Home » , » Belajar Mengendarai Sepeda Motor

Belajar Mengendarai Sepeda Motor

Cara belajar mengendarai sepeda motor yang diajarkan oleh bapak, kakak ataupun saudara memang berbeda-beda tergantung pengetahuan dan karakteristik yang membelajari. Jika yang mem belajar i sepeda motor sopan, maka yang di ajari akan meniru gayanya, sopan. Sedangkan yang mem belajar i asal-asalan, asal jalan, bisa tarik gas dan nginjak rem beres, maka outputnya akan meniru inputnya. Pembelajaran mengendarai sepeda motor dengan benar sejak dini akan mempengaruhi cara berkendara di kemudian hari.
Kalau bisa belajar mengendarai motor itu kalau sudah berumur 15 tahun karena saya rasa umur ini adalah masa menuju remaja. Dalam umur ini akan ada perasaan untuk mengetahui hal-hal baru dalam hidupnya, sehingga perlu di belajar i mengendarai sepeda motor dengan benar. Otak masa pra remaja akan merekam cara pengajaran mengendarai sepeda motor baik oleh bapaknya ataupun saudaranya. Dengan belajar rambu-rambu lalu lintas, haluan yang benar, mental di jalan raya, empati terhadap pengguna jalan lain dan juga tidak sembrono. Saya sendiri belajar sepeda motor pada usia ini diajari langsung oleh bapak saya dengan telaten begitu juga haluan dan rambu-rambu lalu lintas yang beliau ketahui. Mental saya sudah terbentuk sejak usia pra remaja bahwa jika mengemudi itu jangan asal-asalan, tidak usah keburu waktu karena akan mencelakakan diri sendiri. Jaga jarak antar pengendara kalau tidak ada celah dan jarak pandang bebas jangan menyalip mobil atau truck. Kalau ada pengendara kecepatan tinggi minggirlah, beri di a kesempatan lewat duluan jangan diuber nanti malah bisa celaka. Kecepatan standart asala sampai tujuan dengan selamat dari pada kecepatah diatas rata-rata tapi boros di bensin dan nanti bisa mendorong motor dijalan karena kehabisan bensin. Itulah pegangan saya dalam mengendarai sepeda motor semoga kita semua di beri keselamatan di jalan raya, karena jalan raya sekarang sudah seperti medan perang yang lengah sedikit saja akan mencelakakan pengendara.

Sabtu tanggal 08 Mei 2013 kemarin saya dan bapak dari istri saya berniat silaturohim ke rumah besan, orang tua kakak ipar saya yang jaraknya sekitar 10 km dari rumah kami. Saya membonceng bapak, sedangkan kakak membonceng ibu. Jalannya naik karena akan menuju ke daerah wisata pacet mojokerto yang terletak di dataran tinggi. Sedangkan keadaan jalan sebelah kiri ada yang berlubang terkikis oleh air hujan terus menerus belakangan ini. Saya berusaha menghindari lubang dengan berjalan agak ke tengah tetapi tidak sampai melewati marka jalan, dan saya pastikan jalan di depan kosong. Memang di seberang jalan ada angkot lagi menurukan penumpang tapi tidak sampai mengganggu jalan saya. Tiba-tiba dari arah belakang angkot tersebut muncul sepeda motor matic yang di kendarai oleh dua anak SMA putri. Saya kaget kok berani banget anak ini maksa masuk untuk menyalip, hampir saja anak tersebut jatuh karena bertotolan sedikit dengan stir motor saya. Sedangkan kakinya bapak terkena serempetan dari anak tersebut. Alhamdulillah masih tidak terjadi kecelakaan, dan alhamdulillah saya masih waras untuk mengendarai motor. Kalau saya sudah tidak waras pasti saya pepet sepeda tersebut sekalian mepet angkot untuk memberi pelajaran. Motor dari plastik kekuatannya tak seberapa jika di ciumkan dengan gl pro saya, sempat saya berpikir begitu karena saking emosinya. Alhamdulillah emosi cepat reda karena memang tujuan saya untuk bersilaturohim, masak wajah saya cemberut, gak baik kan.

