Home » » Membangun Pondasi Rumah

Membangun Pondasi Rumah

Membangun Pondasi Rumah

Membangun rumah harus membangun pondasi terlebih dahulu agar rumahnya kuat tidak mudah ambruk. Pondasi yang saya tahu bisa berbentuk cor-coran/ceker ayam dengan ketinggian 50 cm sampai 1 (satu) meter. Di daerah Tuban sana, tanahnya yang termasuk tanah gerak (sering retak) sehingga untuk membuat pondasi rumah harus di gali yang dalam. Berbeda dengan pondasi rumah yang ada di Mojokerto, karena tidak termasuk tanah gerak maka pondasi rumah cukup 30 centimeter saja tanpa di cor. Cara membuat pondasi di mojokerto juga cukup mudah dan unik. Dengan batu sungai yang dimasukkan kedalam galian, kemudian di urug dengan luluh (adonan semen dan pasir) kemudian disiram air. Praktis sangat cepat dan tidak memerlukan material pasir dan semen yang banyak.

Membangun Pondasi Rumah

Tetangga dekat rumah (mojokerto) yang merupakan pasangan muda, sama seperti saya berniat membangun pondasi rumah. Letaknya di halaman belakang rumah orang tua mereka. Material bangunan yang diperlukan berupa batu sungai, batu bata, semen, pasir dan sedikit kapur untuk campuran luluh. Semua material sudah terpenuhi tinggal membangunnya saja, kebetulan tukang yang diapakai adalah tetangga juga.

Saat mengawali membangun pondasi rumah, diadakan selamatan terlebih dahulu. Selamatan dalam konteks berdoa bersama dengan di sediakan ambeng/tumpeng untuk disantap bersama. Saat itu hari minggu, kebetulan saya ikut mengerubungi tumpeng dan siap untuk kerja bhakti membantu menjadi tenaga angkat-angkat. Doa bersama di hadiri 21 orang baik tua maupun muda, minimal membantu doa tidak masalah, walaupun konsekuensinya setelah ikut berdoa tinggal bilang amin..amin dapat bungkusan nasi dari tumpeng tersebut.

Adat-istiadat yang bagus dari nenek moyang kita masih dilakukan sampai sekarang ini, gotong royong membantu tuan rumah membangun pondasi tetap dilakukan tanpa biaya. Biasanya para tetangga dekat radius 100 meter dari rumah si empunya hajat ikut memberikan bantuan tenaga angkat-angkat material untuk membangun pondasi rumah. Dan adatnya cuma setengah hari kerja, jadi selepas adzan dhuhur mereka sudah laut atau berhenti dalam memberikan bantuan tadi.

Tabiat orang itu berbeda, ada yang baik dengan tetangga ada yang kurang baik dengan tetangga. Artinya kurang baik itu tidak pernah srawung/ bersosial dengan tetangga. Begitu tumpeng sudah di bagikan peserta doa bersama ada yang balik lagi untuk memberikan bantuan tenaga angkat-angkat ada yang tidak balik lagi seperti saya.

Pengerjaan membangun pondasi rumah yang normalnya satu hari selesai, malah terselesaikan dalam waktu 3-4 hari. Karena warga sekitar juga malas untuk memberikan bantuan tenaga, walaupun membantu paling cuma 1 jam langsung kabur. Yang penting memperlihatkan batang hidungnya, katanya.

Saya sendiri juga jarang srawung / bersosial dengan penduduk sekitar karena keadaan. Berangkat pagi pulang malam menjadi anggota tetap gerombolan kereta api. Yang menjadi pelajaran bagi saya, gotong royong masih dilestarikan di Dlanggu, Mojokerto, sementara di Rengel - Tuban tempat saya lahir, gotong royong sudah mulai punah bahkan nyaris tidak ada. Begitulah.

16 komentar:

  1. Semoga pekerjaan membuat pondasinya lancar, hingga nanti rumahnya juga lancar. Biasanya warga akan memaklumi mereka-mereka yg jarang srawungbkarena kahanan Pak, karena kewajiban pekerjaan yg dijalaninya. Berbeda kasusnya dg jarang srawung karwna malas dan cuek. Nah, tipe kedua ini "pembalasannya" akan lebih dahsyat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih dahsyat dari api dunia ya mbak ? :D

      Delete
  2. Loh komentarku gak muncul?

    salam,
    http://alrisblog.wordpress.com

    ReplyDelete
  3. Alih profesi dari pegawe sepur ke pemborong bangunan tho, om..?
    Semoga banyak order... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kayak jurnal om rawins, namanya juga nyari sampingan om. :D

      Delete
    2. Katanya suka yang tinggi langsing..?
      Carinya jangan yang menyamping dong om...

      Delete
  4. Mirip sekali dengan pembangunan pondasi rumah di tempat saya ... Batu kali memang kuat sebagai peletak pertamanya .. Saya juga jarang srawung mas... sama sperti sampeyan pergi pagi pulang petang ...

    ReplyDelete
  5. semoga saya juga bisa membangun pondasi rumah juga Amiin,,

    ReplyDelete
  6. semoga sukses dan Lancar ya Kang dalam membangun Pondasi Rumahnya hehehe..

    ReplyDelete
  7. di sayapun gotong royong sudah pudar. rame kalo ada duitnya.
    brarti pola hidup bermasyarakat sudah berubah ya

    ReplyDelete
  8. Ayam jagonya itu msh sodaraan sama ayam yang di jadiin ayam panggang pas meletakkan batu pertama pondasi di mulai ya mas?

    ReplyDelete
  9. alhamdulillah ditempat saya masih suka gotong royong mas,kasian juga kan kalo ga dibantuin. :)

    ReplyDelete
  10. semoga pembangunan nya cepat selesai, semangat ya

    ReplyDelete
  11. nyambangi omah.. endi kopine :p

    ReplyDelete