pengendara yang melintas.

Disini saya melihat bentuk tidak setia kawan salah satu dari mereka (bukan bapak-bapak yang saya ceritakan, tapi orangnya masih muda). Setelah ada kereta api rapih dhoho melintas, kendaraan diatur oleh pemuda tersebut. Melintaslah mobil sedan merah yang dikendarai bapak-bapak sambil membuka kaca langsung memberikan lembaran uang berwarna biru. Pikir saya langsung nyambung (lima puluh ribu). Dan apa yang terjadi berikutnya adalah menyembunyikan uang lima puluh ribu tadi serapi mungkin agar tidak diketahui oleh rekannya. Begitu rekannya lengah karena mengatur lalu lintas, langsung di masukkan kedalam saku. Lumayan baru bekerja lima menit sudah dapat lima puluh ribu pikirnya. Seharusnya dan perjanjuannya uang dari pemberian orang itu di bagi berdua.

Saya tidak ingin mencap orang tersbut tidak setia kawan, akan tetapi saya lebih senang membandingkan bagaimana saya diposisi tersebut. Apakah saya tahan godaan ataukah saya sama saja dengan orang tersebut. Itulah yang menjadi ganjalan saya. Baiklah, mungkin kalau nominal seribu sampai dua puluh ribu masih bisa fair, kalau nominalnya seratus ribu atau lebih tentunya akan tergoda juga. Mungkin inilah cikal bakal mengakarnya budaya korupsi. Semoga kita semua dijauhkan dari godaan untuk berbuat curang.


117 komentar:

  1. klo saya sih bakalan tidak tahan godaan 50 ribu tadi, mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kadang saya ingat cak...50 ribu tapi tidak sebanding dengan vanasnya api..
      hehehe

      Delete
    2. yg dah tergiur akan nikmat dunia pasti lupa dibalik itu ada hari dmna sengsara atau bahagia selamnya.

      Delete
    3. memang yang kelihatan apik dan enak sekarang tu belum tentu membawa enak di kemudian hari kok...makanya ada peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu kelanjutannya silakan dilanjutkan sendiri

      Delete
    4. katanya Azis MS pencipta lagu berakit-rakit, "bersakit dahulu senang pun tak datang, malah mati kemudian" piye jal ? hehehehe

      Delete
    5. "Bersakit sakit dahulu, senangnya kapan"?
      Kapan kapan hee

      Delete
    6. senangnya saat kita sembuh dari sakit kang

      Delete
    7. biarpun bersakit-serasa tiada ujung asal jngn hilang iman, insya Allah kelak akan membuahkan hasil ...

      Delete
    8. Yang sakitnya saya gak Mau Mas Agus
      Kalau senang nya Insya Allah saya Gak nolak deh hehhe :-d

      Delete
    9. mas fiu memang top sekali, sejuk sekali.
      saya malah tidak menyukai yang berbau terlalu senang, adakalanya saya harus bersedih supaya ngerti kalau senang dikit aja sudah merupakan pemberian yang istimewa.

      Delete
    10. biskut top enak tuh mas... hehehe

      semua pemberianNYA sudah sesuai takaran dri kemampuan manusia itu sendir.

      Delete
    11. nah ini top lagi..mas fiu memang pak mantri yang religius..
      saya mau disuntik dengan siraman rohani dong

      Delete
    12. kalau siraman air panas gimana?

      Delete
    13. hehehehe, yang namany disuntika bukan disiram tapi di cucus/tusuk ...

      Delete
    14. dimana-mana mah ada aja yang kayak gini mas..
      tapi ga enaknya ya gitu, kita bela-belain setia kawan ama temen, giliran kita yang lagi kena apes, dianya malah cuek aja...nasib dah kalo begitu mah..

      Delete
    15. perasaan ga dimana mana deh...
      buktinya disini tidak ada penjaga rel yang ngembat duit 50 ribu..?

      Delete
    16. ikut nangkring diatas ah..aku termasuk setia kawan lo.

      Delete
    17. mungkin bukan uang 50 ribu... paling tu tisu toilet.. hehehhe

      Delete
    18. kalau saat itu aku yang terima 50 ribu
      mas Agus kuajak makan dulu

      sebelum pulang hehehe

      Delete
  2. kalau nggak setia kawan ya setya fakhruddin saja Pak

    * maaf belum baca

    ReplyDelete
    Replies
    1. fakhruddin saya baru tau artinya lho mbak, nama itu pemberian embah kakung saya yang sekarang sudah sedo belum ada satu tahun.