Belajar mengendarai sepeda motor itu harus tuntas, jangan asal bisa tarik gas dan bisa ngerem saja. Sepeda motor sekarang memang mendukung untuk itu, kemudahan dalam mengendarai mengabaikan tata cara bagaimana berlalu lintas dan menghargai pengendara lain. Belajar lah mengendarai sepeda motor dan pahami apa esensi dari kemudahan moda transportasi yang ditawarkan jangan asal tarik gas saja. Tulisan belajar mengendarai sepeda motor ini sebenarnya saya ingin saya posting hari minggu kemarin, berhubung lampu mati jadi saya posting hari senin 10 mei 2013. Semoga bermanfaat.

175 komentar:

  1. Ulasan yang amat menarik, fresh, dan berguna bagi para calon pengendara dan pengendara sepeda motor. Ketika saya mengamati lalu lalang kendaraan roda 2 dan 4 di jalan raya perempatan pasar dekat rumah rasanya hati was-was. Roda 2 saat ini jumlah meningkat amat drastis. Berkendaraan di jalan raya harus ekstra hati-hati. Risikonya sangat tinggi bila mengalami kecelakaan di jalan. Saya salut dengan langkah Polres yang sangat ketat dalam mengeluarkan SIM. Mereka harus lulus tes tulis dan praktek. Sosialisasi dan kampanye bagaimana berkendara yang aman harus terus digalakkan. Hormati sesama pengguna jalan. Terima kasih sharingnya. Salam cemerlang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di tempat saya nggak perlu ribet ngurus SIM Pak, cukup nyerahkan foto sama uang 300-400ribu ke seorang pejabat polisi yang kebetulan tetangga saya, seminggu kemudian jadi deh SIM-nya. anak2 di kampung saya juga pada gitu, nitip dibikinkan SIM, jadi nggak perlu bolos sekolah...enak kan? MENGHARUKAN!

      Delete
    2. iya sangat mengharukan. lebih tepatnya mengharuskan, tidak mengharumkan. halahh, opo seh

      Delete
    3. mas wahyono :semoga tipa orang tua yang akan ngreyenkan anaknya terjun di jalan raya membekali dengan nasehat dan juga fit and proper test

      mbak khusna : saya juga bayar kok mbak , hehe lha test dua kali gak keterima jee, ,,, sudah tes tulis dan test lapangan tinggal pantukir aja kok mbleset, ada yang salah denga pak polisinya, akhirnya ya njalukmu piro? hehehe

      mas zach : tepatnya lagi sumbangan suka duka untuk pak polisi, halah opo maneh iki

      Delete
    4. Terima kasih komentar panjangnya..

      Delete
    5. pake kuah mrico dari mulut gak mbak?

      Delete
    6. brambang bawang lombok garing

      Delete
    7. lombok garing itu enak loh buat sarapan

      Delete
    8. nanti biji lomboknya melekat di gigi

      Delete
    9. Urusan naik motor gini saya jadi ingat deh kapan saya bisa atau mulai bisa naek motor. Hmmm kalau diingat ingat sih ya sejak jaman Kuliah deh era taon 1990 an gitu, Karena sering antar proposal jadi harus dipaksa bisa hiehiheiehiheiee

      Delete
    10. hehe, kang asep menjadi korcam atau koordinator kecamatan saat KKN ya , jadi harus bisa naik motor

      Delete
  2. saya masih trauma dulu pernah belajar mengendara....sempet singgah ke bak sampah di perkarangan tetangga....

    mana vespa lagi yang jadi buat tungganganya....
    #sedih dan bangga juga sih kalo ngingatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah untung ke bak sampah mas, kalo ke got kan lebih parah :D

      Delete
    2. harus dipostingin, biar kita2 tau malunya Mas Budi, hayooo

      Delete
    3. saya malah nyemplung selokan depan rumah, keren ya mas, untuk di ingat-ingat supaya tidak diulang lagi

      mbak iin : nah ini saya lebih parah mbak, enak sih berteman dengan iwak gatul

      mas zach : dan juga buat pelajaran malu bagi yang stok malunya habis, ya kan

      Delete
    4. Saya suka.dibonceng vespa sm bapak saya.. bapak saya soalnya slanker dan syecher.. tp ga pake nyemplung kmana mana..

