Home » , » Gl Pro di Srundul Mobil

Gl Pro di Srundul Mobil

Keadaan jalan raya saat ini semakin padat cenderung semrawut. Kalau tidak hati-hati bisa menimbulkan celaka bagi pengendara, atau bisa dikatakan jalan raya itu sesuatu yang menakutkan bagi pengendara sepeda motor. Ceritanya berawal saat saya mengantarkan istri ke Surabaya dengan mengendarai Motor Gl Pro. Berangkat dari Mojokerto pagi pukul 07.00 WIB dengan asumsi jalan masih longgar belum begitu padat, orang masuk kerja pukul 08.00-09.30. Tidak terbiasa mengendarai sepeda motor Mojokerto - Surabaya membuat agak aneh dengan kepadatan di jalan raya. Perilaku pengendara yang terburu-buru menjadi pemandangan yang biasa. Karena saya tidak terburu-buru, jadi jalannya santai dan stabil tanpa perlu zig zag.

Sampai di Surabaya kurang lebih pukul 09.10, cukup lama bukan? karena waktu tempuh normal dengan kendaraan sepeda motor sekitar 1.5 Jam perjalanan dengan kecepatan konstan 60 Kpj. Memasuki bundaran waru (embong bunder) pertanda masuk kota Surabaya lumayan padat, namun tidak sepadat didaerah kletek, sepanjang sampai dengan medaeng. Mungkin pengendara terpecah tujuannya ke Sidoarjo sama Surabaya. Saat itu kondisi Gl Pro lagi mbrebet karbunya, alias kurang sehat. Tidak bisa stasioner namun untuk Rpm tinggi tarikannya enak. Usut punya usut ternyata baut stelan angin karburatornya copot dan ilang entah kemana.

gl pro penyok di srundul mobil

Urusan di Surabaya selesai pukul 13.00 dan kami langsung pulang dengan rute yang hampir sama, tetep lewat jalan Ahmad Yani Surabaya. Kondisi jalan normal, padat namun lancar. Hingga sampai di bundaran waru lagi (embong bunder). Dari Kota Surabaya menuju Mojokerto berarti saya harus ke arah kanan. Saat pelan-pelan beriringan dengan kendaraan lain untuk memilih lajur kanan itulah bokong kotak gl pro saya di srundul mobil. Entah mobilnya jenis dan tipe apa saya kurang tau. Saat di tabrak itu motor terasa di dorong dengan kuat, namun alhamdulillah tidak oleng karena saya bisa menguasai keseimbangan. Berjalan pelan untuk memastikan istri saya tidak apa-apa dan melihat mobil apa yang menabrak saya tadi. Kemungkina mobilnya berjenis si nopah kalau tidak si inah warnanya silver metalik. Saya berjalan pelan-pelan untuk berjaga-jaga apakah mobil tersebut berhenti untuk berdiskusi dengan saya, bagaimana permasalahannya kok bisa sampai nabrak. Berhubung tidak ada yang berhenti dan saya tidak mengalami kerugian yang berarti, akhirnya saya melanjutkan perjalanan menuju Mojokerto. Hasilnya plat nomor gl pro saya jadi bengkok dikit, namun saya tetap bersyukur tetap di karunia i keselamatan sampai dirumah.

Kecelakaan datangnya dari manapun, saat kita sudah melakukan standart safety riding pun kadang celaka datangnya dari orang lain. Untuk itu saya selalu berdoa sebelum berangkat dan dalam perjalanan saya juga mengingat Allah Ta'ala seraya memohon keselamatan kepada Nya.

26 komentar:

  1. Wah asyik juga nih pengalamannya, Wah wah di kota Surabaya ya. Hmm. Dari dulu saya ingin sekali berkunjung ke Surabaya. Kantor saya kan head Quarternya di Graha Pena Surabaya. Hihiehiehiehie. Sering dengar sih, namun belum ada kesempatan untuk berkunjung ke kota Surabaya. Nunggu ada yang sponsorin kayaknya hihieieie.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe...gimana kalau kang asep naik kereta api ajah dari pontianak ke surabaya ? mau gak ?

      Delete
    2. hiya ya kang...pengalamannya aseik pisan ya

      Delete
  2. Ahamdulillah .... yg penting mas agus dan keluarga selamat ....

    dijaln raya memg bgtu mas, motor pasti mobil , mobil di makan truk .... :)

    itu knp islam menganjurkan untuk berdoa untk keselamatan ....

    Salam Sukses Mulia /.///

    ReplyDelete
  3. ceritanya mungkin lain kalau tidak sedang sama istri ya mas
    jalannya bisa lebih kenceng

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah malah lebih pelan mas arif, kan lebih santai bisa menggok cari pom bensin untuk leyeh-leyeh

      Delete
    2. pastinya...mantan treker geto...

      Delete
  4. semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT....
    si nopah aku ngerti dahh mas, kalo si inah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. si inah itu inisialnya : xenia itu lho mas,

      Delete
    2. kleru nyeluk, mbak puji..wkwkwkwkw

      Delete
  5. Hati-hati, belum tentu selamat... Apalagi yang tidak hati-hati...

    Terima kasih atas pengalamannya... Salam dari Pulau Dollar

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah kami selamat dan terhindar dari marabahaya. keep safety riding di jalan raya

      Delete
  6. Bang Agus, buat tutorial donk gimana cara Menambahkan kata "ADMIN" di sisi kiri atau kanan nama kita selalu adminnya. Hiheiheiee. Kasih tau donk. Itu memikat sekali. Hiehiehiehiehieieee

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini pembawaan template mas adhy suryadi kang

      Delete
  7. alhamdulillaah Mas, nggak terjadi apa2 dengan Mas Agus dan Mbak Nia. ini namanya diingatkan dengan lembut ya Mas? biar kita ati2 selalu, biar kita waspada bahwa sesudah hati2 pun bisa jadi tetep disrundul, dan biar kita selalu eling dan berdoa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah kekuatan do'a
      disrundulpun tak apa-apa
      sungguh luar biasa ya

      Delete
  8. Alhamdulillaah Mas Agus dan mbak Nia gak apa - apa, GL Pro-nya juga gak mengalami kerusakan ya mas... terus itu mobil si Nopahnya gimana mas?

    ReplyDelete
  9. wah hebat deh mas agus masih bisa sabar.. kalau saya yang bawa motor terus di sundul dari belakang pasti saya sudah misuh misuh mas hehehehe :D

    ReplyDelete
  10. Selamat sampai tujuan
    itu utama Dan harapan
    karena berangkat dg do'a keselamatan
    hasilpun nyaman...

    ReplyDelete
  11. untung mas Agus beserta istri baik-baik saja ya mas, tapi yang parah itu plat nomernya, bisa sampai kabur gitu angkanya :)

    ReplyDelete
  12. saya kira bola disundul sama gl pro trus ditabrak sama mobil ..

    ReplyDelete

Silakan Tinggalkan Komentar Sesuka Hati, Bebas
Link Hidup ? Jangan Deh