Truk yang di kemudian mas ane waktu ganti jok. Trayek Surabaya-Jakarta.
Nissan Diesel seri CDA 260
Posted by Agus Setya
Posted on 1:06:00 PM
with No comments
Akirnya Tepar Juga
Posted by Agus Setya
Posted on 11:43:00 AM
with No comments
Akirnya tepar juga. Minggu tanggal 17 April 2011 sungguh menguras tenaga. Kayak tambak ae dikuras, hehehe. Banyak Aktivitas yang aku jalani di hari itu maupun hari sebelumnya (merasa sok sibuk).
Sabtu malam minggu tanggal 16 April 2011 mendatangi acara kumpulan rutin anak SPMC (Surabaya Pro Max Club) di jalan Basuki Rahmat Surabaya depan Bank Maspion. Setelah sms an sama kekasih tercinta dan dipastikan sudah tidur, akirnya berangkat juga sekitar jam setengah sepuluh malam. Sampek tempat nyangkruk baru ada satu orang anggota, akirnya menunggu sampai agak sore an dikit tambah banyak anggota yang berkumpul. Oh iya hari itu pertama kali aku kumpul sama anak SPMC Surabaya pro max club di tempat kumpul rutin tiap malam minggu, karena minggu-minggu sebelumnya selalu berhalangan, alias pulang ke Tuban.
Setelah ngobrol sana sini dan sekaligus menambah pertemanan sesama biker GL nggak terasa jam sudah menunjukkan 01.00 dini hari. Padalah Minggu nya harus ke Jombang dan sampai Jombang jam 8 pagi. Akirnya bangun jam 06.00 langsung siap-siap buat ke Jombang. Dan ternyata rencana agak meleset dari Surabaya berangkat jam 07.30 sampai Jombang jam 09.00 dengan kecepatan rata2 70 KPJ karena jalan yang bergelombang akibat tambalan jalan yang gak rata.
Tujuan Utama di Jombang mampir bengkel Jaula Motor Jogoroto buat membesuk si GL 100 1982 yang di operasi bedah. Ternyata belum selesai , karena KOP nya belum selesai di kerjakan di bengkel bubut. Sambil ngobrol sana ngobrol sini gak terasa jam sudah menunjukkan 12.30 akirnya aku putuskan meluncur ke Krian buat menjemput Ayang tercinta.
Sampek di perbatasan Mojokerto-Sidoarjo hujan pun turun, dan aku menepi untuk berteduh. Lama juga menunggu hujan belum reda2 aku putuskan untuk menerjang guyuran hujan dengan maksud biar Ayang nggak menunggu lama2. Basah kuyup tak terelakan karena memang tidak memakai jas hujan, memasuki krian nggak terjadi hujan alias padang njingglang. Alhamdulillah telah nyampai tempat Ayang dengan selamat dan tidak menunggu begitu lama.
Setelah menjemput Ayang kami menuju Mojokerto Kota sambil jalan2, kami putuskan ke toko Rosa, rencananya sih mencari sepatu tapi belum dapat model yang cocok buat Ayang. Akirnya selepas adzan Maghrib kami keluar dari Rosa untuk menuju Dlanggu. Sampai Dlanggu tidak turun hujan malam itu dan bajuku yang basah pun sampai kering. Sambil berpacaran di rumah Ayang nggak terasa jam menunjukkan 22.00, waktunya pulang ke Surabaya lagi. Sampai di Surabaya jam 23.30, awak rasa ne remuk kabeh koyo di gepuki wong sak RT. Saat itulah badan terasa gak enak, tidur sampai kebangun lagi karena menggigil kedinginan seperti di kutub saja. Pagi nya badan terasa panas dan disertai pusing. Wah penyakit kok ngajal temannya. hehehe..
Semoga tetep kuat menjalani kerja walaupun dengan fisik yang kurang Fit, amiiin....
Sabtu malam minggu tanggal 16 April 2011 mendatangi acara kumpulan rutin anak SPMC (Surabaya Pro Max Club) di jalan Basuki Rahmat Surabaya depan Bank Maspion. Setelah sms an sama kekasih tercinta dan dipastikan sudah tidur, akirnya berangkat juga sekitar jam setengah sepuluh malam. Sampek tempat nyangkruk baru ada satu orang anggota, akirnya menunggu sampai agak sore an dikit tambah banyak anggota yang berkumpul. Oh iya hari itu pertama kali aku kumpul sama anak SPMC Surabaya pro max club di tempat kumpul rutin tiap malam minggu, karena minggu-minggu sebelumnya selalu berhalangan, alias pulang ke Tuban.
Setelah ngobrol sana sini dan sekaligus menambah pertemanan sesama biker GL nggak terasa jam sudah menunjukkan 01.00 dini hari. Padalah Minggu nya harus ke Jombang dan sampai Jombang jam 8 pagi. Akirnya bangun jam 06.00 langsung siap-siap buat ke Jombang. Dan ternyata rencana agak meleset dari Surabaya berangkat jam 07.30 sampai Jombang jam 09.00 dengan kecepatan rata2 70 KPJ karena jalan yang bergelombang akibat tambalan jalan yang gak rata.
Tujuan Utama di Jombang mampir bengkel Jaula Motor Jogoroto buat membesuk si GL 100 1982 yang di operasi bedah. Ternyata belum selesai , karena KOP nya belum selesai di kerjakan di bengkel bubut. Sambil ngobrol sana ngobrol sini gak terasa jam sudah menunjukkan 12.30 akirnya aku putuskan meluncur ke Krian buat menjemput Ayang tercinta.
Sampek di perbatasan Mojokerto-Sidoarjo hujan pun turun, dan aku menepi untuk berteduh. Lama juga menunggu hujan belum reda2 aku putuskan untuk menerjang guyuran hujan dengan maksud biar Ayang nggak menunggu lama2. Basah kuyup tak terelakan karena memang tidak memakai jas hujan, memasuki krian nggak terjadi hujan alias padang njingglang. Alhamdulillah telah nyampai tempat Ayang dengan selamat dan tidak menunggu begitu lama.
Setelah menjemput Ayang kami menuju Mojokerto Kota sambil jalan2, kami putuskan ke toko Rosa, rencananya sih mencari sepatu tapi belum dapat model yang cocok buat Ayang. Akirnya selepas adzan Maghrib kami keluar dari Rosa untuk menuju Dlanggu. Sampai Dlanggu tidak turun hujan malam itu dan bajuku yang basah pun sampai kering. Sambil berpacaran di rumah Ayang nggak terasa jam menunjukkan 22.00, waktunya pulang ke Surabaya lagi. Sampai di Surabaya jam 23.30, awak rasa ne remuk kabeh koyo di gepuki wong sak RT. Saat itulah badan terasa gak enak, tidur sampai kebangun lagi karena menggigil kedinginan seperti di kutub saja. Pagi nya badan terasa panas dan disertai pusing. Wah penyakit kok ngajal temannya. hehehe..
Semoga tetep kuat menjalani kerja walaupun dengan fisik yang kurang Fit, amiiin....
Balungan Tuo Tarikan Dowo
Posted by Agus Setya
Posted on 4:28:00 PM
with No comments
Hari gini masih peliahara motor jadul...hmmm...Pernyataan yang sungguh menggelikan dan menggelitik. hehehe. Mungkin bagi saya sendiri motor tua keluaran 1970 sampai awal 1990an sangat eksotis bagi ku. Motor tua gl 100, cb 100 atau honda c70 kalong sangat antik untuk saat ini. Dilihat dari segi bentuknya mengingatkan pada jama bapakku dulu, dengan bergaya retro mengendarai motor di tahun keluarannya. Honda GL 100 milik adikku ini misalnya, body nya asik, rangka2 dan paaaart lainnya juga masih asli bikinan jepang sana. Masalah tarikan dan tenaganya sudah lumayan dengan blok kop, as kruk, drap gir GL Pro series 1991. Masih kuat untuk berdampingan dengan motor2 baru di jalanan.
(kalau gak salah GL 100 1982 juga). doc pribadi
Nah kalau motor ini punya nya Si Blon atau Cak Blon dari Mojokerto punggawa Mojopahit CB Club. Kalau tidak salah ini di jual tapi sudah laku apa belum kurang apdet infonya. Kreativitas anak2 negeri tiada henti.
NB : Jangan pernah minder mempunyai motor tua !!!!
Nah kalau motor ini punya nya Si Blon atau Cak Blon dari Mojokerto punggawa Mojopahit CB Club. Kalau tidak salah ini di jual tapi sudah laku apa belum kurang apdet infonya. Kreativitas anak2 negeri tiada henti.
NB : Jangan pernah minder mempunyai motor tua !!!!
Bersama GL 100 1982
Posted by Agus Setya
Posted on 12:33:00 PM
with 2 comments
GL 100 keluaran dari produk Honda pada tahun 1972 merupakan motor lawas. Para biker lebih condong ke CB 100, sebenarnya Gl 100 bisa di modif ke CB. Langsung saja ke topik permasalahan nek jare iklan tipi, tanpa basa basi langsung ke pokok permasalahan. Bulan puasa atau Bulan Romadhon tahun 2010 silam aku mencoba mengendarai GL 100 1982 milik adikku untuk ku tunggangi ke Surabaya. Perjalan terasa nyaman serasa kembali ke jamannya sepeda motor ini. Stang setir nya nyaman banget karena standart nya berbeda dengan GL Pro Series ku yang agak "njengat" sehingga menimbulkan efek pegel-pegel. Alhamdulillah sampai Surabaya dengan selamat denga kecepatan rata-rata 80 kpj Rengel (Tuban) - Surabaya di tempuh 2 jam lebih dikit, mengingat rem depannya tidak ada alias mengandalkan rem belakang dengan kondisi ban kayak pipi nya perawan. Wiiih..uji nyali bener..hehehe...
Asik juga berangkat pulang kerja di surabaya dengan mengendarai GL 100 1982 ini. Dan pada hari jum'at selepas kerja aku langsung pulang menuju Rengel (tuban). Tanpa menunggu waktu buka puasa aku pikir buka di jalan menimbulkan sensasi yang nikmat. Berbekal segelas air mineral dari kantor berangkat menuju kota kelahiran.
Dalam Perjalanan, di daerah tandes tiba-tiba si GL 100 nyendat-nyendat atau batuk-batuk. Aku berhenti sebentar untuk mengecek apa gerangan motor ini, busi-busi aku cek, gak ada masalah dan semua nya gak ada masalah (gaya e koyo iso servis sepeda ae, padahal gak iso opo2). Sambil menggrojok tenggorokan dengan segelas air mineral karena memang tepat adzan maghrib. Aku selah lagi motor, alhamdulilah bisa hidup dengan normal. Sampai di Gresik Kota, motor kembali nyendat2 bahkan sampai mati segala. Aku berusaha tenang dan aku dinginkan mesin, kembali aku starter dan alhamdulillah bisa.
Sampai di daerah Duduk Sampean motor kemabali nyendat-nyendat dan kali ini tanpa ampun motor langsung mati. Aku kembali tenang, aku starter lagi dan gak bisa (masih berusaha tenang walaupun agak panik juga). Sampai waktu menunjukkan jam 8 malam motor blm bisa di starter padahal jarak Gresik-Tuban masih jauh, kalau buat dorong sepeda ya lumayan bisa kaki lumpuh, hehehe.... Panik..geram dan lapaaaaarrrr..
Aku tuntun motor honda GL 100 sampai 200 meter ada orang berjaket kulit hitam mirip copet mendekati hendak menolong tapi kutolak dengan halus. Aku masih menuntun motor eh dia nya malah mengikuti terus. Akirnya aku beranikan diri untuk mengiyakan niat menolongnya. Aku mengambil batang pohon biar bisa di gandeng sama bapak itu dan mencari bengkel terdekat. Alhamdulilah dapat bengkel jam 20.30 dan bapak itu sungguha baik banget ternyata dia niat tulus. Salut buat beliau.
Motor diutek2 dibengkel dan ternyata Spul nya kobong. aduuuuuhh....lagian malam2 masak ada yang jual spul, mau nggulung ya kesuwen. Akirnya si pemilik bengkel menawarkan jasa pinjaman spul dengan jaminan uang 100 ribu karena spul tadi bukan miliknya. Ternyata penyakitnya spulnya gosong. Setelah di pasang dan Alhamdulillah bisa diatasi masalahnya, nyampek rumah jam 21.30 langsung buka puasa dengan "gila". hehehehe. Petualangan akan berlanjut lagi bersama honda GL 100.
Spesifikasi GL 100 1982 : Blok Kop, As Kruk, Stang, Seher, Magnet : GL Pro Series 1991 (all standart)
Karbu : Ninja Imitasi, Spul : Grand, Skok Depan GL Pro Series, CDI grand
Asik juga berangkat pulang kerja di surabaya dengan mengendarai GL 100 1982 ini. Dan pada hari jum'at selepas kerja aku langsung pulang menuju Rengel (tuban). Tanpa menunggu waktu buka puasa aku pikir buka di jalan menimbulkan sensasi yang nikmat. Berbekal segelas air mineral dari kantor berangkat menuju kota kelahiran.
Dalam Perjalanan, di daerah tandes tiba-tiba si GL 100 nyendat-nyendat atau batuk-batuk. Aku berhenti sebentar untuk mengecek apa gerangan motor ini, busi-busi aku cek, gak ada masalah dan semua nya gak ada masalah (gaya e koyo iso servis sepeda ae, padahal gak iso opo2). Sambil menggrojok tenggorokan dengan segelas air mineral karena memang tepat adzan maghrib. Aku selah lagi motor, alhamdulilah bisa hidup dengan normal. Sampai di Gresik Kota, motor kembali nyendat2 bahkan sampai mati segala. Aku berusaha tenang dan aku dinginkan mesin, kembali aku starter dan alhamdulillah bisa.
Sampai di daerah Duduk Sampean motor kemabali nyendat-nyendat dan kali ini tanpa ampun motor langsung mati. Aku kembali tenang, aku starter lagi dan gak bisa (masih berusaha tenang walaupun agak panik juga). Sampai waktu menunjukkan jam 8 malam motor blm bisa di starter padahal jarak Gresik-Tuban masih jauh, kalau buat dorong sepeda ya lumayan bisa kaki lumpuh, hehehe.... Panik..geram dan lapaaaaarrrr..
Aku tuntun motor honda GL 100 sampai 200 meter ada orang berjaket kulit hitam mirip copet mendekati hendak menolong tapi kutolak dengan halus. Aku masih menuntun motor eh dia nya malah mengikuti terus. Akirnya aku beranikan diri untuk mengiyakan niat menolongnya. Aku mengambil batang pohon biar bisa di gandeng sama bapak itu dan mencari bengkel terdekat. Alhamdulilah dapat bengkel jam 20.30 dan bapak itu sungguha baik banget ternyata dia niat tulus. Salut buat beliau.
![]() |
| gl 100 putih |
![]() | |
| gl 100 |
Spesifikasi GL 100 1982 : Blok Kop, As Kruk, Stang, Seher, Magnet : GL Pro Series 1991 (all standart)
Karbu : Ninja Imitasi, Spul : Grand, Skok Depan GL Pro Series, CDI grand
Mohon Jangan Di Tiru
Posted by Agus Setya
Posted on 12:02:00 PM
with 2 comments
Mohon jangan di tiru. Di lihat dari judulnya aja peringatan, jangan di tiru pengalaman dari saya ini yaa, :). Bermula ketika aku dan pacarku (sekarang istriku) mempunyai rencana untuk jalan-jalan ke Surabaya. Aku jemput pacarku di Mojokerto karena domisilinya Mojokerto, sedangkan aku sendiri Domisili Surabaya (Temporary). Pagi mruput sehabis sholat Subuh aku berangkat dari Surabaya menuju Mojokerto dengan gl pro series 1991 andalanku. Sampai di Mojokerto kira-kira jam 6 pagi Setelah ijin ini itu pada orang tuanya untuk meyakinkan tidak terjadi apa-apa. Ini jemput pacar atau minta sarapan ya..hehe. Setelah sarapan dan berkemas dengan barang bawaan berangkatlah kita berdua ke Surabaya.
Tujuan pertama kami adalah pasar kapasan, mau beli jilbab paris dan juga beli koas, maklum katanya harga grosir jadi tujuan utama nya ya cari murahnya. Tidak lupa kami mampir suramadu. Dari Suramadu kami meluncur ke pasar Bluaran berburu buku dsb. Dari Blauran kami jalan-jalan lewat jalan arjuna menuju jalan Diponegoro. Karena jalan padat dan macet akirnya aku belok kiri ke arah jalan Darmo. Dijalan kami "berpacaran" ngomong ngalor ngidul, ngetan ngulon dengan kecepatan 20 kpjdan tak terasa ada yang memanggil. : Woooi..sini kamu...sambil membunyikan peluit. Aku tengok eh..lha dalah pak polisi perute gendut pisan, macak kereng . padahal aku gak wedi blas.. " kamu tau kamu melanggar apa?" kata pak polisi.
"iya pak tau aku melanggar jalan searah" kata ku santai
aku juga baru nyadar kalau menerobos jalan searah karena asiknya ngobrol dengan pacarku. hehee, kegoblokan yang segoblok2nya...
"ya wes enak e gimana pak ?" kataku, setalah aku di suruh berhenti dan diinterogasi di warung bawah pohon keres.
"gimana-gimana sidang " dengan galaknya dia menghardiku..
"halah pak omahku adoh, nek sidang yo entek akeh, ribet wes 86 (lapan anam) ae pak , kesuwweeen..." kataku sambil ngguyoni tampang kereng polisi tadi.
"nanti di kira polisi cari duit, nyogok" kata polisi tadi
"ora pak, tenang ae anggep ae aku amal, buwuh nang sampean (tapi gak oleh jajan, hehehe).
"ok lapan anam" yo wes ndang mlaku.." polisi tersenyum
"suwon paak " lalu aku ngacir sambil misuh2 dalam hati.
Mohon jangan di tiru kelakuan ku ini....hehehe
Penampakan GL PRO 1991