      Delete
    2. lebh mnding setia kwin ow mb husna ,,, ,xixixixix pisss

      Delete
    3. innalillah semoga diparingi tempat yang luas di sisiNya, Pak.

      kalau boleh tau, artinya apa Pak? tentunya yang bagus-bagus dong ya.
      *mau tau aja nih

      Delete
    4. kalau setia kawin? nanti orangnya datang sendiri mas, coba aja nanti teliti kembali setiap kolom komen. orang nya bersembunyi di dalam gentong.

      amiin,..terima kasih doanya.
      fakhruddin = kebanggaan agama. hehehehe
      padahal saya tidak membanggakan belas, malah ngerusuhi..
      ealaaaaaaaaah...hehehe

      Delete
    5. persaan dri kemaern bilang gentong2 terus deh, ada apa nih dg gentong ? hee

      Delete
    6. saya suka ngumpet dalam gentong kok mas

      Delete
    7. Dlm nama ada doa, kan Mas Agus. Ada harapan besar dg nama itu. Mudah2an kita semua bisa bertingkah laku sesuai tujuan pemberian nama tsb. Aamiin.

      Delete
    8. manteeep, sejuk bangeeet
      ikut mengaminkan

      Delete
    9. masalahnya cowok makanya namanya fakhrudin...
      kalo cewek pasti dinamain buhrudin...

      Delete
    10. tapi yang jadi masalah tidak semua do'a di kabulkan... (nyontek Stand up comedy..)

      Delete
  3. nah, itu wujud dari asalnya bekerja karena ternyta sukarelawan distu menghasilkan uang, coba waktu merka blm pda tw gak ada toh yg membantu, sesuai dg tulisan mas agus sebelumnya. alhasil mereka spt dg niat yg berbeda juga. itu menurut sy ... hehe ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. uang memang segalanya saat ini mas, tapi ada juga yang memanfaatkan uang sebagai jalan atau sebagai alat saja.

      Delete
    2. itu yg jadi fenomena saat ini mas... kta pak mario jngan sampe kita yg cari uang tapi usahakan sebisa mungkin uang yang mencari kita. klo mnrt sy, stju dg pak mario, klo kita yg nyari uang akan menghalalkan segala cara ... beda dengan kebalikannya.

      Delete
    3. hahahahahah pak teguh setya ...

      Delete
    4. mario teguh aja mas, kalau mario teguh setya nanti tidak laku di tivi

      Delete
    5. dan laku di koran-koran ,,,,hehe

      Delete
    6. orang jawa om makanya dinamain fakhrudin
      kalo orang bule namanya fuckrudin...

      Delete
  4. bisa jadi orang itu lagi kepepet Pak...kepepet nggak tahan godaan si biru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. si biru memang lagi menggoda banget.
      belum sarapan mungkin ya ?
      hehehe

      Delete
    2. klo bgitu jadiny yg liat harus ikhlas, mngkin belum rejekinya ....hehehehe

      Delete
    3. Ada sesuatu yang kemilau dan membanggakan dengan yang biru
      Tapi saya koq Cenderung dengan Yang Pakai Hijab Putih yah? hhh :D

      Delete
    4. kalau seribu ya langsung masuk timbo mas pri tanpa ragu lagi, hehehe
      ini sangat kelihatan sekali, eh apa itu uang mainan ya ?

      Delete
    5. Kl mobil, kyknya gak mungkin ya. Kecuali kl mobilnya dpt dari rental. h-hii

      Delete
    6. rental apa beda sama mental?

      Delete
    7. karena suka kereta om makanya dinamain fakhrudin...
      eh, kok masih bahas nama sih..?

      Delete
    8. masa gak nahan dengan sibiru hulk.... (eh hulk itu biru ya...hehehe)

      Delete
  5. Itu kayanya mental mas, mungkin saja merasa itu sebagai rizkinya...

    Susah memang untuk berbagi, apalagi dikala kita susah, maksih mas, inspirasi buat saya dan kita semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. sippp mas...semoga saya juga selalu ingat kasus ini, supaya saya tidak asal tabrak hak orang lain.

      Delete
    2. dikala susah bukan berrti kita acuh kepada org laen. hehehe lg susah aja mash acuh gmn sdah kaya ... hehehehe pisssss

      Delete
    3. Hahaha Terlalu Nihhh Komenan dari mas Fiu :D

      Delete
    4. lagi susah acuh kalau kaya di masukan gentong aja deh..biar aman tidak merepotkan orang

      Delete
    5. mas ainul @ kya bang haji rhoma irama ... terlaluuuu
      mas agus @ tuh kan ada gentong lewat lagi ...hehe

      Delete
    6. Mas agus lagi niruin warkop, maksudnya Indro kan mas

      Delete
  6. Salam Mas Agus. selamat siang wah saya ketinggalan berita penting terus
    Dari Mas Agus ini. padahal sudah saya follow yah Mas tapi new posts nya
    koq gak ada di dasboard saya . tapi semoga saya gak di cap Tidak Setia Kawan
    Yah Mas Agus. Salam Hormat selalu buat semua Sobat blogging :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo sudah di follow pasti muncul mas saud, kemgkinan terlewat, ... hehee

      Delete
    2. Iyaa pak karrysa Sepertinya kelewat Buka Tidak ada hehe :D

      Delete
    3. saya juga sering kelewat kok kabar dari teman-teman.
      aneh ya ?

