Home » » Sosialisasi Kenaikan BBM oleh Pemerintah

Sosialisasi Kenaikan BBM oleh Pemerintah

Langkah pemertintah dalam men sosialisasikan kenaikan bbm melalui timsos bbm di sebarkan melalui media sms dan juga iklan khususnya layanan masyarakat. Saya selalu menemui iklan sosialisasi kenaikan bbm oleh pemerintah di dalam ruang tunggu stasiun gubeng. Di layar moitor melalui anak perusahaan jaringan tv luar ruangan pt kai yaitu Duqsi media dengan gencar selalu menayangkan iklan sosialisasi kenaikan harga bbm ini. Masalahnya iklan layanan dalam bentuk sosialisasi ini bayar atau gratis memanfaatkan koneksi antar departemen kementrian esdm dan juga bumn. Kalau sampai bayar iklan di duqsi media milik pt kai saya rasa ini berlebihan sekali karena menambah anggaran untuk periklanan.

SMS dari Timsos BBM : " subsidi bbm tidak tepat sasaran, 
lebih banyak dinikmati orang kaya, dan hanya menciptakanketidakadilan...!!!
Pengaduan, ketik BBM(spasi) isi pesan kirim ke 1708".

Langkah pemerintah dalam mensosilisasikan kenaikan harga bbm seharusnya bisa di lakukan memalui jaringan televisi milik negera (TVRI) atau entah saya yang tidak pernah nonton TVRI. Di trans corp juga ada iklan sosialisasi kenaikan bbm, yang menjadi pertanyaan apakah ikaln ini gratis?.

Sosialisasi kenaikan BBM juga di sebarkan melalui sms atau short messege service secara menyeluruh dan me nasional. Pertimbangan pemerintah saat ini adalah semua penduduk memiliki hp tak terkecuali orang miskin dan orang kaya. Mulai dari Presiden sampai bakul duren, mulai dari menteri sampai juragan teri, mulai dari bakul rosokan sampai tukang pijet semua mempunyai hp. Data yang saya sarikan dari merdeka.com menyajikan data perhitungan tarif standart sms 150-350 untuk 240 juta pengguna hp walau pun sekian persen saja yang tidak mempunyai hp, tiap nomor akan mendapatkan satu sms. Dana untuk mensosialisasikan kenaikan bbm sebesar 36 Miliar untuk kirim sms saja, belum lagi iklan di media lain.

Saya tidak sedang berpolemik mendukung atau menolak kenaikan BBM oleh pemerintah, karena pada dasarnya saya terima dengan gagah perkasa atas kenaikan harga bbm ini, bukan berarti saya tidak pro rakyat. Bersyukur atas apa yang kita peroleh itu lebih baik dari pada harus koar-koar merasa miskin padahal punya motor 3 ekor dan juga sapi 3 biji. Itu namanya memiskinkan diri yang kelak akan menjadi kenyataan. Saya juga bukan orang kaya yang punya penghasilan tinggi lha wong saya pergi pagi pulang malam dalam mencari duit pontang panting dengan naik kereta api yang katanya mau naik pula harga tiketnya. Tapi semua tidak usah di sesali cari solusi atas kenaikan harga bbm oleh pemerintah. Seorang teman berseloroh : " dulu waktu masih idealis dengan rambut gondrong dan celana bolong ada kenaikan BBM langsung turun ke jalan Demo, kini ditanggapi dengan naik sepeda ontel".

Pada intinya tidak usah berpolemik lah mau dukung mau nolak pemerintah punya perhitungan sendiri yang lebih ruwet entah itu bargaining posisi partainya atau untuk mendapatkan dana dari kompensasi kenaikan bbm. Hitung-hitungan saya sih tidak ruwet kalau naik ya harus mengencangkan pinggang dan semoga pemerintah memberi solusi terbaik. Sosialisasi kenaikan bbm oleh pemerintah ini ada baik dan buruknya tergantung niat dari partai penguasa.

37 komentar:

  1. ngikut aja,,,,
    naik tidaknya BMM ,,, kita smua jga btuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. walaupun berapa harga yang kita tanggung tetep kita beli ya mbak

      Delete
  2. kalau di desa saya ya mas yang pelosok nan jauh dari kota, sebenernya masyarakat mampu kok beli premium walaupun sudah naik, wong di eceran yang harga 7 rb juga kebeli...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas , diluar jawa memang mahal premiumnya, jadi sudah tidak kaget ya mas...
      kalau naik gini apa juga ikut naik mas harga 7 ribu itu ?

      Delete
    2. ayam jago juga maghal disana hehehe

      Delete
    3. kayak sego pecel yang di beli supeno ya mas..7 ribu

      Delete
    4. premium smlm aku beli eceran yang tadinya 6000 menjadi 8000/liter dieceran

      Delete
    5. tuh kan mahal banget naiknya, sama-sama 2 ribunya

      Delete
  3. Bagi saya BBM naik ga jadi masalah mas, asal harga kebutuhan pokok tidak ikut naik, tapi mustahil yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe..semua pasti ketularan mas, kayak rantai satu mata rantai putus akan mempengaruhi yang lain

      Delete
    2. bbm belum naik aja
      harga tempe tahu dah pasang harga
      lebih tinggi dari biasa

      hehe

      Delete
    3. BBM = Bos Bikin Masalah...hehehe

      Delete
    4. padahal tempe itu makanan kesukaan saya
      BBM : Bos bau busuk

      Delete
  4. gak masalah sih bbm naik. sya sih netral aja mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. santai aja ya mbak ,lha kita juga butuh gak perlu lah teriak teriak

      Delete
    2. klo teriak2 jangan pake mix kang... nanti org sekampung pada bangun hehehe

      Delete
  5. Waktu yg diulur2 membuat sebagian org menumpuknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak sukma, tidak ada kepastian kapan, dan baru nanti malam atau dini hari akan di pastikan naiknya

      Delete
  6. ga ada yang gratis
    semua yang tertulis
    pasti udah di kertas tipis
    tapi bernilai dolar berlapis

    dan rakyat kecil cuma bisa nangis
    saat bensin habis
    uangpun menipis
    sebab mau pipis
    ditempat umum wc ga ada yg gratis

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahkan tidur pun tidak gratis karena ditarik PBB, hehe

      Delete
  7. Ya semoga ini menjadi yang terbaik aja mas buat rakyat dan kita semua.

    ReplyDelete
  8. ngikut aja deh... hanya perlu kontrol ketat aja dari masyarakat terhadap para oknum dan penimbun BBM .. sangat keterlaluan di masa yang sulit masih ada orang yang menimbun kekayaan demi perutnya sendiri... weleh..weleh..weleh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang repot ya orang oportunis ya mas, bahagia diatas penderitaan orang..huuu

      Delete
    2. Aku juga ngekor, eh ngikut ajalah...

      Delete
    3. bolehlah kang ratno silakan

      Delete
  9. Pemakaian minyak tanah sudah diubah ke Gas, Kenapa ya pemakaian Bensin tidak juga diubah ke Gas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah ada beberapa saja mas, contoh bus transjakarta sudah bbg bahan bakar gas

      Delete
  10. puyeng juga ya kalau mikir negara kita...mending saya masak buat makan malam dulu...hehehe ini mampir saja kok Pak Agus

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk makan dini hari atau sahur, hehe

      Delete
  11. BBM naik gak masalah, asal tarif telpon, sms gak naik .. he he

    ReplyDelete
  12. asal harga pulsa juga tidak naik

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo pulsa naek buat interneta juga dong

      Delete
    2. nah itu dia mas, susah juga ya kalau serba naik gini

      Delete
  13. semoga menjadi terbaik dari permasalahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada solusi tak terduga ya mas, misal dapat uang gratis di internet

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh

Blog Archive