      Delete
    5. pasti vespa nya congo ya, vespa Grand lux tahun 1969-1970 yang dipakai pasukan garuda ke kongo, itu langka dan banyak di gemari

      Delete
    6. saya nyimak aja. gak punya cerita..

      Delete
    7. sama bli dengan saya, nyimak lebih baik

      Delete
    8. kalau gelar kardus jangan mepet tanaman jaatinya mas zach lho , bahaya

      Delete
  3. bener tuh mas, gak mesti motor matic yang asal gas,mesti ada perhitungan

    ReplyDelete
    Replies
    1. perhitungan fisika biar mumet

      Delete
    2. kalau motor konvensional masih ada jedanya mas, masih ada mikir dan usahanya, kalau maatic langsung gaaaaaaaaaaas.

      apalagi kimia yang tulisannya bahasa romawi,

      Delete
    3. Ada motor konvensional ada motor syariah.. kok ky bank ya.. coba tulisannya honocoroko

      Delete
    4. eh pengennya gaya dengan berbaha linggis, taunya kena semprit mbak uswah, tau nya saya sih cuma glepung di emplek emplek di goreng jadi ote-ote

      Delete
    5. iya, pantai kuta kesukaan Mas KS

      Delete
    6. kuta bali atau kuta ponorogo? yang penting pantai lah

      Delete
  4. bener mas, jaman sekarng baru belajar sehari dua hari sudah main jalan raya, jadinya ya gitu, padahal naik motor itu banyak aturannya juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aturan main dan aturan pakai, kalau salah dosis hubungi mantri kewan terdekat.

      mas zach : rumusnya mudah mas, berempatilah pada orang lain nanti lak patuh di jalan raya.

      mbak iin : demo masak aja lah, saya yang ngincipi

      Delete
    2. Lebih aman naik sepeda ontel ya mas ga ada aturan

      Delete
    3. sepeda ontel juga ada aturan Mas. dilarang lewat di jalan tol..

      Delete
    4. mas muroi betul sekali, enak lho mas sehat.
      bisa kok mas lewat jalan tol asal ada pengawalan

      Delete
    5. ohhh, mas El itu anggota pengawal kerajaan to?

      Delete
  5. kalo saya sih belajar2 sendiri ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak nanya. kan mas agus udah tahu!

      Delete
    2. mas agus emng ga mau ngajarin mba ?
      ish keterlaluan .. #tolak pinggang .

      Delete
    3. mas kan tau kalau de' nia wanita hebat.

      mas zach : tau barusan mas, dan mengkhawatirkan nek numpak, huh...

      mbak iin : hehehe...saya malas ngajarin mbak, soalnya imbalannya gak sepadan, huuu...

      Delete
    4. ya keren sak dunia dalam rumah

      Delete
    5. itu namanya keren sakrumah Mas.
      jadi cuma sakrumah to? gimana kalo mas agus keluar rumah?
      #pertanyaan menjebak. ati2 ngejawabnya

      Delete
    6. kalau keluar rumah ya keren keren lah mas, tapi tetep keren istri saya tho, di lura cuma sebentar cari angin kembalinya ke rumah lagi, jadi yang dirumah ya keren sak keren-kerennya lah, lewat yang diluar luar itu mas,

      Delete
    7. ya iyaalaaah, masak bohng mas nanti lak dilempar panci

      Delete
    8. juragan panci nggak pernah nongol sekarang

      Delete
  6. wah, pak Agus ST, saya nggak masuk kriteria di atas sama sekali, karena saya baru bisa naik sepeda motor saat usia 18 tahun. trus belajarya juga nggak ada yang ngajari, cukup mendengarkan tutorial dari bapak saya, trus main selonong aja sendiri------latihan pertama sukses dengan menabrak tiang listrik, badan lecet-lecet, keesokannya kapok. baru berani naik motor beberapa minggu setelahnya, tetep latihan sendiri dan sukses masuk parit di sebelah jalan, maklum jalanan kampung yang penuh batu, belum diaspal....

    ReplyDelete
    Replies
    1. dipostingin MBak, biar kita sama-sama tau betapa malunya Mbak Khusna saat itu, hihi

      Delete
    2. haha emng mas zach mau tau banged ya ?

      Delete
    3. saya belajar di lapangan desa, dennga gl pro ini juga lho...keren kan..latihan tidak pernah nabrak atau jungkel, tapi praktik dilapangan pernah nabrak dua kali tapi tidak sampai parah paling ya mimisan orang yang saya tabrak, hehe

      mas zach : saya setuju, biar kita juga ketularan malu nya

      mbak iin: kita-kita kan wartawan infotainmen, hehehe

      Delete
    4. ada kopinya lho, pancingan..hehe

      Delete
    5. boleh Mas, bukan yang dari luwak, tapi dari kucing katanya

      Delete
    6. katanya sih lebih enak, katanya lho ya, saya juga belum merasakan

      Delete
    7. kopi kelinci lebih mantap daripada kopi luwak...

      Delete
    8. karena bentuknya pas kayak kopi biji an

      Delete
    9. ngopi yuk di gardu, tak tunggu ya..

      Delete
    10. sudah malam mas, waktunya bubuk hehe

      Delete
  7. Betul tuh mas anak atau (maaf) kadang ibu-ibu sekarang banyak bawa motor suka ngagoking dijalan hehe.... Peace Ibu-ibu...!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha emng yah mas, ga dimana" suka bgtu .
      jangankan ibu" . cwe juga kadang bikin kegok pengendara lain.
      (termasuk aku ) wkwkw .. sabar ya mas sabar ;D

      Delete
    2. yang hati-hati ya mbak dan juga ibu-ibu soalnya pengendara laki-laki kadang juga tidak mau mengalah...

      Delete
    3. Kata suamiku "cewek kalo di jalan itu ngawur, mau belok ndak pake riting, lampunya mati, kalo mau ketabrak ndak segera minggir malah jerit2 dulu, wong wedok wong wedok" -_-

      Delete
    4. nasib nasib jadi pengendara wedok kena kambing hitam

      Delete
    5. mbak khusna mau nyembelik itik, wah pesta nih

      mas fian : itik itu yang biasa di sembelih buat lalapan itik

      Delete
  8. hehhe iya yang penting mah bisa bawa sepeda.
    kalo udah bisa ngendarain sepeda.,
    pasti bisa ngendarain sepeda motor :D

    hmm tapi yah kadang emng bner,
    belajar motor mesti tuntas, biar tau kapan waktunya pas buat masang sen.'iih kadang suka gondok sama pengendara yang tiba" masang sen.
    lngsng belok gitu aja,
    sennya kemana beloknya kemana . kan dongdong banged, bikin celaka orang aja .
    #sabar iin sabar ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabar mbak sabar...jangan lupa bawa air se ember , kalau nemu orang seperti itu lagi siram saja mbak, hehe
      saran saya nih mbak, mengendara yang sopan ajalah, pengendara kan ciri dari orangnya yatho...kalau ngawur, kehidupannya juga ngawur, pikirannya juga ngawur, bener gak?

      Delete
    2. ko' lain dengan di tempat saya Mas. orangnya sopan tapi naik motornya ngawur.. apanya yang salah ya??

      Delete
    3. mungkin kebelet ngengek mas, jadi ngebut

      Delete
  9. saya baru bisa naik montor jaman kelas 3 SMP Mas. itupun banyak proses sakit dan malunya. pokoknya nikmat deh, haha...hebat kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hebat mas hebat ..
      ada foto pas jatuhnya ga mas >?
      cz itu bisa jadi penyemangat juga buat mereka yang mau belajar biar ga kapok . wkkwwk

      Delete
    2. hebat dan juga berbakat sekali, kalau ndak jatuh ndak bisa-bisa katanya...boleh lah di ceritakan ke kita-kita.

      mbak iin : satu lagi yang request biar di posting berarti valid harus terbit ini mas,

      Delete
    3. sekali top tetep top. toples kan..