      Delete
    4. eh..ngomong2 jangan follow saya ya..soalnya saya tidak menjamin follow beck lho..
      bener deh nanti nyesel memfolow saya.

      Delete
    5. saya ngak nyesel udah makan barusan

      Delete
    6. kalo gak polbek, ga setia kawan ya..?

      Delete
  7. orang itu hanya meniru bapak-bapaknya di pemerintahan sana mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini betul seklali kang. atau memang karakter kita yang miskin moral dan pondasi hidup ya kang?
      untuk itu saya ingin membangun moral yang baik bagi keluarga saya.
      kere tidak masalah asal tidak merugikan orang lain

      Delete
    2. bagus itu mas, semoga menjadi contoh kita semua :)
      tapi jangan sampe kere dong mas, kasihan keluarga :hehe

      Delete
  8. kalau perjanjiannya harus dibagi 2,,berarti bapak2 itu memang benar tidak setia kawan. sama dengan korupsi itu ya mas artinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. cikal bakal mbak. hehehe
      semoga kita di hindarkan dari perbuatan curang dan merugikan orang lain

      Delete
    2. engga dibagi dua kok
      ada jatah om agus 2,5%

      Delete
  9. Kl mas Agus ini pastilah orgnya setia kawan, lah namanya saja udh Agus Setya, jeh. :)

    Kl budaya korupsi sih sdh mulai berakar dr sejak kita SD, hanya waktu itu bukan uang yg dikorup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya malah senang membawa pulang kapur tulis, buat oret oret jalan raya.
      saya tulisi.
      saya cinta siti

      Delete
    2. jaman sd mana saya kenal ibuk hayyu...
      hehe

      Delete
    3. Sik, sik, kt mbak Khusna namanya Nia. Mas Budy bilang Nina. Mana yg bener nih?

      Atau mmg ada dua????

      *curiga

      Delete
    4. yang lama m'ba Nia
      yang baru neng NINA
      yang lebih baru....mau tau ngga?

      Delete
    5. bapaknya dulu pengen om agus jadi tentara
      makanya dikasih nama agus setya dan menepati janji serta sumpah prajurit...

      Delete
  10. Saya sih orangnya setia kawan mas ..makan bareng2 minum bareng2 yang bayang nggak barengan....
    Kadang juga kesetiaan itu bisa dilunturkan kalau lihat sukarno hatta berbaris mas..banyak buktinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga setia kawan. soalnya teman saya yang lain tetep saya tunggui supaya mau bayar makanan saya.
      keren kan saya?

      Delete
    2. Salaman yang pada masih setia kawan.......

      Delete
    3. aku sih kadang ga setia kawan
      tapi kalo setia kawin sih selalu...

      Delete
    4. hanya satu selebihnya terserah ya Kang.

      Delete
  11. selamat Siang Mas Agus, Iya Mas Agus, saya juga kadang menemukan bentuk ke tidak setia kawanan dalam kehidupan sehari hari, paling banyak dulu saya temukan adalah ketika masa masa Kuliah dulu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya sih banyak yang minta pasta gigi, sabun mandi, bahkan sempak pun minjam sampeyan ya mas ?
      apa gak kena jampes tuh temannya mas ?

      Delete
    2. Wah kalo gitu sih ter....laa...luuuu...

      Delete
  12. lumaya ya Mas 50rb. pasti buat beli rokok tuh sama pemuda itu. trus temennya dikasih rokok, akhirnya merokok bareng deh.

    jaman sekarang banyak pemuda seperti itu Mas. mumpung ada kesempatan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mumpung tangan lagi gatel juga kan mas...
      hehehe
      tapi masih ada yang baik kok mas, contoh mas ks walaupun tidak bisa di bilang muda lagi. ya kan ?

      Delete
  13. kalo begitu masalahnya saya pasti akan mengatai orang tersebut tidak setia kawan, ini bukan masalah uang tapi kejujurannya mana? masih mending kalo nyerobotnya blak-blakan.. waduh jadi kepancing saya nih >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar mbak .. jangan kepancing emosilah ... ^_^

      Delete
  14. jd ingat wktu jaman SD, makan di kantin sj pasti kalau itung2an 2-3 mkanan di lewati.. hahahaha... padahal itu sepontan lho.. bukankah korupsi sdh mnjd akar mas Agus?! [karo ndhlosor-ndhlosor]

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu namanya darmaji mbak... dahar lima ngaku siji :d

      Delete
  15. harusnya akang bilangin ke temennya yang ngga nerima uang tersebut,atau bilangin ke yang nerimanya bahwa uang tersebut rezeki mereka berdua harus dibagi dua...kalau demikian kejadiannya dan akang tau hanya diem saja...akang juga ikut berdosa...membiarkan korupsi terjadi diepan mata namanya kan...;o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin jalanan di sana pada saat itu rame juga kang, di tambah suasana panas dan waktunya mempet. Jadi Kang Agus tidak keburu wkatunya untuk memberikan mata kuliah kepada orang itu. he,, he,, he,,,

      Delete
  16. Dari jdul nya aja udah seru "tidak setia kawan"...

    ane baca dlu ya bang..

    ReplyDelete
  17. amin,,,,,
    moga tahan goadaan
    kalo dapat bagi2 juga ya mas

    ReplyDelete
  18. Tidak di mana-mana Kang, kalau sudah mengenal uang dan ladangnya, ajang mumpung itu biasanya mengalir deras dalam pikiran otak manusia, dan mungkin saja kita bila dalam posisi seperti itu lebih dari pada dia untuk melakukannya.

    Semoga kita bisa belajar untuk menggembleng diri dari pada hanya bisa berteriak tanpa mampu melakukan sesuatu. (Nanti bagi dua sama saya juga ya Mas..... he,,, he,, he,,,)

    Salam,

    ReplyDelete
  19. semua pasti ada balasnya
    bagian dari tilep menilep kaya pejabat

    ReplyDelete
  20. kasihan rekannya gak kebagian 50 ribu, ternyata musang berbulu domba, cempedak berbuah nangkeu....

    ReplyDelete
  21. waduh saya ketinggalan nih mas. hmm mas agus nggak setia kawan nih.. buktinya saya di tinggal dan nggak di cari cariin pacar hehehe....

    mungkin si penjaga kereta nya semua nya begitu mas.. kalau ada yg dapet duit pada di umpetin.. hehehe

    ReplyDelete
  22. contoh peristiwa yang sering terjadi disekeliling kita ya mas, diantara yang setia pasti ada yang tidak setia sebaliknya diantara yang tidak setia pasti akan ada yang setia, kemudian apa yang kita pilih? jadi yang setia atau tidak setia

    ReplyDelete
  23. mending menjauh aja mas kalau dah gak asik gitu.. biasanya temankke bitu ga suka lihat temannya maju.

    ReplyDelete
  24. ternyata bener ya mas uang dapat membutakan segalanya, gak perduli lawan ato kawan :D hehe

    ReplyDelete
  25. bener mas agus, uang bisa membuat orang suka lupa daratan , jangan di contoh hal seperti itu.. :)

    ReplyDelete
  26. sekarang sudah menjadi trend, jika urusan duit lupa sama teman, jika sengsara ngajak bareng-bereng,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, bukan karena suka begitu hehehe
      tapi, lebih pada kecenderunga2 yang terjadi baik yang pernah kita alami atau di alami orang lain... hehehe

      Delete
  27. Iya mas, itu juga bikin gondok, tapi bagi saya kalo nemu kawan yang kaya beginian, cukup sekedar saya tahu aja, ternyata "beliau" ini sifatnya begini.. jadi kedepannya cukup sebagai teman ketawa aj... heheh..

    lama juga ga mampir ke lapak mas Agus :D

    ReplyDelete
  28. kalau saya setia kawan
    dapat uang berapa di tangan
    kalau memang sudah perjanjian
    ya harus di bagi atau di belanjakan
    buat kebersamaan

    ReplyDelete
  29. Saya pernah ngelakuin hal itu, tapi kadang saya liat dulu gimana kerjanya rekan saya. Karena biasaya saya suka melakukan hal lebih ke individu. Jadi, kalo teman saya bantu kurang dari 50 % paling saya beliin sekedar minuman jajanan atau dll. Tapi kalo lebih ya harus jujur karena sama sama cape

    ReplyDelete
  30. Ini sebenarnya juga sebuah pertanyaan yang ditujukan pada saya. Apa yang akan saya lakukan jika menghadapi godaan seperti itu ? Ini bukan perkara sepele, karena menyangkut sikap moral yang melandasi ruhani yang bersangkutan. Jika orang lain nggak tahu, maka ada Yang Maha Tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf Kang masih terkendala banyak pekerjaan, jadi jarang OL

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh