Ramadhan dan Materialisme Agama

Mendekati masuknya bulan ramadhan ini kita sudah di suguhi oleh beberapa simbol atau gambaran tentang datangnya bulan ramadhan. Seperti pada baliho iklan, di mall, instansi pemerintah dan swasta, semua berlomba-lomba menampilkan bahwa mereka siap untuk menyambut bulan ramadhan. Kantor di rubah sedemikian rupa dengan aksesori bulan ramadhan seperti gambar bedug atau ketupat. Begitu juga di mall terpampang besar baliho dengan gambar khas bulan ramadhan. Iklan dan acara tivi pun tidak kalah menyajikan tontonan khas bulan ramadhan yang tampak religius agamis.

Seperti pada ramadhan terdahulu, menengok kebelakang beberapa tahun silam aktivitas keagamaan pada bulan suci ramadhan akan tampak semarak. Terlebih khusus lagi acara televisi menyuguhkan tayangan ritual religius mulai dari sahur hingga sahur kembali. Suguhan sinetron, ceramah agama dengan format religius menjadi tontonan sehari hari, bahkan iklan pun di format dengan nilai ketuhanan. Dengan memanfaatkan momen bulan ramadhan, para pemilik modal kelas kakap memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan iklan dan rating acara televisi. Celakanya acara yang di tayangkan berupa lelucon dan dagelan yang jauh dari nilai dakwah islam. Pasti semua sudah mengetahui acara yang sebelum ramadhan selalu menampilkan paha mulus vulgar, kini di format dengan religius dengan tidak menyentuh esensi dari ramadhan. Pakaiannya religius nilai dakwahnya tidak ada, bahkan ada yang menggunjing seperti pada acara infotainment.

Celakanya lagi seiring dengan banyaknya acara televisi yang mendadak religius tadi, masih ada tindak kriminal di berbagai daerah. Apakah ini bisa di katakan gejala materialisme agama, semua di setting layaknya baju agamis tapi kelakuan tetap begitu saja. Tidak usah jauh kemana-mana, dalam diri saya pun tidak sepenuhnya bisa menjalankan syariat islam secara benar. Setidaknya saya tidak menampakkan diri bahwa saya ini religius atau agamis tapi berusaha menjalankan ajaran islam dengan benar.

Semoga kita di jauhkan dari penyakit hati khususnya riak besar dan kecil sehingga tetap fokus dan konsentrasi dalam mengais berkah bulan ramadhan. Semoga puasa kita sempurna dengan membawa amalan baik sebagai bekal mengarungi kehidupan di bulan berikutnya selain ramadhan.


Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Bulan Ramadhan atau Romadhon adalah bulan yang penuh berkah, bulan penuh hikmah, bulan kasih sayang, bulan pengampunan dan bulan pembebasan dari api neraka. Umat islam sedunia akan berpuasa pada bulan ramadhan karena di wajibkan dalam Islam. Di Indonesia sendiri penentuan datangnya bulan suci ramadhan di lalui dengan berbagai polemik awal dan akhirnya masuk bulan ramadhan. Semoga saja polemik ini tetap meningkatkan kerukunan sesama pemeluk agama islam dan saling berlomba dalam meningkatkan ibadah.

Menyambut bulan suci ramadhan dengan gembira itu sendiri sudah merupakan ibadah karena yang dirindukan adalah amalan yang di lipat gandakan bukan pesta mercon dan kembang api tentunya. Bulan ramadhan adalah sarana untuk belajar mengekang hawa nafsu karena dalam keadaan lapar orang akan mudah marah dan cepat tersinggung. Bagaimana mengolah rasa dan batin agar hawa nafsu bisa di kendalikan dapat di pelajari semua di bulan suci ramadhan dengan banyak beribadah (pada umumnya) mendekatkan diri kepada sang Khalik Allah Subhanahu wata'ala.

Selain mendekatkan diri kepada Allah subahanahu wata'ala puasa dalam bulan suci ramadhan juga berarti melatih kepekaan terhadap lingkungan sosial. Puasa dan kesalehan sosial tentunya juga dilatih, bagaimana bisa merasakan lapar bersama baik yang kaya maupun yang miskin sama-sama tidak makan dari imsak sampai maghrib tidak ada pengecualian sama sekali. Tidak ada ceritanya orang kaya dan pejabat berpangkat puasanya di diskon menjadi 5 jam. Bagi yang bisa mawas diri atau ingat dengan sesama, pasti bisa merasakan bagaimana laparnya orang yang makan sekali atau dua kali dalam sehari karena memang kesulitan mencari makan. Jika hati nya tergerak pasti timbul empati untuk membantu meringankan saudara kita yang miskin dalam konteks mencari keridho an Allah. Bukan semata-mata mencari citra baik dan dermawan di mata manusia yang lainnya seperti pada pejabat kebanyakan akhir-akhir ini.

Bulan suci ramadhan didalamnya terdapat keistimewaan, seperti di lipat gandakannya amalan kita baik amalan baik dan juga amalan buruk. Lalu kita pilih yang mana jika kita bersedekah di gandakan menjadi seribu kali dan mencuri sandal di masjid yang dosanya juga di gandakan seribu kali. Ummatnya Nabi Muhammad itu umurnya pendek-pendek paling mentok ya umur 80 an itu pun sudah tidak berdaya sama sekali. Sedangkan umurnya umat sebelum Nabi Muhammad panjang-panjang, misalnya 1000 tahun tapi kualitas ibadah lebih bagus ummat Muhammad karena ada bulan suci Ramadhan ini. Lebih khusus lagi adanya malam lailatul Qodar yang pahalanya di hitung 1000 bulan beribadah. Untuk itu tunggu apalagi di bulan ramadhan tahun ini untuk tancap gas dalam beramal baik. Semua bisa beramal baik sesuai dengan bidangnya masing-masing asal sesuai dengan syariat islam. Kerja pun kalau di niati ibadah akan di catat berlipat - lipat pahalanya. Untuk itu mari persiapkan diri kita dalam meng kantongi amalan yang sholeh dalam menyambut bulan suci ramadhan.

Pring Pethuk dan Sebuah Amanah

Pring pethuk atau pring gathuk adalah bambu ketemu ruas atau ros nya, maksudnya ruas bambu saling berhadapan atas bawah saling berhaadapan. Pring pethuk dipercaya ber khasiat sebagai penglaris dan kekuatan gaib lainnya. Entah benar atau tidak yang jelas menurut saya lebih baik memohon dan berdoa kepada Allah ya rohman ya rohiim. Pernah saya menulis tentang khasiat pring pethuk nyata atau tidak bagi para penggemar pring pethuk ini.

Pring pethuk itu sangat langka dan banyak pemburu yang menggemari pring pethuk itu sendiri entah untuk koleksi barang antik atau untuk hal yang lain. Oleh karena langka dan peminatnya banyak, harga pring pethuk sangat mahal dalam dunia perklenikan. Tidak bisa di nalar dengan akal sehat untuk sebuah pring pethuk yang kecil tapi harganya mahal. Banyak juga yang memanfaatkan kondisi ini dengan menipu karena memang dunia klenik itu banyak tipuannya baik dari jin dan juga manusia itu sendiri.


Pring pethuk dan sebuah amanah saya jadikan judul tulisan ini karena bapak saya pernah di titipi oleh saudara jauh untuk menjualkan 3 buah pring pethuk. Saya sendiri tidak mengenal saudara jauh tersebut bahkan melihat orangnya saja tidak pernah. Karena bapak saya kenalannya banyak maka bapak di percaya untuk menjualkan pring pethuk tersebut. Saudara jauh tersebut terbentur keadaan perekonomian keluarga atau mengalami kebangkrutan usaha. Beliau punya tiga buah pring pethuk entah dulunya digunakan sebagai apa bisa juga hanya sebagai koleksi karena masuk barang langka. Setelah sekitar satu tahunan barang ini tidak laku dan bapak saya meninggal dunia yang tidak sempat mengembalikan tiga buah pring pethuk tersebut kepada pemiliknya. Sampai di sini saya, adik dan ibu saya tidak mengetahui adanya barang titipan tersebut. Hanya saya ibu dan adik saya pernah mendengar kalau ada saudara yang titip pring pethuk untuk di jual, entah laku atau belum kami tidak mengatahuinya.


Setelah satu tahun bapak meninggal, saudara jauh ini menanyakan barang yang pernah di titipkan tersebut kepada adik saya. Beliau saya rasa sudah cukup sopan dan ber etika dengan tidak langsung mengambil barangnya pada saat kami masih berduka, saya menaruh hormat pada sikap beliau. Adik saya yang sedikit mengetahui info langsung mencari tiga buah pring pethuk tersebut dan ternyata ada di laci dan di bungkus kertas biasa. Tidak ada perlakuan istimewa pada pring pethuk tersebut atau tidak di keramatkan. Akhirnya saya berinisiatif menanyai jumlah pring pethuk nya ternyata cocok apa yang di sebutkan mirip dengan ciri-ciri tiga buah pring pethuk tersebut. Dengan saya persilakan masuk rumah saya dan adik saya memberikan pring pethuk yang menjadi hak nya saudara jauh tersebut. Dengan tidak ada rasa nggrundel dan minta imbalan apapun saya berikan dengan ikhlas karena memang itu hak nya beliau. Pokoknya kami hanya memberikan itu tanpa embel-embel apapun. Semua barang yang bukan menjadi hak milik kita sudah selayaknya kita tidak perlu untuk ngotot ingin memiliki. Lebih khusus lagi semua harta yang kita punya sebenarnya bukan milik kita, itu hanya bergantian kepemilikan saja. Kalau kita sudah meninggal pasti harta tersebut berganti kepemilikan ke anak atau orang lain. Begitu juga harta yang kita miliki itu gantian dengan pemilik terdahulu.

Mencari Ikan di Sungai Bengawan Solo

Sungai Bengawan Solo yang mengalir di Kecamatan Rengel mempunyai nilai manfaat yang banyak, salah satunya adalah irigasi sawah yang ada di sekitar bengawan solo. Dahulu jaman pra sejarah, manusia hidup di lembah sungai sebagai sumber kehidupan karena dekat sumber air. Seperti pada lembah sungai brantas, lembah sungai trinil ngawi, lembah sungai nil. Sumber kehidupan dekat sungai memang menjanjikan, baik untuk bercocok tanam ataupun sumber makanan karena juga sebagai sumber ikan yang melimpah.

Sungai bengawan solo mejanjikan mata pencaharian tersendiri bagi warga sekitar bengawan dengan mencari ikan di sungai. Nelayan sungai bengawan solo ini menganut aliran tradisional, dengan berbekal jaring tradisional berharap mendapat ikan yang banyak untuk dijual dan menghidupi keluarga. Hasil tangkapan ikan biasanya di jual di pasar Rengel dan lewat depan rumah ibu, kadang juga ibu membeli ikan dengan di tusuk atau di congoki. Ada juga para pencari ikan di sungai ini dengan menggunakan setrum ikan, berbekal dua aki besar atau aki mobil dengan perahu kecil mengitari sungai. Ikan yang di setrum ini akan mati atau pingsan sementara sedangkan ikan kecil akan mati. Cara seperti ini kurang bagus karena bisa merusak ekosistem ikan itu sendiri.

Mencari ikan di sungai bengawan solo

 Musim tertentu biasanya peralihan musim kemarau ke musim penghujan air sungai bengawan solo meluap dan ikan di sungai bengawan solo mabuk atau istilahnya "munggut". Kalau sudah munggut pasti banyak orang yang mencari ikan secara tradisional, seperti dengan jaring dan slurup dengan tangan kosong. Ikan yang mabuk seperti tidak berdaya dan mudah untuk ditangkap. Kalau munggut pasti harga ikan akan murah di pasar. Dahulu waktu saya masih sekolah smp dan ada kabar bahwa sungai bengawan munggut, rasanya ingin pulang dan mencari ikan di sungai bengawan solo. Saya seneng mencari ikan bukan maksud untuk di jual atau untuk urusan komersil, tapi hobi atau suka mencari ikan tapi bingung ikannya mau di apakan.

Mencari ikan di sungai

Mata pencaharian nelayan air tawar memang tidak menjanjikan seperti pada nelayan air laut yang memang kaya akan ikan. Walaupun begitu beliau-beliau tidak pernah mengeluh dengan kerasnya kehidupan dan bisa memanfaatkan celah kecil untuk mendapatkan penghasilan halal bagi keluarga.

Bengawan Solo Sebagai Sarana Penyeberangan Tradisional

Bengawan solo adalah sungai terpanjang di pulau jawa menurut pelajaran yang saya terima dari bu guru waktu SD. Sungai Bengawan Solo melewati propinsi jawa tengah dan jawa timur. Saya hanya mengetahui persis sungai ini melewati kecamatan Rengel baik desa kanor, desa Ngadirejo, desa sumberjo dan desa campedan. Sedangkan seberang dari sungai bengawan solo merupakan wilayah kabupaten bojonegoro. Sekedar informasi, jarak bengawan solo dengan rumah ibu sekitar 3 km. Setelah tulisan sebelumnya mengenai menyeberang jalan sembarangan, kali ini saya menyajikan menyeberang sungai tidak sembarangan karena kalau tidak bisa berenang bisa terhanyut.


Masyarakat yang berada di wilayah bojonegoro lebih memilih rengel sebagai pusat perekonomian mereka. Wilayah kecamatan kanor bojonegoro jauh dari pusat kota bojonegoro dan kota kecamatannya pun tidak seramai kecamtan rengel. Sehingga mereka berbondong-bondong menuju pasar desa rengel yang terletak 1 km dari rumah ibu saya. Belum adanya jembatan yang menghubungkan kedua wilayah ini tidak menyurutkan semangat juang penduduk kanor atau sebaliknya. Masih ada jasa angkutan tradisional berupa perahu diesel dengan maksimal muatan 15 sepeda motor. Moda transportasi ini mempunyai dua armada agar bisa melayani dari sisi kanor dan dari sisi rengel. Aset perahu ini milik desa Ngadirejo yang tiap beberapa tahun diadakan lelang untuk menentukan operator dari kedua perahu ini.

Bengawan Solo
Bengawan Solo


Angkutan perahu tradisional ini sudah ada sejak saya kecil tahun 1990 bahkan bisa sebelumnya sudah ada perahu ini. Nilai dari dua perahu ini sangat berharga bagi penduduk kanor dan rengel karena menjadi salah satu ujung tombak perekonomiannya. Kalau tidak ada dua perahu ini haru muter sekitar 30 km untuk sampai di kecamatan rengel. Sepertinya tidak mungkin dibangun jembatan dengan segera dengan alasan daerahnya terpencil dan bukan prioritas pembangunan yang mendesak.