Home » » Ingatan Tentang Banjir

Ingatan Tentang Banjir

Banjir bagi saya mengingatkan beberapa waktu yang telah lalu. Saya hanya mampu mengingat saat banjir melanda desa asal saat kelas 2/3 sekolah dasar, sekitar tahun 1994 diatasnya itu saya tidak ingat. Dan menurut orang tua saya, banjir tahun 1994 itulah banjir terbesar yang melanda desa dan beberapa desa di sekitar sungai bengawan solo. Air sungai luapan bengawan solo masuk rumah hingga batas perut bapak saya atau jika di ukut kira-kira 1 meter. Beberapa kali banjir dengan merendam rumah, tapi tidak sebesar saat tahun 1994.

Saat kecil memang suka dengan banjir karena bisa bermain air, getekan, mencari ikan dan belajar renang. Saking banyaknya bermain di area banjir sampai-sampai kaki kena kutu air parah dan saya di ungsikan kerumah nenek saya yang jaraknya sekitar 15 km.


rumah kebanjiran

Saat banjir pada tahun 2009 silam, saat itu saya sudah bisa merasakan bagaimana tidak enaknya rumah kemasukan air beberapa hari. Perasaan sumpek, tidak tenang dan pasrah bercampur baur berharap banjir segera surut. Belum lagi saat rumah kebanjiran banyaknya kendaraan yang melintas sehingga membuat ombak yang bisa menghantam dinding rumah, lama kelamaan akan merobohkan dinding rumah. Saat air masuk rumah beberapa hari, ditambah listrik mati malah menambah kesumpekan tinggal di dalam rumah. Mengungsi bukan jalan terbaik, karena akan kepikiran jika air tambah naik siapa yang mengangkat barang-barang ke tempat yang tinggi.

gambar rumah kebanjiran

Mungkin perasaan yang sama ini pernah dialami oleh temans blogger yang saat ini rumahnya terkena atau dimasuki air banjir atau daerah sekitarnya di kelilingi banjir sehingga tidak bisa kemana-mana. Saya berdoa, semoga banjir segera surut dan tidak terjadi korban jiwa dan korban materi yang banyak.

banjir rengel

Mengandalkan pemerintah saja tidak cukup untuk mengendalikan banjir. Seperti yang dirasakan oleh warga didaerah bengawan solo di Kabupaten Bojonegoro, di buatkan tanggul yang tinggi oleh pemerintah tetap saja air dapat masuk ke area yang dilindungi oleh tanggul tersebut. Semoga kesehatan selalu dilimpahkan bagi kita semua khususnya korban banjir.

0 komentar:

Post a Comment

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh