Home » » Gunung Kelud Meletus, Abunya Sampai Mojokerto

Gunung Kelud Meletus, Abunya Sampai Mojokerto

Gunung Kelud meletus sehingga abunya sampai di Kabupaten/Kota Mojokerto. Hal ini saya ketahui ketika saya baru bangun dari tidur pada pukul 03.30 kemudian langsung menghandle pekerjaan rutin saya, mencuci pakaian anak saya. Mencuci pakaian ini saya lakukan pagi, agar pakaian anak saya cepat kering dan stok pakaian menjadi banyak. Saat mengambil bak untuk cucian, saya lihat ada banyak debu berwarna putih agak tebal walaupun tidak ada 2 mm. Pikiran saya sudah nyambung ke letusan gunung kelud. Saya memastikan daerah sekitar rumah, samping rumah dan halaman rumah serta jalan depan rumah. Ternyata dedaunan banyak tertutup debu, jalan juga demikian. Saya semakin yakin gunung kelud meletus setelah saya membaca portal berita melalui Hp saya.
Setelah cucian terselesaikan dengan baik, menjemurnya tidak pada tempat terbuka, nanti malah kotor terkena debu letusan gunung kelud. Saya berpesan kepada istri saya, agar tidak membawa Hayyu, anak saya keluar rumah karena abu letusan kelud ini seperti hujan gerismis.

Berangkat kerja pukul 04.10 dengan menggunakan motor C 70 hijau, dengan tidak menggunakan jas hujan. Kecepatan sedang antara 50-60kpj untuk menghindari ban motor selip. Jalanan antara Dlanggu sampai stasiun Mojokerto penuh dengan debu, yang paling mengganggu itu debu yang turun seperti hujan, selain terkena mata, terkena kulit juga sakit ditambah berpapasan  dengan truck membuat debu beterbangan. Di kota mojokerto terlihat lebih parah dari pada di kecamatan Dlanggu. Debunya lebih tebal.

Gunung Kelud Meletus, Abunya Sampai Mojokerto

Untuk kedatangan dan keberangkatan kereta api, tidak ada hambatan berarti. KA Bima dan Mutiara Selatan datang dan berangkat tanpa halangan. Kereta api KRD Kertosono juga tidak mengalami hambatan sama sekali. Nampak lokomotif dan gerbong penuh dengan debu tebal. Saat masuk gerbong yang ber AC, tidak nampak adanya debu yang ikut masuk kedalam ruangan. Hanya ada debu lembut yang ikut terbawa udara dan cukup membuat penumpang batuk, batuk.

Sampai Surabaya

Abu Letusan gunung kelud semakin banyak volumenya di daerah Krian, Sidoarjo. Terpantau dari dalam kereta api KRD kertosono, kaca yang terkena embun bercampur dengan debu velkanik gunung kelud. Agak jika harus melihat keluar, selain karena kaca yang terkena debu, juga diluaran debu sedang turun dengan lembutnya.

abu gunung kelud sampai surabaya

Masuk stasiun Wonokromo, intensitas debu semakin tinggi, debunya tebal. Banyak rumah di pinggiran rel kereta api berwarna putih seperti turun salju. Jalanan di beberapa ruas juga tertutup oleh debu tipis. Sampai stasiun gubeng ternyata abu letusan gunung kelud ini turun dengan intensitas lebih deras dari Mojokerto. Apalagi saat saya jalan kaki dari stasiun gubeng ke tempat kerja yang berjarak kurang lebih 1.6 km. Terasa sekali hujab debunya. Rambut saya mulai gimbal debu dengan celana dan jaket juga lusuh seperti habis disiram tepung terigu.

Saya memastikan keadaan ibu saya di Tuban, ternyata debu letusan gunung kelud tidak sampai di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Alhamdulillah. Akan tetapi tetangganya Tuban, yakni Bojonegoro terkena imbas debu letusan gunung kelud. Saya berdoa, semoga para pengungsi segera mendapat pertolongan yang baik dan cepat, serta di kuatkan hatinya agar selalu tabah dan selalu berlindung kepada Allah. Banjir air masih bisa ditoleransi, akan tetapi Hujan debu menyulitkan pernafasan dan pandangan mata.

73 komentar:

  1. hati-hati di perjalanan ya, mas Agus. jangan lupa pakai masker dan penutup kepala

    ReplyDelete
    Replies
    1. eeeehhhh saya pertamax di tengah hujan abu ini

      Delete
    2. lho saya tidak pakai tutup kepala, rambut ku gimbal awu cak. hehehe
      nek maskert tetepp makai

      Delete
    3. Semoga semua sehat ya..terutama adik Hayyu...

      Pak Budy...semoga sehat semua yaaa

      Delete
    4. Alhamdulillah kami sekeluarga di Pontianak, Kalimantan Barat turut mendoakan semoga bang Agus Setya sekeluarga sehat sehat saja. Kami memantau terus perkembangannya melalui pemberitaan media massa, sosial media dan Internet

      Delete
    5. amiin..terima kasih.
      doa yang sama untuk mbak khusna dan kang asep

      Delete
    6. Saya suka reportase ini:

      "Hanya ada debu lembut yang ikut terbawa udara dan cukup membuat penumpang batuk, batuk."
      ______________

      Kok yo jeli mennnn.... :)

      Delete
    7. Semoga debu Gunung Kelud selain dari bencana alam
      Ini tapi semoga saja ada berkah di balik itu semua
      Yah Mas Agus (Amin)

      Delete
    8. gak jeli gimana mas, lha wong ngeres kabeh je lungguhane, hehehe
      amiin...terima kasih mas saud

      Delete
    9. Sip njalok aku njalok.. masih banyak abu gini ada yang bagi bagi jeli, lumayan buat mbasahi gulu ini. Mari ngelak ganjel lapar di buatya

      Delete
    10. Semoga bulan ini ngeres nang Lebu, tapi muga-mugi
      Bulan depan dapat ngeres Rizky yang berlimpah
      Dan kebahagia'an yang sempurna. eeeh kaya Rokok ya?

      Delete
  2. harus pakai masker, soalnya kalo dilihat secara mikroskopis, struktur dari abu vulkanik ada yg runcing yg mana bila terhirup bisa merusak jaringan paru-paru.. semoga pengungsi dapat terselamatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak pakai masker, saya sih tidak punya maskert tapi pakai kain lap seadanya.
      Amiiin..

      Delete
    2. Kalau pake Masker bukannya kulit jadi halus dan bersih?
      Pake Masker Bangkuang atau Masker mentimun?

      Delete
    3. saya malah suka masker lempung atau tanah liat

      Delete
    4. masker lumpur lapendos, masker rider mending masker oli tap tap an

      Delete
    5. Adanya RX Robo, kl mas Agus mesti pk RX King... ^_^

      Delete
    6. Asal jangan celana dijadikan masker

      Delete
  3. Semoga segala musibah dan bencana yang menerpa negeri ini cepat berakhir ya mas Agus, dan senantiasa di beri keselamatan dan kesehatan bago saudara saudara kita yang sedang di landa musibah.
    AMI.......................N

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin..indah sekali doanya mas
      terima kasih

      Delete
  4. Pak Agus, hati-hati yaa...semoga semua sehat, aman terkendaliu...di tempat ibu saya (Jogja) debu vulkanik sampe mematahkan ranting pohon mangga dan pelepah pisang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang Agus Setya hati hati di jalan ya. ??????

      Delete
    2. iya mbak saya hati-hati sesuai petunjuk kang asep. dan doanya saya aminkan.
      kayak nya yang parah di bagian barat ya mbak, lha wong sampai rumah pak lik saya di purbalingga je, tuh rumahnya di kejobong sanah

      Delete
    3. jauh banget ya...bahkan tadi sempat dengat di TV debunya sampe Ciamis...

      Delete
    4. Kl yg araj Timur ktnya sampai Madura... kl yg di sekitaran Jogja hujannya abu+kerikil, genteng rumah smpe ada yg jebol.

      Delete
    5. tuh Pak pohon mangga di sebelah barat rumah sempal sama pohon pisang di sekitar pekarangan patah-patah pelepahnya...kayak goyang dangdut aja ya, patah-patah

      Delete
    6. subhanallah...ini bukan adzab kok, tapi sarana mempererat persaudaraan, lihat saja banyak yang membantu dan peduli kan? biasanya kan tidak ada yang membantu

      Delete
    7. Inilah jika bencana bisa kita ubah menjadi berkah.

      Delete
    8. Kedatangan bencana dan musibah bagi sebagian orang sebagai teguran dan adzab, tapi bagi orang yang baik dan sholeh, kedatangannya merupakan sebuah ujian.

      Delete
  5. Semoga dampaknya tidak sampai kesana mas..semoga selamat semua

    ReplyDelete
  6. Wah model template baru mas... bebrapa minggu g tampil :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, baru karena kena tilang beberapa hari

      Delete
  7. Sama mas, Jombang utara brantas juga hujan abu

    ReplyDelete
  8. Sama, mas. Zaki juga saya larang sekolah hari ini.

    Waktu jln ke masjid utk shalat Jum'at barusan juga masih kerasa sampe tenggorokan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak minum air putih hangat Pak pri...tapi jangan kebanyakan, ntar plempogen

      Delete
    2. apalagi salah minum mbak, lah yang di minum kopine ayahe..
      hehehe

      Delete
    3. Yg susah skg kl mau bersihin genteng nih..., kl terlalu tebal juga genteng gak kuat..

      Delete
  9. mudah-mudah tak terjadi hal yang lebih buruk lagi heuu

    ReplyDelete
  10. Nyampe juga yah ke Mojokerto Mas Agus?
    Hati-hati jaga selalu kesehatan terutama masker untuk
    Melindung pernafasan agar menghindari dampak negatif
    Debu tersebut, alhamdullilah ke jawa barat gak nyampe Mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, dekat sekali soalnya, kalau ciamis kena mas, tuh tempate mas agus kompac kena

      Delete
  11. di daerah saya juga kehujanan abu vulkanik mas dari gunung kelud ini. Semoga aja erupsinya lekas selesai ya dan nggak ada korban jiwa :)

    ReplyDelete
  12. lapor, abu vulkanik gunung kelud juga ssampe semarang pak.

    ReplyDelete
  13. wah tempat mas agus tinggal juga kena guyuran abu gunung kelud ya mas... hmmm saya doain semua cepet membaik ya mas.. dan kluarga mas agus dan warga sekeliling di beri kesehatan.. amin

    ReplyDelete
  14. nyucinya seh ngga bikin kaget, wong tinggal pencet doangan ko' nyucinya.
    yang bikin kaget, sampe treiak "Hah"...berangkat kerjanya jam 4.10 wib....moga kang agusku selalu disehatkan.y
    Mojokerto seh deket, wong ke Cilembu azh juga ke'nya sampe tuh...seharian matahari ngga nampak, kendaraan yang diparkir juga terimbas oleh debu vulkanik kelud deh...
    do'aku dan seluruh warga cilembu...semoga warga yang mengungsi diberikan ketabahan dan kesabaran....aaaamiiiiiin

    ReplyDelete
  15. wah, sangat memperihatinkan sekali ya mas, semoga orang yang kena musibah diberikan kesehatan slalu

    ReplyDelete
  16. Mas harus rajin keramas sama pakai masker atau kain di basahkan. Kalau ada apa-apa hubungi dokter setempat ya.... :D

    Salam

    ReplyDelete
  17. di Jogja juga parah banget, semua sekolah dari SD sampe SMA diliburkan ..
    kali ini bahkan lebih parah dari abu Merapi tahun 2010 ..

    ReplyDelete
  18. kali ini gunung kelud meletus dahsyat ya mas, bahkan sampai abunya menyelimuti candi borobudur di jawa tengah sana, hmmm :(

    ReplyDelete
  19. Ora gumun aku Cak, kan jik Podo Jawatimure. Orang Suara ledakannya sampai terdengar dari desaku. Padaha' dah nglompati gunung lawu

    ReplyDelete
  20. wah di daerah Pasuruan lebih parah cak Agus debune tuebel cak.Alhamdulillah tadi siang hujan besar jadi debunya sudah sirna cak,,,

    ReplyDelete
  21. Barusan sinabung, sekarang kelud... selamat jalan mas, semoga keluarga dan karib kerabat disana baik-baik saja..

    ReplyDelete
  22. template baru nih kang.. lama g pernah kesini ane...
    cukup deh sinabung ama kelud, jgn ada lagi... aminn

    ReplyDelete
  23. Di jogja juga parah banget mas abunya

    ReplyDelete
  24. semoga kejadian ini cepat berakhir dan warga sekitar gunung kelud yang terkena erupsi abu vulknik selalu disertai keselamatan. Amin :D

    ReplyDelete
  25. Selamat Pagi Mas Agus, dugi malih kulo lih Mas?
    Semoga saja di Kota Mojokerto wes ilang Abu vulkaniknya
    Yah Mas, semoga sauadara saya semua selamat dan baik-baik saja

    ReplyDelete
  26. jam 1/2 4 pagi nyuci Mas? wahh top tenan. saluuut

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha berangkat ke tasiunnya jam setengah 5 je mas, hehehe

      Delete
  27. klo ujan abu gini salon paling laku, ya.. yukkk bisnis buka salon aja buat crembat :D

    ReplyDelete
  28. Syukur abu nya tidak sampai ke Padang, mas Agus. Tapi sepertinya gunung Merapi di kabupaten Tanah datar,Sumatera Barat turut bereaksi, bahkan sudah mulai mengeluarkan abu vulkanik juga.

    ReplyDelete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh