Home » , » Kinerja PT KAI DAOP VIII Surabaya Semakin Baik

Kinerja PT KAI DAOP VIII Surabaya Semakin Baik

Hampir dua tahun saya menggunakan jasa transportasi kereta api, banyak perubahan dari pengambil kebijakan di PT KAI khususnya DAOP VIII Surabaya yang saya rasakan. Khususnya keberangkatan kereta api atau jadwal berangkat kereta api selama lebaran cukup tepat waktu. Pelayanan transportasi kereta api semakin membaik dan layak mendapat pujian. Saya menuliskannya dalam catatan blog saya sebagai bentuk terima kasih dan apresiasi saya terhadap perubahan (semakin membaik) tersebut. Saya tidak sedang mengagung-agungkan PT KAI, buat penyeimbang, kadang komplain (negatif) tentunya harus ada apresiasi rasa terima kasih walaupun dalam bentuk tulisan.

"Memanusiakan penumpang"

Dulu sebelum ada pemberlakuan nomor tiket sesuai dengan nomor tempat duduk, penumpang berebut tempat duduk walaupun di tiket tertera tanpa tempat duduk. Kasihan yang sudah antri tiket duluan yang di tiketnya tertera nomor tempat duduk, tetapi kalah duluan dengan tiketnya tanpa tempat duduk, atau kasihan penumpang di stasiun pertengahan bukan diawal pemberangkatan. Belum lagi masalah penjualan tiket yang melebihi kapasitas kereta api, misalnya kapasitas satu gerbong 106 penumpang, tiketnya di jual 200 tiket.

Keadaan demikian sekarang sudah tidak berlaku lagi, penumpang di buat nyaman dengan penomoran yang disiplin. Juga tiap gerbong tidak ada penumpang yang berdiri, karena tiket tanpa tempat duduk tidak di jual masif seperti sebelumnya, ada pembatasan, entah berapa persen.

Lebaran tahun 2012 menjadi pengalaman yang memilukan bagi saya dan rekan pengguna transportasi kereta api. Pada hari H-7 dan H+7 lebaran, keterlambatan berangkatnya kereta api sudah tidak bisa di toleransi lagi. Entah apa penyebabnya kereta selalu terlambat, misalnya kereta api rapih dhoho jurusan surabaya blitar lewat mojokerto kertosono, kediri yang berangkat jam 15.45 dari stasiun gubeng, saat itu berangkat pukul 18.00-keatas. Apalagi kereta api KRD kertosono yang jadwal mulanya berangkat pukul 17.20, saat itu berangkat pukul 20.00 WIB. Sungguh keterlambatan yang keterlaluan, tapi apa daya, bayar murah kok minta cepat, itu guyonan kami para pengguna angkutan kereta api. Pernah juga tiba di rumah sampai jam 11 malam, untuk ukuran orang ndeso sudah masuk jam malam sekali.

Lebaran tahun ini, 2013 yang jatuh pada bulan Agustus menjadi momen perubahan besar PT KAI DAOP VIII Surabaya untuk menepatkan jadwal keberangkatan kereta. Dan sudah terbukti nyaris tepat waktu, kalaupun telat hanya beberapa menit saja, tidak sampai 30 menit. Pengalaman tidak mengenakkan tahun lebaran tahun 2012 tidak terjadi. Saat hari H lebaran pun, kedatangan dan keberangkatan kereta api termasuk tepat waktu. Hal ini saya buktikan dengan tetap masuk kerja di hari raya idul fitri dan juga saat mudik dan balik dari Tuban. Semoga kinerja yang sudah bagus ini dipertahankan, dan benahi hal lain yang masih kurang. Walaupun kereta api tetap mendapat subsidi dari pemerintah. Kerja tetap profesional.

117 komentar:

  1. Replies
    1. pertama ataupun kedua tidak masalah yang penting naik kereta. hehe

      Delete
    2. tau gitu saya nginep di sini biar bisa pertamax

      Delete
    3. gelar spanduk gambar caleg kang pak ies. hehe

      Delete
    4. terpaksa solar, pertamax dan premium habis

      Delete
    5. pdhl dr tadi nungguin lo, kog ya masih kalah cepet ama yg punya rumah

      Delete
    6. yang punya rumah juga tidak kebagian mbak, itu kan mas Agus Bg kembaran saya

      Delete
    7. Padahal beda yah Agus Lampung sama Agus Bojonegoro Jatim hehehe

      Delete
    8. Jadi yang terakhir saja lah gpp kn mas!?

      Delete
    9. Kalu gtu ikutan yg terakhr sj lah

      Delete
    10. semua kebagian kuenya...hehe.

      Delete
  2. Replies
    1. wa syukurillah, barokalloohu fikum

      Delete
    2. amiin...syukron katsiroo
      billahi taufiq wal hidayah wal inayah..

      Delete
    3. jangan lupa pengajian minggu depan hadir tepat waktu

      Delete
    4. saya selalu ingat karena saya ngincer sandal baru.

      Delete
    5. sayange aku budal ora tau sandalan, tapi mulihe malah nggawe sandal

      Delete
    6. hehehe....kemajuan buat pak ies

      Delete
    7. bukan kemajuan, soale pulange sambil jalan mundur, takut ketahuan

      Delete
    8. kok tidak sekalian bawa glangsing aja kang, biar aman di masukan glangsing

      Delete
    9. wkwkwkwk.. percakapan nya ckckck..

      Delete
    10. percakapan yang layak dilempar bata

      Delete
  3. budaya kereta ini selaras dengan perkembangan kehidupan saya. saat saya anti kemapanan, kereta berantakan, saat sekarang saya ingin hidup teratur, kereta pun mengimbangi dengan tertibnya. hidup kereta!

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah mas, saya kepingin hidup teratur dari dulu, eh disuguhi kereta berantakan, hehe.
      ya bisanya menampilkan uneg uneg dan urun rembut dengan blog pribadi mas,
      saya tertarik banget dengan gambar kereta dari mas zach, yang dalam posisi terjepit tapi nyaman. Betul-betul gambaran suasan kereta yang real, dan mas zach cerdas sekali dalam menggambarkan itu dalam lukisan. Top banget mas.

      Delete
    2. semoga pola kehidupan Kang Zac makin membaik dan melesat seperti kereta ultrasonic

      Delete
    3. amiin ya Allah, begitu juga pak ies semoga kehidupannya stabil kayak kereta malam bima. hehe

      Delete
    4. kereta malam dengan pelayan yang nggak bikin ngantuk

      Delete
    5. pramugari yang tampil segar dan menawarkan kopi

      Delete
    6. manteb.. komentar yang penuh inspiratif..

      Delete
    7. biar hidup berantakan, asal jangan muka yang berantakan mas, bisa gawat ntar...

      Delete
    8. Semakin mantap meniati pelayanan kreata api sekarang ya !

      Delete
    9. inspiratif dan adiktif mas pay, hehe
      pak yadi : muka saya terlanjur ancur habis pak, muke lele
      pak ejawantah : mantaplah pak, rekomended untuk perjalanan wisata

      Delete
  4. memang tak terbantahkan, bukan hanya pemda jatim saja, tapi mulai dari BUMN juga tergolong gesit dalam merespon layanan masyarakat,,

    metode atau sistem yang diberlakukan sekarang memang kebih tertib ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang belum mantap itu kinerjanya KUA, hehehe

      Delete
  5. Mas agus klo suka sama kreta buat miniaturnya aja... trus ajak hayu maen kreta-kretaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi di pikirkan mas pay, bahan dan konsepnya.
      mbak is boleh lihat boleh juga pesan, hehe

      Delete
    2. bahannya dari fiber, atu dari kaca mika... nanti memotongnya minta sama tukang aja biasanya dengan laser...

      Delete
    3. oke mas, ini masuk juga tinggal langkah nyatanya.

      Delete
  6. maju terus dunia perkereta apian, jaya slama-lamanya.......merdeka !!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung..!!

      Delete
    2. merdeka...jer basuki mawa beya

      Delete
    3. gunakan hak pilih dalam pilgub jatim

      Delete
    4. ternayta indikasi ketidakjujuran masih ada mbak, jadi nelongso

      Delete
  7. semoga kinerja ini dapat diikuti oleh PT KAI ditempat yang lain, agar transportasi KA dapat menjadi Transportasi favorit, sebab dimana-mana kereta api terlebih dimedan selalu banyak penumpang yang berdiri karena adanya penjualan tiket tanpa nomor tempat duduk. Jadi semua penumpang berebut dan kadang harus berselisih dulu baru bisa dapat tempat duduk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin semoga kinerjanya semakin bagus..