      Delete
  10. Saya bisa naik motor kelas 3 Smp Mas, belajar nya pakai super cup, itu pun punyanya Pak dhe, pertama saya tuntun dulu, kalau ƍäªќ ăĎª ♧☀ orang saya naiki, terus kalau ada orang lewat saya naiki juga, tapi posisi mesin mati, takutnya nyasak orang itu mas heheh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini baru pengendara keren, salut mas, itu namanya pinter membaca situasi mas, top deh..
      jangan2 puber kedua belajar motor nih mas.

      Delete
    2. hehe, puber kedua menggema

      Delete
  11. Dari pengalaman nuntun, saya juga ăĎª ♧☀ pengalaman waktu main ke pacet, nuntun Mas, soalnya kebanan, untung saya ăĎª ♧☀ pengalaman nuntun mas, biasa nuntun angon kebo, disawah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah di sana memang jarang ada tambal ban, apalagi kalau malam, hehe super cub nya keren tuh mas, tapi masih keren c70 si ijo, hehehehe
      saya malah biasa nuntun kucing saya mas, biasalah ngalem kalau lagi meteng.

      Delete
    2. keren punya saya, saighon hitam protolan...

      Delete
    3. yang di buat kereta itu ya mas

      Delete
  12. hehe aku belum bisa naik motor nih mas ... motor mabur maksudnya ... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. motor muluk ya mas, ya itu kan pilot namanya ,kalau motor boat bisa mas ?

      Delete
  13. pengendara motor R2 sekarang ngawur mas,terlebih wanita. Udah ndak tau tata tertib lalu lintas, asal jalan dan membahayakan org lain. Sepertinya jalan raya seperti punyaan nenek moyangnya sendiri.

    TP saya ndak gitu loh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya percaya kok sama mbak indah, kan mbak indah wanita muslimah sejati, tahu sendiri kan muslimah sejati itu menghormati orang lain.

      Delete
    2. Indah jelas nggak gitu lah.. kan Indah nggak bisa naik motor..xixixi

      *bisanya naik odong-odong

      Delete
    3. odong-odong yang ada toiletnya

      Delete
    4. boleh tuh, kapan kita naik

      Delete
  14. kaya saya dong.. nyetir mobil ga bisa, sepeda motoran ga bisa, peda ontelan malah nabrak, mancal becakpun ga bisa ~T_T~

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada tukang ojek seumur hidup sih...
      hehe

      Delete
    2. saya malah nggak bisa manjat pohon terong

      Delete
    3. saya bisa panjat pohon mangga tetangga

      Delete
    4. awas di ketapel sama yang punya

      Delete
  15. @ Khusna Khairunnisa :
    Beberapa bulan lalu seorang famili mencari SIM C di Polres Magetan. Saya pesimis dia bisa langsung lulus ujian tulis dan praktek ketika diuji. Tidak sedikit peserta ujian SIM yang tidak lulus dan mengulang. Saya ikut bantu mencarikan contoh soal ujian SIM lewat bantuan Google di internet. Ternyata pada hari pertama dia langsung lulus ujian tulis dan praktek. Dia 'ujian murni' tanpa meminta bantuan 'orang dalam'. Saya tidak menyangka dia bisa langsung lulus. Saya salut dengan Polres Magetan yang ketat dalam memberikan SIM kepada masyarakat. Harus lulus ujian tulis dan praktek bila ingin mendapat SIM. Tidak ada yang lewat 'jalan belakang' atau 'orang dalam'.

    Terima kasih sobat infonya. Salam cemerlang buat Khusna Khairunnisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salut buat jajaran polres magetan, kalau di tuban minimal 4 kali test dan setelah nyerah akhirnya ya wanin piro, itu sudah menjadi hal yang jamak di tuban mas, ngenes

      Delete
    2. masa gitu Mas? bukannya udah beres disemua tempat sekarang ya

      Delete
    3. maksudnya beres ya tetep di ruwet ruwet kok mas, tetep ada celah wani pironya

      Delete
  16. dulu sih saya belajar motor pas kelas 1 smp gan :D thanks banget nih buat masukannya :)

    ReplyDelete
  17. Saya waktu belajar bawa motor banyak jalan baru saya buat bang,...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bawa motor aja belajar ???? Kpn belajr mengendarai motor ?????

      Delete
    2. bawa motor itu di tuntun ya

      Delete
    3. Saya pikir digendong..wkwkwkwk

      Delete
  18. komentar anda akan diterbitkan setelah disetujui.

    ReplyDelete
    Replies
    1. komentar anda sedang sibuk segera hubungi sesaat lagi, maklum mas sudah malam belum minum obat

      Delete
    2. hahaha..
      mas KS memang sering salah obat

      Delete
  19. dulu saya nggak ada yang ngajarin sob, ppertama saya perhatikan saja bagaimana cara orang mengendarai motor.

    terus waktu belajar pertama kali saya mengendarai sepeda motor sendirian sob, sempet masuk selokan juga sih. tp saya belajar pada malam hari jam 3subuh. jadi nggak ada yg tau hehehe.

    alhasil saya sudah bisa mengendarai motor tanpa bantuan siapapun.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren mas, belajar mandiri , berarti mas nadi ini tipe orang mandiri dong mas, top sekali

      Delete
  20. saya juga pernah kesrempet motor, tapi alhamdulillah ngga sampai terluka,,
    jatuh juga pernah gara gara di pepetin sama mobil,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah parah nih mas, besok hati-hati ya

      Delete
    2. ngeri ihh, iya, ke depan harus ati2

      Delete
    3. semoga senantiasa diberi keselamatan

      Delete
  21. saya juga cuma bisa pake skuter matic aja mas nyampe sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang penting hati-hati lho mbak, jaga jarak dan perkirakan keadaan aman berkendara, jangan ngebut

      Delete
    2. nasihat bapak harus didengar Mbak

      Delete
    3. agar saya tidak sia-sia mengeluarkan idu

      Delete
  22. siip dah... kalau mamang... suka tuh sama yang matic biar banyak wawaannya hehe

    ReplyDelete
  23. matic , kopling , bebek siap tempur kalau ane mas , trgntung kebiasaan make sih mas , kalau sering make motor matic pasti pegang motor bebek jadi canggung

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus di coba semua ya mas, biar tahu selahnya

      Delete
    2. saya sih sebenarnya suka yang pake kopling. tapi karena istri saya sukanya matic, jadi sekarang biasa pake matic

      Delete
    3. kayak cb atau l2 super ya mas

      Delete
  24. kalau kategori motor saya semuanya bisa kang, asal jangan motor but, yang di pakai di laut di pakai di darat, he...he....

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia masalahnya mas, sekarang jalan raya kalau hujan juga seperti danau atau sungai

      Delete
    2. sungai kagetan, kayak pasar kaget

      Delete
  25. Kayaknya enakyah kl ngajari cewek naik sepeda motor gitu,...

    ReplyDelete
    Replies
    1. cewek yg udah uzur ya kang?

      Delete
    2. nah tuh kalau sudah embah embah kan jadi repot kang, hehehe

      Delete
  26. anak SD saja sudah berani ngebut dengan motornya. Naik motor itu harus tahu lawan atau pengendara lainnya. jangan asal tarik aja. Karena jalan milik umum bukan milik pribadi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, betul sekali mas DJ, makanya harus ada toleransi ya mas

      Delete
  27. Bahaya kalo pake motor metik kalo hanya tau gas nya aja, nanti malah satanding motornya, wkwkwkwkwk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mendaing kalau standing, lha kalau ngepot gimana apa tidak kosel kosel orangnya

      Delete
    2. hahahahaha, lebih bahaya ya mas.......

      Delete
    3. lebih bahaya kalau mas komar naik motor pake rok, bisa dikaatakan orang gila baru atau gendeng anyaran

      Delete
    4. itu mah gendeng elit mas, wkwkwkwkwk

      Delete
  28. Tidur dulu mas, lanjut sesok wae, wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan lupa kardusnya di gelar dulu kalau mau tidur

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh

Blog Archive