      Delete
    2. untuk sekaran sudah aman semua pak, sudah tertib dan longgar

      Delete
  8. Semoga tambah maju, tambah efisien, tambah banter, dan tambah baik kinerja Perkereta Apian Indonesia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiiiin...... semoga mutu pelayanannya semakin dicintai masyarakat dan bisa terjaga dan meningkatkan mutu pelayanannya di hari yang akan datang.

      Delete
    2. amiin...doa yang sejuk dari mas boku dan pak eja.
      tentunya tarifnya jangan mahal mahal, hehe

      Delete
  9. Semoga pelayanan semakin bagus dan terus meningkat tak hanya kereta api begitu juga dengan transportasi lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin...transportasi umum bisa jadi andalan, solusi macet

      Delete
    2. Mendingan pakai motor demi menghindari macet apalagi didaerah perkotaan semakin hari semakin banyak kendaraan terutama beroda 4

      Delete
    3. betul juga mas, untuk jarak dekat memang oke.
      kalau saya 3 bulan naik motor mojokerto PP dan kurang asik, langsung beralih ke kereta ternyata asik

      Delete
  10. nah gituh...jadi ngga cuma ngeluh dan kritik tajem waktu pelayanan buruk....pas pelayanan meningkat menjadi lebih baik, selayaknya kitapun memberi apresiasi, kalau bisa sekaligus ngasih angpau kepada pimpinan KAI nya dong kang....;o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi angpoa nya urunan dulu nih kang, nanti di masukkan amplop besar karena isinya uang seribuan, hehe

      Delete
  11. semoga makin Aman dan maju untuk KAI

    ReplyDelete
  12. kalau kinerja makin baik
    rasanya makin ketarik
    kekereta api ingin naik

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau sudah nyaman
      keluar duit tidak eman
      hehe

      Delete
  13. Kritik yang seimbang dengan pelayanan dalam media pun sudah harus dimasyarakatkan, hal ini agar menjadi tolak ukur kinerja bagi suatu perusahaan pelayanan jasa kepada masyarakat. Semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan mutu dari pelayanan jasa transporasi perkreata apian di Indonesia.

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga inovasi dan aksi korporasi kereta api semakin menguntungkan penumpang, asal tarif jangan mahal mahal

      Delete
  14. Bagus dech kalau KAI sudah ada perbaikan,jadi tidak usah ragu lagi kalau kita mau memakai jasanya,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. naik penataran aja kang dede, malang blitar

      Delete
  15. dengan pelayanan yang tambah baik maka pelanggan semakin banyak ya mas dan otomatis dinas perkeretaapian otomatis harus nambah gerbong karena penumpangnya membludak kalau tidak kasihan jika ada penumpang yang tidak terangkut, masak disuruh jalan kaki hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. naik bis surabaya malang aja mas, kan armadanya banyak, hehehe

      Delete
  16. Iya, yang ditingkatkan baru soal waktu. Soal fasilitas? Hmmm, apakah sudah ada perbaikan? Tapi, kereta itu emang jauh lebih nyaman daripada Bus (sekolah).

    ReplyDelete
    Replies
    1. fasilitas di stasiun, toilet bersih dan gratis, ruang tunggu nyaman tanpa pedagang asongan dan pengamen, untuk interior kereta nambah AC

      Delete
  17. memang seharusnya menjadi lebih baik untuk pelayanan public .. :D

    ReplyDelete
  18. Bertahap ya mas,Alhamdulillah jika pelayanan nya makin membaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah banget mas, yang penting bisa naik kereta

      Delete
  19. sukses terus buat pekerja pekereta apian mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ada yang baca komentar mbak vina, hehe

      Delete
  20. wah saya nggak bisa komen apa apa mas.. lawong saya nggak pernah tau dan nggak pernah naik kereta.. di daerah saya belum ada transportasi kereta mas... heehehe

    ya kita doakan saja semoga semakin maju dan semakin baik dalam segi apapun.. amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin... terima kasih doa dan waktunya untuk berkomentar

      Delete
  21. semoga PT KAI semakin maju dan menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  22. Memang diakui sekarang PT KAI lebih baik. Memanusiakan manusia !

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah berhasil tapi masih perlu pengembangan lagi, menurut saya

      Delete
  23. Mudah mudahan PT KAI ini akan berlanjut terus terutama dalam pelayanannya yang memuaskan dan yg pebting karyawannya dikasih bonus ya sob..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin...kalau masalah bonus mestinya ada lho pak, hehehe

      Delete
  24. Kadang penumpange mas seng gak gelem dimanusiakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, masih banyak yang melanggar sih

      Delete
  25. semoga PT.KAI tambah maju dan pelayanannya makin memuaskan

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin, yuk kita support ya mang

      Delete
    2. yuk... tapi sayang saya belum terlaksana naik kereta api, mas

      Delete
    3. silakan di coba dulu mang, kayaknya komuter di jakarta sudah bagus tuh, tiketnya sudah keren

      Delete
  26. patutt di contoh oleh layanan publik lainnya ya mas...

    ReplyDelete
  27. Alhamdulillah banget Mas Agus Setya. itu bukti kerja keras dr PT KAI, kapan ya terminal juga bisa begitu? minimal jauh dari PREMAN..... Kalo di terminal bisa tertib berarti bangsa Indonesia siap maju jalan, horeeeeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini pengalaman di luar negeri di bandingkan dengan terminal yang ada di indonesia, heehe
      kalau stasiun sudah bersih dari preman dan copet

      Delete
  28. dulu PJKA sekarang PT KAI yo mas....kok saya baru ngerti :D
    padahal dulu saya penumpang tetap kereta api loh (tukang ngamen)

    ReplyDelete
    Replies
    1. HEhe saya juga baru tau mas ... :D

      Delete
    2. ah mas reo ini mengada - ada aja deh...
      kan kita sering ketemu di kereta , saya kan asongannya.
      mas nazar masak baru ngerti sih

      Delete
  29. Belum ada artikel yang baru ya bang. Duduk disini aja deh sambil natap wewek cantik. *_*

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan mas rian, sekalian gelar spanduk juga boleh

      Delete
  30. semoga kelak PT KAI Surabaya pelayanannya bisa lebih memuaskan lagi...salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin,,,semoga aja kang har, wa'alaikumsalaam

      Delete
  31. perubahannya sangat sangat keren, om...
    cuma soal tarif yang rada nyebelin. di pesawat saja ada batasan anak usia 2 tahun kebawah dikasih tarif infant yang kayaknya cuma untuk registrasi saja. wong tarif dewasa 300 atau 500 ribuan tarif bayi tak bakal jauh dari 100 ribu. tapi di kereta anak usia 3 tahun kebawah kena tarif dewasa dengan alasan untuk bayar kursi. emangnya anak umur setaun kaya si ncip sudah butuh kursi sendiri..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau tiga tahun ke bawah memang ada tarif reduksi untuk kereta bisnis dan eksekutif mas, bayar 10 % dari harga dewasa, tapi kalau si citra sih belum butuh tempat duduk sendiri mas, masih buutuh ngusel bapake

      Delete
    2. biasane kalo jalan jalan ke solo cukup 2 tiket buat berempat, kemaren dicegat di peron katanya empat empatnya harus pake tiket dengan alasan peraturan sekarang begitu dan wajib pas kursi.

      begitu balik ke loket ternyata tiket sudah habis. tetap harus nambah 2 tiket lagi ditulis pake tangan dengan keterangan tanpa tempat duduk. piye jal kalo sudah begitu..?

      Delete
    3. pernah sih temen saya juga bawa dua anaknya jalan jalan dengan kereta api lokal, kasusnya sama seperti mas rawins, tapi di printkan tiket, bukan di tulis tangan. Tulisannya pun tanpa tempat duduk, mboh mas aku yo gak ngerti karepe.
      tiketnya soale masih terjangkau, jadi ya tetep beli aja.

      Delete
    4. iyo sih
      mending kalo prameks 2 tiket mung 20 ribu
      wingi numpak sriwedari dadine 40ewu padahal mung sakliusan tekan
      haha makasih informasinya pak kepala sepur...

      Delete
    5. haseem..kepala sepur sing koyo video yutubemu boso ngapak..hahaha

      Delete
  32. kunjungan pagi mas agus.. mau minta sarapan nih hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sarapan pakai sukun rebus aja mas, sambil gelar spanduk yuk di bawah pohon mangga, isis mas..

      Delete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh